"Mama?"
"Tuan putri?"
"Arthemis?"
Yah sosok itu ialah Arthemis, lebih tepatnya Arthemis tiruan yang dibuat Hecate dengan menggunakan DNA Arthemis.
Leviathan menatap kearah Hanabi, yang hanya terdiam dengan kedua tangan dilipat kedada dan tatapan mata tajam.
Hanabi berbalik kearah Leviathan yang awalnya menatap kearah Arthemis palsu, seringai terlihat di wajah Hanabi membuat Leviathan menelan ludah kasar.
"Checkmate"
****
Kini, istana serta kekaisaran digemparkan oleh berita mengenai hadirnya sang putri pembangkang yang sebelumnya diberitakan telah kehilangan keabadian saat hancurnya Fos Athena.
Rakyat serta para bangsawan menyambut suka cita atas kehadiran Arthemis, namun Nathan, para Dewi, para ksatria, dan Gisyana merasa tak senang akan hal itu.
Mereka masih tidak menyangka bahwa Arthemis akan terlahir kembali, Nathan dan Gisyana yang tak mengetahui bahwa Arthemis benar-benar terlahir kembali sebagai Hanabi harusnya merasa senang akan kembalinya Arthemis malah merasakan hal yang sebaliknya.
Para ksatria dan Dewi yang mengetahui bahwa putri Arthemis terlahir kembali sebagai Hanabi Himawari merasa bimbang, karena aura, kekuatan, dan raut wajah sangat mirip dengan yang mulia putri Arthemis.
Sikap Hanabi sejak kedatangan Arthemis yang membuat Nathan dan Gisyana merasa sedih, karena sejak kedatangan Arthemis, Hanabi terlihat menjauhi Nathan, Gisyana, para Dewi, dan para ksatria bulan.
Saat Nathan dan Gisyana mengunjungi kediaman Hanabi, namun Hanabi mengunci kamarnya dan berkata pada Rhea bahwa ia tak ingin di ganggu.
Yah, hanya para ksatria sabit yang tak dijauhi oleh Hanabi, bahkan saat latihan pun, Hanabi seakan menolak para ksatria bulan untuk bergabung.
Para Dewi yang ingin melayani Hanabi seperti biasa pun merasakan sikap acuh Hanabi, karena tugas para Dewi telah digantikan oleh Rhea, Yuna, dan Deandra.
Kini di ruang dimana para ksatria sering berkumpul dan bersantai, di tengah malam, Nathan, para ksatria bulan dan sabit, para Dewi, dan Gisyana berkumpul.
Hening, semua hanya terdiam tak ada yang berbincang, mulut mereka terkatup dengan pikiran dan perasaan yang terkecamuk.
"Nathan dimana tuan putri Arthemis?" Tanya Seerchael membuka suara di tengah keheningan.
"Dia sedang beristirahat dikamar, setelah melakukan perawatan" jawab Nathan, mendengar itu Seerchael mengangguk.
"Para ksatria ada satu hal yang ingin kutanyakan pada kalian" ujar Nathan mengarahkan pandangannya pada Nathan.
"Ada apa Nathan? Kau ingin menanyakan apa?" Tanya Natsuki, mendengar itu Nathan menghela nafas.
"Apa kalian menyembunyikan sesuatu yang penting padaku?" Tanya Nathan, mendengar itu para ksatria baik bulan maupun sabit saling memandang.
"Apa maksudmu Nathan?" Tanya Yuuka meminta Nathan menjelaskan maksud pertanyaannya tadi.
"Mengenai Arthemis, apa kalian menyembunyikan sesuatu dariku? Sejak kedatangan Arthemis, entah kenapa aku merasa tak suka dengan hal itu, apalagi disaat Hanabi semakin menjauhiku membuatku semakin tak suka, aku merasa Hanabi menjauhiku karena adanya Arthemis Disini, apa kalian sudah tahu kalau Arthemis akan terlahir kembali?" Jelas Nathan, mendengar itu para ksatria saling tatap.
Mereka ingin memberitahukan Nathan yang sebenarnya, namun janji mereka pada putri Arthemis sebelumnya membuat mereka mau tak mau harus bungkam.
"Aku akan katakan yang sebenarnya padamu, yang mulia" seluruh tatapan mengarah pada Rhea yang tersenyum kearah Nathan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stand By Me
خيال (فانتازيا)SERI KEEMPAT GODDESS SERIES "Kejahatan dan kegelapan belum menerima kekalahan, kegelapan akan terus berjuang untuk mencapai tujuannya, jiwa yang terbuang akan mendukung kegelapan untuk mencapai tujuannya, maka tugas sang bunga matahari yang akan men...
