XIII " Kembalilah Tuan Putri"

15.4K 1.3K 96
                                        

"Saatnya kau mengamuk temanku" ujar Qana dan tak lama mata Hanabi terbuka dan memperlihatkan manik merah darah dan silver Hanabi dengan simbol Akuma di kedua matanya.

Melihat itu para ksatria, Nathan, dan Hinata terkejut melihat penampilan Hanabi saat ini.

Hanabi merentangkan sayap hitamnya dan menghempaskan sayapnya seketika api yang membakar perkampungan Zuna menghilang, tanah dipenuhi bunga mawar putih membuat Nathan dan Hinata mengeritkan alis bingung dengan apa yang terjadi, namun bagi para Ksatria itu adalah kekuatan yang tak seharusnya digunakan Hanabi saat ini.

"Silahkan kalian merasakan kekuatan dari Dewi kepercayaan tuhan yang telah memihak kepada kegelapan" ujar Qana sembari tersenyum puas.

****
Nathan dan Hinata masih saja mengerit bingung ketika melihat penampilan Hanabi saat ini, namun tubuh mereka tak henti-hentinya merinding ketika merasakan aura Hanabi.

"Qana apa yang telah kau perbuat dengan permaisuri?!" Geram Sirzech, sungguh dengan bangkitnya kekuatan itu maka tubuh Hanabi akan hancur dan Hanabi akan kehilangan keabadiannya.

"Aku tak melakukan apa-apa, hanya saja Hanabi ingin menjadi kuat maka dari itu kekuatannya telah bangkit, namun sayang kekuatannya tak bangkit sepenuhnya" ujar Qana dengan nada santainya, mendengar itu Sirzech menggeram marah.

"Qana kumohon lepaskan permaisuri, jika kekuatan itu bangkit maka permaisuri akan kehilangan keabadiannya" ujar Seerchael berusaha tenang dan membujuk Qana.

Melihat Seerchael berusaha membujuknya membuat Qana tertawa begitu keras.

"Hahaha, apa kau serius ingin membujukku seperti itu Seerchael?" Ujar Qana meremehkan Seerchael, tak tahan dengan sikap Qana, Sirzech bersiap menyerang namun Yuuka menahannya.

"Ini untuk terakhir kalinya, lepaskan tuan putri jika kau tak ingin kami sakiti" ujar Seerchael dengan nada tajamnya, dirinya berusaha menahan diri dikarenakan ia tak ingin Hanabi terluka jika ia menyerang tanpa adanya rencana.

"Sudah cukup! Berhenti basa basinya, jika kalian ingin menyerang, maka seranglah aku" ujar Qana, mendengar itu para ksatria melakukan formasi bersiap.

"Kaisar! Hinata! Pergilah ke tempat para Dewi dan lindungi mereka, kami akan mengulur waktu agar para Dewi dapat mengeluarkan kekuatan untuk mengembalikan tuan putri" ujar Seerchael, mendengar itu Nathan dan Hinata mengangguk paham.

Seerchael dan para ksatria menatap kearah Qana yang tersenyum sinis kearah para ksatria.

"Apa kalian sudah siap? Aku mulai yah" ujar Qana mulai merentangkan tangannya ke samping.

"Wahai sahabat kegelapan! Dengarlah panggilanku! Bantulah aku dan hancurkan musuh yang menghalangi jalanku" tak lama awan mulai menghitam dan terdengar suara petir yang menyambar dimana-mana, angin mulai bertiup kencang, sebuah lambang bulan sabit hitam terlihat di dahi Hanabi dan lambang itu bercahaya.

"Wahai pemuja kegelapan! Aku penguasa kegelapan menerima panggilanmu! Atas kebesaran ku aku akan memenuhi permintaanmu! Lenyapkan kebenaran dan bawalah kegelapan menuju puncak" ujar Hanabi membuat para ksatria menggeram marah.

Lambang bulan sabit hitam di dahi Hanabi kini berada di dahi Qana, dengan adanya lambang itu menandakan bahwa Hanabi berada di bawah kendali Qana.

"Baiklah temanku, lindungi aku dan serang mereka" ujar Qana, dengan tatapan kosongnya Hanabi menatap kearah para ksatria, melihat itu para ksatria kembali ke posisi siaga.

"Ingatlah jangan menyerang tuan putri apapun yang terjadi" ujar Natsuki membuat teman-temannya mengangguk.

"Multira" ujar Hanabi dan tak lama puluhan Magic Circle tercipta di belakang Hanabi, magic circle itu mengeluarkan kekuatan api dan menyerang para ksatria secara babi buta.

Stand By MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang