XV "The Demon Leader Representing 7 Deadly Sins"

15K 1.2K 105
                                        

"Para ksatria ada sesuatu hal yang ingin ku tanyakan pada kalian" ujar Nathan dengan nada tajamnya, mendengar itu para pengawal tadi membungkuk hormat dan menutup pintu, lalu kedua pengawal itu berjalan sejauh 4 meter menjauhi pintu agar mereka tak mendengar pembicaraan di dalam.

"Ada apa Nathan? Kenapa kau terlihat tegang seperti itu? Apa kau sedang terangsang sekarang?" Ujar Sirzech dengan nada mengejeknya, mendengar ejekan Sirzech, Nathan menatap tajam kearahnya.

Melihat aura gelap memenuhi tubuh Nathan dan raut wajah tegang dan tatapan tajamnya membuat Sirzech berdecih.

"Para ksatria ada yang ingin ku tanyakan pada kalian, dan atas perintahku aku ingin kalian menjawab pertanyaanku dengan jujur!" Ujar Nathan dengan nada tajamnya, mendengar itu para ksatria saling memandang sejenak lalu kembali memandang kearah Nathan.

"Yah, apa yang ingin kau tanyakan pada kami?" Ujar Yuuka dengan nada bingungnya.

"Apa benar Arthemis terlahir sebagai Hanabi?"

Deg

Deg

****
Di sebuah istana yang megah, terlihat Qana yang terlihat menghadap ke sang kakak yang merupakan pemimpin organisasi Akuma yang kini menjadi musuh seluruh umat di alam semesta.

Terlihat raut wajah datar sang kakak yang melihat kearah sang adik dengan tatapan tajamnya.

"Bagaimana misimu kali ini Qana?" Ujar Hecate dengan nada tegas dan juga tatapan tajamnya.

Mendengar pertanyaan kakaknya membuat Qana ketakutan, ia takut kakaknya akan murka dan akan menghukumnya.

"Maafkan aku kakak, kali ini misiku gagal" ujar Qana dengan nada takut, namun terlihat senyuman di wajah Hecate.

"Hahaha, apa maksudmu misimu gagal? Malah sebaliknya misimu berhasil dengan sempurna" ujar Hecate dengan senyuman di wajahnya membuat Qana terkejut bukan main dengan perkataan kakaknya itu.

"Berhasil? Apa maksudmu kakak?" Ujar Qana dengan nada heran, mendengar itu Hecate tersenyum manis kearah adik kecilnya itu.

"Maafkan kakak karena tidak memberitahukanmu tujuan misi ini sebenarnya, bukannya yang kukatakan padamu yaitu kau harus membuat ilusi untuk Arthemis agar segel kekuatan yang tuhan berikan hancur, namun bukan itu tujuan misi ini" ujar Hecate, Qana yang masih penasaran hanya terdiam sembari menunggu kakaknya melanjutkan pembicaraan.

"Tugas sebenarnya ialah kau harus menanamkan ilusi itu ke dalam pikiran Arthemis, namun di saat terakhir kau menyuntikkan suntikan yang diberikan Zain setelah kau menanamkan ilusi itu di pikiran Arthemis, maka dengan itu kita telah mendapatkan kartu As untuk menguasai seluruh alam semesta" ujar seseorang membuat Qana berbalik dan menunduk hormat.

"Salam hormatku nyonya besar" ujar Qana menunduk hormat kearah nyonya besar, melihat kedatangan nyonya besar, Hecate bangkit dan menunduk hormat kepadanya.

"Rupanya rencana Lucifer berjalan lancar" ujar Nyonya besar itu sembari tersenyum kearah Hecate, mendengar itu Hecate tertawa cukup keras namun tak lama terlihat senyuman seringai Hecate.

"Tentu saja, semuanya lancar" ujar Hecate dengan seringai di wajahnya.

"Maaf jika aku menyela, namun bisakah Anda memberitahu apa maksudnya kita mendapatkan kartu AS? Dan apa isi suntikan itu?" Ujar Qana dengan nada bingung.

"Hahaha, Qana adikku, apakah otakmu itu tidak bisa berpikir? Suntikan yang kau berikan pada Arthemis ialah darah para pemimpin iblis yang mewakili 7 Deadly Sins yaitu Lucifer ( kebanggan), Mammon (keserakahan), Asmodeus ( Nafsu birahi), Leviathan ( iri Hati), Beelzebub (kerakusan), Belphegor ( Kemalasan), dan yang terakhir Amon ( Kemarahan). Dengan suntikkan darah para pemimpin iblis itu maka kita akan mudah untuk membuat kegelapan menguasai Arthemis dan menjadikannya pemimpin dari pada 7 Deadly Sins" ujar Hecate membuat Qana terkejut, bagaimana tidak, ternyata para pemimpin yang paling ditakuti itu ikut dalam rencana ini.

Stand By MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang