VII "kedekatan sang bunga matahari kepada sang kaisar"

14.6K 1.2K 12
                                        

"Jadi aku tak bisa memberikan pewaris untuk Nathan? Bukannya itu tugasku sebagai seorang permaisuri?" Ujar Hanabi dengan nada sedih.

"Tenanglah permaisuri, untuk hal itu pasti ada cara, kita bisa tanyakan hal itu pada tabib besok" ujar Miko berusaha menenangkan Hanabi.

"Baiklah lebih baik kita beristirahat, Nathan untuk sementara kau bersama permaisuri" ujar Seerchael.

"Ingat kau jangan melakukan hal mesum, jika tidak kau akan terhempas kembali" ujar Sirzech dan seketika terlihat tatapan membunuh dari Hanabi.

"Gomenasai Arthemis-Sama"

****
Di kamarnya Hanabi terlihat membaca buku ditemani Zarrah dan juga Zian yang hanya menatap Hanabi yang sedang membaca buku.

Hanabi menghela nafas dan menutup buku di tangannya.

"Aku bosan" gumam Hanabi dapat di dengar oleh Zarrah dan Zian.

Hanabi terlihat berpikir dan tiba-tiba suatu ide cemerlang terpikir olehnya untuk mengusir rasa bosannya.

"Zian, Zarrah! Apa kalian mau menemaniku ke suatu tempat?" Ujar Hanabi, mendengar itu Zian dan Zarrah mengeritkan alis bingung dengan ucapan Hanabi.

"Pergi kemana putri?" Ujar Zarrah terlihat senyuman di wajah Hanabi.

"Kita akan pergi ke pelatihan para ksatria dan aku tak ingin menerima penolakan" ujar Hanabi memotong ketika melihat Zian ingin menyanggah ucapannya.

Di lorong kerajaan terlihat 3 orang pria yang mengenakan seragam prajurit, para pelayan menunduk hormat pada prajurit itu.

"Putri apa anda yakin kita tidak akan ketahuan?" Ujar Zian yang menggunakan pakaian prajurit lamanya namun kini mereka menggunakan kumis palsu agar wajah mereka tak terlihat.

"Aku yakin 100%, percayalah padaku" bisik Hanabi

"Tapi putri, apa kita harus menggunakan kumis palsu ini? Maaf namun kumis palsu ini menggelitik hidungku, aku tak bisa menahan diri untuk tidak bersin" ujar Zarrah berusaha menjauhkan kumis itu dari hidungnya.

"Tahan sedikit Zarrah, kan sudah kukatakan sebelumnya kalau kamu nggak kuat pakai janggut palsu ini saja" ujar Hanabi sembari menghela nafas.

"Baiklah putri saya akan berusaha" ujar Zarrah dengan nada lirih dikarenakan menahan bersinnya.

Akhirnya mereka tiba di ruang pelatihan kerajaan, terlihat manik membinar Hanabi melihat tempat pelatihan, kembali teringat kenangan dimana ia beserta teman-teman CEA berlatih.

"Hei kalian bertiga sedang apa disini?!" Tubuh Hanabi, Zarrah, dan Zian terhentak ketika mendengar seseorang menegur mereka.

Mereka berbalik dan melihat Yuuto berdiri dengan pakaian ksatrianya.

"Hormat kami ksatria" ujar Zian menundukkan badan hormat kepada Yuuto, melihat itu Hanabi dan Zarrah hanya terdiam dan akhirnya mengikuti gerakan Zian membungkuk.

"Bangkitlah, sedang apa kalian disini? Apa kalian salah satu prajurit disini?" Tanya Yuuto dengan nada sopannya namun terlihat senyuman kecil di wajahnya yang tak disadari oleh ketiganya.

"Benar tuan, kami salah satu prajurit disini" ujar Zian dengan nada sopannya.

"Oh, baiklah, tapi entah mengapa aku merasa familiar dengan kalian" tubuh mereka bertiga menegang ketika Yuuto menatap lekat kearah Hanabi, Zian, dan Zarrah yang saat ini sedang menyamar.

"Haha, mungkin cuma perasaanku saja, baiklah kalian bergabung dalam barisan, sebentar lagi latihan akan di mulai" ujar Yuuto sembari tersenyum, mendengar itu dengan segera Hanabi, Zarrah, dan Zian berjalan dan bergabung menuju barisan.

Stand By MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang