XXXII "Eternal Holy Covenant"

8.7K 818 194
                                        

"Bisakah kami melihat tanda itu dokter?" Tanya Seerchael.

"Boleh, silahkan" ujar Dokter memberi izin, Seerchael berjalan kearah Hanabi yang masih tertidur dengan nafas yang memberat, Seerchael melihat tanda di dada Hanabi terkejut.

Yah ia tahu apa yang menyebabkan rasa sesak di dada Hanabi.

Yah penyebabnya ialah karena salah satu dari para ksatria tenggelam dalam amarah, dendam, kesedihan mendalam, dan juga putus asa.

Yah Dan ksatria itu adalah Natsuki, pemimpin para ksatria Bulan yang sudah tenggelam dalam sihir ilusi Qana.

****
Di Markas Akuma, terlihat para iblis, Hecate, dan juga Qana sedang duduk sembari meminum teh, kali ini Asmodeus ikut bergabung karena ia sudah sembuh dari luka parahnya.

Dengan gelisah Asmodeus mengaduk teh di cangkirnya, ya dirinya merasa sangat bosan, sudah lama sejak dirinya pulih ia hanya diam terduduk di Markas tanpa melakukan apa-apa.

"Nee, Hecate sampai kapan kita harus berdiam diri disini? Kau tahu aku benar-benar bosan" ujar Asmodeus sembari menatap kearah Hecate yang sedang meneguk tehnya.

"Memangnya kau mau apa? Kau ingin melawan putri Lucifer lagi?" Tanya Leviathan dengan nada datar, mendengar itu Asmodeus mendengus.

"Cih, siapa juga yang mau, aku tak mau masuk ke lubang yang sama, malahan dialah manusia yang paling kuhindari" ujar Asmodeus dengan nada datarnya, tubuhnya sedikit bergidik ketika ia kembali mengingat saat-saat putri Arthemis mengalahkannya sampai-sampai ia diambang Kematian.

Keheningan kembali melanda, Asmodeus menyandarkan kepalanya di atas meja dengan helaan nafas terus terdengar pertanda dirinya benar-benar bosan.

"Aku penasaran, apa yang akan terjadi pada Arthemis jika ia tahu siapa sebenarnya sosok pelayan yang selama ini melayaninya" ujar Beelzebub memecahkan keheningan, dirinya membayangkan tubuh babak belur nyonya besar ketika ketahuan mengkhianati Arthemis.

"Sudah pasti dia bakalan bernasib sama seperti Asmodeus, bahkan mungkin lebih parah" jawab Amon dengan nada datar, mendengar nama Arthemis saja sudah membuatnya benar-benar merinding.

"Amura Moondiana, seorang manusia yang beruntung bisa menjadi salah satu keturunan Moon Goddess, aku heran kenapa orang yang notabenenya putri goddess mau bekerja sama dengan kita?" Tanya Mammon dengan nada heran.

"Kau ini, seperti tidak kenal manusia saja, menurutmu apa yang akan terjadi jika manusia memiliki hidup yang suram dan juga penuh tekanan, tentu saja dia akan berpihak pada kegelapan, Amura Moondiana dan Audrey Marissa Athanasia memang sama-sama keturunan Moon Goddess, namun takdir mereka sangatlah berbeda" jelas Leviathan.

Hecate yang sedari tadi hanya terdiam meneguk tehnya, mengeluarkan sesuatu dari portalnya.

"Oh iya, nona Asmodeus apa kau mengenal pria di foto ini?" Tanya Hecate sembari memberikan selembar foto kepada Asmodeus, Asmodeus yang melihat sosok yang di foto mendengus acuh.

"Oh pria ini? Dia adalah pria bodoh yang mengatakan cinta padaku 50 tahun yang lalu" jawab Asmodeus dengan nada malasnya.

"Menurut informasi yang kudapat, pria ini baru saja meninggal 3 tahun yang lalu, apa kau tahu hal itu nona Asmodeus?" Tanya Hecate, mendengar itu Asmodeus menghela nafas.

"Ya, aku tahu, dan pria itu meninggal karena ku" ujar Asmodeus, mendengar itu terlihat smirk di wajah cantik Hecate.

"Kenapa pria itu bisa meninggal karenamu?" Tanya Beelzebub dengan nada penasaran, namun Asmodeus terlihat tak ingin membicarakan pria itu.

Stand By MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang