"Apa tuan Natsuki mengetahui hal ini?" Ujar Tabib.
"Tidak, Natsuki belum menemukan pasangannya maka ini harus di rahasiakan darinya untuk sementara waktu" ujar Sirzech menjelaskan.
"Merahasiakan apa?" Para ksatria dan tabib terkejut mendengar seseorang, mereka berbalik dan terkejut melihat Natsuki berdiri tegak disana.
"Natsuki?"
****
"Kalian merahasiakan apa dariku?"ujar Natsuki sembari menatap keempat rekannya itu.
"Tidak ada, Natsuki apa kau belum menemukan pasanganmu?" Ujar Yuuto berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Belum, aku belum menemukannya" ujar Natsuki dengan nada lesuh, sungguh ia sudah merindukan tuan putri, namun ia harus menahan rasa rindu itu dikarenakan dirinya belum menemukan pasangannya.
"Huh, sangat disayangkan, kita tak akan menemukan tuan putri jika kau belum menemukan pasanganmu" ujar Yuuka dengan nada lesuh.
"Sudah tak usah di pikirkan, Natsuki ada apa kau kemari?" Ujar Yuuka menanyakan tujuan Natsuki ke kamar Hanabi.
"Ah, itu aku ingin menjenguk permaisuri, aku dengar dia sedang sakit" ujar Natsuki
"Besok saja kau menjenguk permaisuri, saat ini dia sedang istirahat" ujar Sirzech membuat Natsuki menghela nafas.
"Baiklah, ada yang ingin kutanyakan kepada kalian berempat" ujar Natsuki membuat keempat ksatria mengerutkan alis.
"Apa itu?" Ujar Yuuka penasaran.
"Saat Nathan menampar permaisuri di aula istana, entah mengapa aku merasa bahwa Nathan sedang menampar tuan putri, entah mengapa aku tak bisa menerima hal itu, apa kalian merasakan hal yang sama denganku?" Ujar Natsuki dan keempat ksatria itu menghela nafas.
"Kukira hanya kami yang merasakan hal itu, rupanya kau masih merasakannya, kupikir kau sudah melupakan abdimu pada tuan putri" ujar Sirzech dengan nada dinginnya, mendengar itu Natsuki mengerutkan alis.
"Apa maksudmu?" Ujar Natsuki merasa bingung dengan ucapan Sirzech.
"Aku tanya padamu mengapa kau merasakan hal itu? Atau kau merasakan hal itu jika melihat semua wanita diperlakukan seperti itu?" Ujar Sirzech sembari menatap tajam kearah Natsuki, Natsuki yang mendengar ucapan Sirzech hanya menatap tajam kearah Sirzech.
"Apa maksudmu sebenarnya iblis bodoh?" Ujar Natsuki dengan nada penekanannya.
"Rupanya sejak kejadian itu otakmu benar-benar sudah rusak, aku tak nyangka kau benar-benar tak mengerti maksudku, kau benar-benar sudah melupakan abdimu pada tuan putri" ujar Sirzech dengan nada dingin dan meremehkan.
SRUINGGG
Natsuki mengeluarkan pedangnya dari sarungnya dan menghunuskan kearah leher Sirzech.
"Tarik kembali ucapanmu itu Sirzech!" Ujar Natsuki dengan nada geram sembari menatap tajam kearah Sirzech.
"Jika aku tak mau, kau mau apa? Mengajakku bertarung?" Ujar Sirzech sembari menatap remeh kearah Natsuki.
"Aku tak akan menolak hal itu" ujar Natsuki sembari tersenyum penuh remeh kearah Sirzech.
"Hei kalian berdua apa yang kalian lakukan, Natsuki kumohon hentikan, dan Sirzech tarik kembali perkataanmu itu" ujar Seerchael berusaha menghentikan pertentangan kedua kstaria itu.
"Aku tak akan menarik kembali ucapanku, bukannya yang kukatakan ini benar? Jika dia memang belum kehilangan abadinya" ujar Sirzech dengan nada dinginnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stand By Me
FantasiSERI KEEMPAT GODDESS SERIES "Kejahatan dan kegelapan belum menerima kekalahan, kegelapan akan terus berjuang untuk mencapai tujuannya, jiwa yang terbuang akan mendukung kegelapan untuk mencapai tujuannya, maka tugas sang bunga matahari yang akan men...
