XLVII " Bangkitnya Nox Aplistia"

3.7K 532 125
                                        

"Tentu saja bisa, apa kalian lupa, Arthemis memiliki 2 kekuatan terlarang, Logis Tis Thesis dan Elenchontas ton Diavolo, kekuatan yang dapat mengendalikan Titan dan para dewa dan Dewi tentunya manusia, Logis Tis Thesis, sedangkan satunya Elenchontas ton Diavolo, kekuatan yang dapat mengendalikan kegelapan, aku bisa menguasai dunia dengan kekuatan itu, jika Arthemis dalam kendaliku bahkan Titan pun tak dapat berkutik" jelas Hecate.

"Aku tidak tahu apa alasanmu ingin menguasai dunia ini Hecate, bahkan aku sangat penasaran dengan hal itu" ujar Leviathan.

Rahang Hecate mengeras, tangannya mengepal kuat, dan terlihat raut wajah marah, namun semua itu menghilang diganti senyuman licik andalannya.

"Karena dunia ini sendiri yang membuatku menjadi pemeran Antagonis"

****
Di ruangan dimana para ksatria berkumpul terlihat para ksatria, para Dewi, Diavolos, dan Erlangga duduk mendiskusikan tentang apa yang terjadi kepada Hanabi.

"Itu artinya segala usaha yang kita lakukan sia-sia, segala perkorbanan yang kita berikan tidak membuahkan hasil apapun" ujar Diavolos sembari menghela nafas panjang.

"Benar tuan Diavolos, namun apa yang terjadi saat ini diluar rencana yang diberitahukan oleh tuan putri, banyak hal terjadi diluar perkiraan kita" ujar Seerchael.

"Aku tidak mengerti dengan takdir yang dihadapi adikku, mengapa hal buruk selalu menimpanya, berapa banyak lagi kesedihan dan penderitaan yang harus ia lewati" ujar Diavolos sedikit frustasi.

Seluruh orang diam, mereka merasakan hal yang sama, mengapa takdir begitu kejam terhadap Arthemis.

"Tapi aku merasa senang jika Arthemis tidak ikut dalam Peperangan, mungkin saja ini cara moon goddess untuk meringankan tugas Arthemis" ujar Erlangga.

"Kau benar, akupun merasakan hal yang sama, namun yang membuatku resah ialah dimana keberadaan jiwa Arthemis saat ini, hatiku benar-benar tidak bisa tenang" ujar Diavolos dengan nada khawatir.

"Apa mungkin jiwa Arthemis saat ini berada di Khaos Fos Athena?" Ujar Erlangga.

"Itu mungkin saja terjadi, namun aku masih belum yakin" ujar Diavolos.

"Lalu apa langkah kita selanjutnya? Apa kita akan berperang tanpa tuan putri?" Tanya Yuuka.

"Ya, mau bagaimana lagi, kita harus berperang tanpa Arthemis, saat ini prioritas utama kita adalah memenangkan peperangan, entah mengapa aku merasa sangat yakin kita bisa memenangkan peperangan walaupun tanpa Arthemis" ujar Diavolos sembari menghela nafas.

"Kau benar tuan Diavolos, dengan sifat Nathan saat ini kita bisa melalui semua ini, baru kali ini aku melihat Nathan memiliki tekad yang sangat kuat" ujar Natsuki.

"Sudahlah, kita sedang bersantai saat ini, tak baik jika kita membicarakan hal yang berat di suasana santai seperti ini, ngomong-ngomong aku ingin bertanya kepada kalian, apa yang akan kalian lakukan jika peperangan ini berakhir?" Tanya Diavolos pada seluruh Ksatria.

"Tentu saja kami akan senantiasa terus berada di samping tuan putri, mengabdikan seluruh hidup kami untuk tuan putri" ujar Yuuto, mendengar itu Diavolos menghela nafas.

"Bukan itu yang kumaksud, aku tahu kalian pasti akan terus berada di samping adikku, namun kalian memiliki kehidupan sendiri kan? Bukannya kalian harus menjalankan kehidupan kalian? Aku yakin hal itu yang diinginkan Arthemis" ujar Diavolos.

"Kau sudah pasti tahu Diavolos, Hinata, Deandra, dan Rhea akan menjadi pemimpin kerajaan, Hinata akan menjadi raja kerajaan manusia, Deandra akan menjadi ratu kerajaan Mermaid, dan Rhea akan menjadi Ratu kerajaan Fairy" ujar Erlangga.

Stand By MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang