XXVII " Lucifer Dan Arthemis"

13.8K 973 175
                                        

"Penghapusan energi sihir!" Gumam Hanabi sembari menatap kearah Leviathan dan tiba-tiba Lucifer menjentikkan tangannya berusaha menghentikan perintah Hanabi namun Lucifer hanya bisa menghentikan setengah perintah Hanabi sehingga Leviathan kehilangan setengah energi sihirnya.

Melihat hal itu, Hanabi menatap tajam kearah Lucifer.

"Apa yang kau lakukan?! Siapa kau berani melawanku?!" Geram Hanabi, Lucifer hanya menatap datar kearah Hanabi.

"Lama tak bertemu putriku, Arthemis" gumam Lucifer.

Deg

****
Beberapa saat sebelumnya

Di markas Akuma, Hecate, Qana, dan Lucifer menatap kearah layar yang memperlihatkan pertarungan antara Beelzebub, Belphegor, Mammon, dan Amon.

"Sepertinya mereka tak akan berhasil mengalahkan Putri Arthemis" gumam Qana sembari menatap kearah layar.

"Aku penasaran kekuatan apa yang akan di gunakan Arthemis untuk mengalahkan rekan-rekanmu Lucifer" ujar Hecate sembari tersenyum penuh semangat.

Alis Qana dan Hecate mengerut ketika melihat Arthemis hanya terdiam ketika para iblis mulai menyerang kuil, tak lama terlihat cahaya yang misterius yang tak pernah dilihat oleh kedua penyihir itu.

Melihat cahaya itu, Lucifer mengerutkan keningnya mengetahui jikalau putri semata wayangnya akan menggunakan kekuatan terlarang para iblis, kekuatan yang paling terlarang dan tabu bagi para iblis.

"elénchontas ton diávolo, kekuatan paling tabu bagi bangsa iblis, kekuatan yang bisa mengendalikan bangsa iblis dan mahluk kegelapan, mulai dari iblis lemah hingga terkuat" gumam Lucifer.

Mendengar itu Hecate mengalihkan pandangan dari layar dan menatap kearah Lucifer dengan wajah terkejut.

"Apa maksudmu Lucifer?" Tanya Hecate dengan nada penekanan.

"Jika putriku bisa mengaktifkan kekuatan itu, maka iblis dan mahluk kegelapan dapat ia kendalikan dan seluruh perintahnya adalah mutlak, bahkan dia bisa mengendalikan diriku" ujar Lucifer tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.

"Bukannya kekuatan itu akan menjadi bumerang untukmu?" Tanya Hecate dengan nada seriusnya.

"Jika Arthemis memberikan perintah untuk menghancurkanmu maka, aku tak bisa membantah perintahnya" ujar Lucifer, mendengar itu, Hecate menggeram marah, dirinya benar-benar tak tahu jika Arthemis memiliki kekuatan yang mengerikan itu.

"Hal itu takkan pernah terjadi" gumam Hecate.

"Lalu apa rencanamu kali ini Hecate?" Tanya Lucifer dengan nada dinginnya tanpa menatap kearah Hecate.

"Aku punya ide untuk menghentikan kekuatan merepotkan itu" ujar Hecate sembari menyeringai.

Lucifer hanya terdiam sembari terus menatap ke arah layar, namun tiba-tiba manik Lucifer membulat singkat ketika ia melihat Arthemis bisa membuat senjata pusaka miliknya, bahkan senjata pusaka tiruan itu lebih kuat dibandingkan senjata pusaka yang asli.

"Apa rencanamu itu Hecate?"

"Bangkitkan ingatan Arthemis tentang dirimu"

"Apa maksudmu Hecate?"

"Kau tahu apa yang kumaksud bukan? Bangkitkan ingatan Arthemis tentang dirimu, kenangan indah kalian bersama, aku yakin kau senang dengan rencanaku kali ini, bukannya kau sangat merindukan Arthemis bukan?" Lucifer hanya terdiam tak merespon ucapan Hecate.

"Bukannya Arthemis adalah buah hatimu bersama yang mulia Audrey bukan? Aku yakin rasa sayangmu pada Arthemis lebih besar dari ambisimu untuk menguasai dunia bukan?" Lucifer terdiam sesaat dan tak lama kepulan asap hitam memenuhi tubuh Lucifer yang membuat tubuhnya perlahan menghilang.

Stand By MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang