"Kau sudah tahu kan? Maka dari itu jalankan misimu esok hari, kabari aku jika kau ingin datang melapor, jangan sampai seseorang mengetahui kalau kau adalah mata-mata bahkan kaisar dan para ksatria, hanya kau dan aku yang tahu" ujar Hanabi, mendengar itu Miles menunduk hormat kearah Hanabi.
"Apapun perintahmu, akan kulakukan, walaupun itu mengharuskan aku menjadi musuh kekaisaran"
****
7 hari berlalu, Miles sudah meninggalkan kediamannya dan pergi menjelajah untuk melaksanakan perintah dari Hanabi sehingga kini hanya Nathan dan Hanabi yang tinggal di gubuk tersebut.
Hingga saat ini Nathan belum sadarkan diri, dan selama itu pula Hanabi yang merawat Nathan, Hanabi terkadang pergi ke desa sekitar untuk membeli obat dan juga bahan makanan dengan uang hasil menjual kayu bakar.
Selama tak sadarkan diri, Hanabi merawat luka Nathan dan juga membersihkan tubuh Nathan, belum ada kabar dari Miles membuat Hanabi sedikit khawatir.
Kini pagi sudah menyapa, terlihat Nathan yang berbaring di ranjang kayu tanpa kasur mulai sadar, dengan perlahan Nathan membuka matanya dan menatap sekitarnya yang terasa asing baginya.
Dengan perlahan Nathan bangkit dari posisi tidurnya sembari meringis menahan perih dari lukanya.
Nathan menatap kearah dadanya yang dibalut perban yang terlihat bersih menandakan bahwa seseorang merawat lukanya dengan baik.
Nathan perlahan turun dari ranjangnya, menahan rasa sakit berkeliling rumah mencari keberadaan Hanabi, namun nihil.
Setelah lelah berkeliling, Nathan duduk di atas ranjangnya sembari melamun, kembali mengingat apa yang sudah terjadi.
SRUINGGG
Lamunan Nathan terbuyarkan ketika ia mendengar seseorang membuka pintu, Nathan berbalik kearah pintu dan melihat sosok Hanabi yang baru saja datang dari kota.
"Ah, rupanya kau sudah sadar" ujar Hanabi tersenyum kearah Nathan, mendengar itu Nathan hanya terdiam sembari menatap kearah Hanabi yang menyimpan barang bawaannya.
Hanabi berjalan menghampiri Nathan, menarik kursi yang berada di diatas ranjang tempat Nathan duduk dan Hanabi duduk di kursi itu sembari menatap kearah Nathan.
"Darimana saja kau?" Tanya Nathan dengan nada datarnya.
"Aku baru saja dari desa sekitar sini untuk membeli bahan makanan dan juga obat untukmu" ujar Hanabi sembari tersenyum, Nathan menatap kearah Hanabi dari ujung kaki hingga ujung kepala, melihat penampilan Hanabi yang berubah dengan manik berwarna coklat dan Surai berwarna hitam pekat.
"Memangnya kita dimana sekarang? Rumah siapa yang kita tempati saat ini? Apa kau baru saja membeli rumah dengan harga murah lagi?" Tanya Nathan.
"Yah kita berada di tengah hutan Azamon, dan aku tidak membeli rumah ini, ini rumah milik Miles Aqulton" jawab Hanabi, mendengar itu kening Nathan berkerut menatap kearah Hanabi dengan tatapan bingung.
"Miles Aqulton? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu" ujar Nathan, mendengar itu Hanabi tertawa kecil.
"Hahaha, Miles Aqulton itu pria yang mengantarmu ke kedai pak Riku, masa kau tak mengingatnya" ujar Hanabi sembari tersenyum.
"Oh, aku ingat, tapi kenapa dia membiarkan kita menempati rumahnya? Terus dimana si tuan baik hati itu?" Tanya Nathan dan wajah dan nada bicara yang datar.
"Sudahlah, kau ini baru sadarkan diri udah banyak tanya, kau pasti lapar kan? Aku akan siapkan makanan untukmu" ujar Hanabi, bangkit dari duduknya dan mulai menyiapkan makan untuk Nathan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stand By Me
FantasySERI KEEMPAT GODDESS SERIES "Kejahatan dan kegelapan belum menerima kekalahan, kegelapan akan terus berjuang untuk mencapai tujuannya, jiwa yang terbuang akan mendukung kegelapan untuk mencapai tujuannya, maka tugas sang bunga matahari yang akan men...
