"Die portale enginzie" gumam Zarrah dan tak lama tercipta sebuah portal berwarna hitam kelam disamping Zarrah.
Zarrah mengambil sesuatu dari dalam portal itu dan terlihat sebuah berlian berwarna hitam di tangan Zarrah.
Sesaat Zarrah mengeluarkan berlian itu dari portal, tak lama portal itu menghilang.
"Senang bertemu denganmu keponakanku, Putri Arthemis Selene Macha Athanasia"
****
Di kamar Hanabi, terlihat Zarrah yang menatap tajam kearah Hanabi yang tertidur lelap.
Zarrah mengelus pelan rambut Hanabi dan tak lama rambut pirang Hanabi berubah warna menjadi silver, melihat itu Zarrah berhenti mengelus rambut Hanabi dan ia meletakkan berlian hitam di tangan kanannya tepat di dada bagian kiri Hanabi.
"Menjadi dirimu benar-benar menyusahkan yah, kau terus-terusan saja menderita, sepertinya dewa Nuzan sedang nempermainkanmu" ujar Zarrah sembari tersenyum, rambut Zarrah berubah warna menjadi silver dan maniknya berwarna silver.
"Sepertinya karena kita adalah keturunan Goddess hidup kita dipermainkan oleh si Nuzan yang sok kuat itu, menduduki posisi tertinggi dan dianggap sebagai tuhan membuatku ingin segera menghancurkannya" ujar Zarrah sembari mengelus pelan pipi Hanabi.
"Tapi sayangnya, Nuzan menciptakan dirimu yang memiliki kekuatan yang sebanding dengannya, dan dengan dirimu aku akan menghancurkan Nuzan, si dewa pencipta, ayah dari para Titan dan Dewi" ujar Zarrah sembari tersenyum, berlian hitam yang berada di dada kiri Hanabi bercahaya dan tak lama berlian itu menghilang.
Setelah berlian itu menghilang dan tubuh Hanabi bercahaya berwarna hitam membuat Zarrah tersenyum.
"Aku Amura Moondiana putri Moon goddess yang telah berpihak pada kegelapan memanggilmu wahai sahabat kegelapan, dengarlah panggilanku dan terimalah persembahan dari teman kegelapan yang akan terus mengabdi kepadamu dan tak akan mengkhianatimu, Mono Arzanta" cahaya di tubuh Hanabi menghilang dan rambut Hanabi perlahan berubah menjadi hitam dan terlihat tato berwarna hitam menjalar dari dahi hingga tulang pipi Hanabi, dan sebuah tato bulan sabit di dahi Hanabi yang semula berwarna silver kini berubah warna menjadi hitam.
Semua itu berlangsung selama 2 menit, setelah itu Surai Hanabi kembali seperti semula, tato di dahi hilang beserta tato bulan sabit itu, dan tak lama Hanabi membuka matanya perlahan, pemandangan pertama yang dilihat Hanabi ialah wajah Zarrah yang tersenyum manis kearahnya, manik dan surainya tetap berwarna silver membuat Hanabi merasa familiar dengan wujud Zarrah saat ini.
"Arthemis Selene Macha atau akan disebut kau Hanabi Himawari di masa depan saat kita bertemu lagi"
Siapa itu?
"Sayonara Hana-chan"
"Okaa-san?"
Perlahan mata Hanabi mulai menutup.
"Okaeri Emy"
"Okaa-san"
****
Di balkon kamarnya, terlihat Nathan berdiri sembari menatap kearah pemandangan hamparan bunga yang menari-nari mengikuti arah tiupan angin.
Nathan terdiam sembari kembali mengingat kenangan bersama dengan Arthemis, Nathan kembali meneteskan air mata ketika ia kembali mengingat saat dimana Arthemis meninggalkannya untuk selamanya.
Nathan menutup matanya membiarkan air matanya terus mengalir dan ingatan itu terus terputar dalam kepalanya namun...
"Tersenyumlah Nathan"
KAMU SEDANG MEMBACA
Stand By Me
FantasiaSERI KEEMPAT GODDESS SERIES "Kejahatan dan kegelapan belum menerima kekalahan, kegelapan akan terus berjuang untuk mencapai tujuannya, jiwa yang terbuang akan mendukung kegelapan untuk mencapai tujuannya, maka tugas sang bunga matahari yang akan men...
