Bab 48

1.8K 165 10
                                    

Sejak saat dimana Lisa menceritakan semuanya tentang mantan kekasihnya yang datang itu, Sehun menjadi tidak banyak berbicara.

Lisa berkali kali berusaha agar membuat Sehun berbicara seperti biasa namun usahanya gagal, suaminya itu hanya berbicara padanya disaat itu penting dan jika tidak penting ia akan tetap diam.

Sudah 4 hari lamanya Sehun mendiamkannya, dan hal tersebut nyaris membuat Lisa stres. 4 hari terasa seperti 4 bulan. Lisa tidak terbiasa dengan suasana seperti sekarang ini. Lisa merindukan suaminya yang dulu.

Lisa mengerjapkan matanya saat dirasa Sehun telah memasuki kamar, pria itu masuk tanpa menatap padanya dan hal tersebut sukses membuat Lisa kecewa.

Lisa menghela nafas sejenak sebelum memulai pembicaraan terlebih dahulu, setelah itu ia bersiap untuk membuka bibirnya namun niatnya ia urungkan karna mendengar suara suaminya itu.

"aku lelah, biarkan aku istirahat"tukas Sehun seraya duduk di sofa dan merebahkan tubuhnya di sofa tersebut.

Lisa yang mendengarnya hanya diam, ia memperhatikan gerak gerik suaminya itu dengan pandangan kosong. Sampai kapan hal ini terjadi padanya?

Beberapa menit kemudian, indera pendengarannya mendengar suara dengkuran halus milik sang suami. Lisa menatap Sehun yang sedang tertidur itu dengan rasa campur aduk. Sejak saat itu, Sehun memutuskan untuk tidur di sofa kamar dan mandi di ruangan berbeda. Sebegitu kecewanya Sehun padanya?

"Sehun-ah, aku merindukanmu"cicit Lisa pelan, bulir bulir air matanya berjatuhan. Lisa tidak tahan, ia ingin Sehun kembali, ia menyesal karna ia tidak menolak saat mantan kekasihnya itu menciumnya.

Lisa mendongakkan kepalanya ke atas untuk mencegah air matanya jatuh, bibirnya ia paksakan untuk tersenyum, ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan sang suami meskipun ia tidak melihatnya.
































Sehun mengerjapkan matanya beberapa kali, sekilas pandangannya mengarah ke jam dinding yang terletak di hadapannya itu. Pukul 1 a.m.

Setelah mengumpulkan nyawanya, Sehun mengalihkan pandangannya ke arah ranjang disana, kosong. Sehun menoleh menatap pintu kamar mandi itu yang terbuka sedikit lalu beranjak menghampirinya.

Sehun membukanya perlahan dan pandangannya seketika bertemu dengan pandangan sang istri. Mereka berdua sama sama terdiam beberapa saat, Sehun yang tersadar seketika mengalihkan pandangannya ke segala arah.

"aku sudah memperingatkanmu untuk tidak mandi malam"tukas Sehun seraya menatap mata Lisa ragu, sedangkan Lisa, ia hanya tersenyum menanggapi ucapan Sehun.

"aku suka saat kau marah padaku karna mencemaskanku"ujar Lisa masih dengan senyumnya yang mengembang.

"dan aku tidak menyukainya"ujar Sehun dan berlalu pergi dari sana. Lisa yang mendapat respon dari Sehun, ia hanya bisa tersenyum sembari menatap punggung Sehun yang menjauh darinya.























Lisa tersenyum lebar saat pandangannya bertemu dengan pandangan Sehun, dengan gerakan cepat kakinya melangkah mendekati Sehun yang berada di dapur.

Saat tubuhnya telah berhadapan dengan Sehun, ia memilih untuk diam sembari menatap lekat sang suaminya. Sesekali mengangumi ketampanan yang dimiliki oleh suaminya itu, bagaimana bisa orang percaya jika Sehun telah memiliki istri dan sebentar lagi mempunyai anak?orang orang pasti tidak mempercayai hal tersebut.

Sehun yang gugup memilih untuk memundurkan langkahnya lalu menyodorkan piring tadi yang ia bawa ke arah Lisa, setelah itu ia berlalu meninggalkan Lisa di dapur dan berjalan ke arah ruang tengah untuk menonton acara bola.

Tanpa Sehun sadari, Lisa mengikutinya dari arah belakang sembari membawa piring tadi.

Sehun mendudukkan dirinya di karpet hitam, tangannya berniat untuk mengambil remote televisi tapi ia urungkan karna Lisa lebih dulu mengambilnya.

"berikan"pinta Sehun pada Lisa.

"tidak, aku akan memberikannya padamu jika kau tidak mendiamiku"ujar Lisa seraya duduk di samping Sehun.

Sehun tahu jika Lisa tidak akan memberikannya dengan mudah, dan ia harus menurutinya agar istrinya itu memberikan barang yang ia inginkan.

"berikan padaku"pinta Sehun sekali lagi dengan mengulurkan tangannya. Lisa menggeleng kuat, ia tidak ingin menyerah sebelum keinginannya terpenuhi.

"kau harus berjanji padaku"ujar Lisa.

"aku akan berjanji"ujar Sehun.

"kau harus berjanji untuk tidak mendiamkanku lagi, aku tau aku salah dalam hal itu, berulang kali aku meminta maaf padamu, tapi kau tetap pada pendirianmu itu, aku tidak nyaman saat kau mendiamkanku, aku ingin kau yang dulu"ujar Lisa sesegukan.

Sehun menghela nafas panjang, menahan emosinya agar tidak meledak dan membuat masalah menjadi runyam. Tangannya terulur untuk mengambil tangan Lisa, setelah itu mengecupnya sekilas. "aku berjanji.."
































BERSAMBUNG

























See you, ILY❤️

Forced Marriage ( Hunlis )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang