XXXV "Victory Or Defeat"

6.2K 749 76
                                        

"Kita akan ke kerajaan Mermaid" ujar Hanabi, mendengar itu Evander mengangguk.

"Jadi kapan kita berangkat?" Tanya Evander.

"Malam ini" ujar Hanabi.

"Malam ini? Apa kau serius Hanabi? Kau tahu kan kau baru saja sembuh?" Ujar Nathan.

"Waktu kita tak banyak Nathan, jika kita membuat para warga terus tenggelam dalam ilusi maka ilusi itu akan terus tertanam dalam hati mereka selamanya" ujar Hanabi sembari menatap kearah alun-alun kota.

"Shiiro apa kau sudah siap?" Batin Hanabi.

"Aku sudah siap, kau tidak perlu khawatir, efek kutukannya sudah kutahan"

"Saatnya kau menemui kekalahan Hecate"

****
Di istana megah Akuma, terlihat Hecate, Qana, Nyonya besar, dan 7 iblis sedang berkumpul sembari meminum teh.

"Nona Asmodeus, sepertinya anda sudah bisa menyerang sekarang" ujar Hecate, mendengar hal itu Asmodeus segera bangkit dan siap berangkat ke istana Mermaid namun.

"Tunggu Asmodeus" ucapan Leviathan membuat langkah Asmodeus terhenti.

"Ada apa Leviathan?" Tanya Asmodeus dengan nada kesal, Leviathan terdiam, dirinya berniat memberi tahu bahwa Hanabi/Arthemis sudah mengetahui rencana yang di susun Hecate, namun dirinya merasa ragu.

"Ada apa Leviathan?! Kenapa kau terdiam?" Bentak Asmodeus sudah merasa kesal dikarenakan Asmodeus sudah tak sabar untuk menghajar Arthemis sampai babak belur.

"Aku sarankan kita mengganti rencana baru, rencana ini sangat bahaya, Ar- Akhhh" ucapan Leviathan terhenti ketika ia merasakan sakit yang teramat di dadanya, seperti yang dikatakan Hanabi/Arthemis sebelumnya, bahwa jika Leviathan menceritakan sesuatu mengenai kedatangan Hanabi/ Arthemis maka kutukannya akan aktif.

"Ada apa Leviathan? Kau kenapa?" Tanya Mammon ketika ia melihat Leviathan merasa kesakitan.

"Ah, aku tak apa-apa, tadi aku hanya tersedak air liurku sendiri" ujar Leviathan kembali bersikap normal namun ia masih merasakan sakit di dada kanannya.

"Apa-apaan kau ini Leviathan, kau mencegahku hanya dikarenakan alasan yang konyol?" Protes Asmodeus, mendengar ocehan Asmodeus, Leviathan menghela nafas.

"Kalau kau mau pergi, silahkan, siapa juga yang mencegah iblis bawel sepertimu" ujar Leviathan sembari melipat kedua tangannya di dada dengan mata tertutup.

Mendengar ucapan Leviathan, Asmodeus menggeram kesal, lalu tubuhnya menghilang.

Hecate menjauhkan cangkir teh dari mulutnya dan meletakkannya di meja dengan begitu anggun, maniknya mengarah ke Leviathan.

"Tuan Leviathan, apa ada sesuatu yang menganggu anda?" Tanya Hecate.

"Aku hanya ingin mengatakan bahwa..."

"Itu adalah perintah yang ringan untukmu karena kau adalah ayah dari putri Jennifer yang sedang mengandung buah hatiku dan Nathan, berterima kasihlah pada putrimu yang sudah kau terlantarkan selama ini"

Ucapan Leviathan terhenti ketika kata-kata Hanabi kembali terngiang di kepalanya, mengingat hal itu, Leviathan memutuskan untuk terdiam dan menikmati alur yang ada.

"Aku hanya ingin mengatakan, bahwa mungkin saja rencanamu gagal Hecate" ujar Leviathan, mendengar itu alis Hecate mengerut tak suka ketika mendengar ucapan Leviathan.

"Kenapa kau sangat yakin rencanaku bakal gagal tuan Leviathan?" Tanya Hecate dengan nada penekanan di setiap katanya.

"Aku hanya menduganya saja" jawab Leviathan acuh.

Stand By MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang