Bab 37

3.2K 167 3
                                    

Di pagi harinya, terlihat beberapa orang sedang berolahraga di luar sana. Beberapa dari mereka berolahraga secara berpasangan.

Lisa mengerjapkan matanya beberapa kali, tangannya ia gunakan untuk menutupi wajah cantiknya yang terkena sinar matahari meski sedikit. Lisa mengedarkan pandangannya ke arah suaminya yang sedang tertidur.

"Sehun-ah"cicit Lisa pelan, Lisa mendengus malas melihat suaminya itu yang sama sekali tidak terusik dengan suaranya. Lisa segera menarik tangan Sehun lalu mencubitnya pelan, "Sehun bangun!"rengek Lisa.

Sehun membuka matanya dengan perasaan campur aduk, matanya menatap manik mata Lisa lalu berkata "Ada apa?"tanya Sehun serak. Lisa menggeleng pelan, "Tidak, aku hanya merasa bosan berada di sini"ujar Lisa apa adanya.

"Bukankah kau tadi tidur, mengapa bisa bosan?"tanya Sehun seraya mendudukkan dirinya, punggungnya ia tempelkan di kepala ranjang. Lisa mendekat ke arah Sehun lalu menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.

"Ishh tidak bisakah kau mengajakku keluar?"desis Lisa malas, Sehun tersenyum kecil lalu mengusap lembut rambut istrinya. "Memangnya kau mau kemana?"tanya Sehun.

"Makan"kata Lisa semangat, kepalanya ia tarik lalu menatap mata Sehun penuh harap. Sehun tertawa kecil, tangannya terulur untuk mengacak kecil rambut Lisa. Sehun mengangguk kecil lalu mengecup lama dahi Lisa.

"Aku mau mandi bersama"kata Lisa tiba tiba, Sehun seketika menatap Lisa bahagia, "Benarkah?"tanya Sehun, Lisa mengangguk kecil, tangannya menarik Sehun ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, Sehun merasa ada yang tidak beres dengan istrinya ini, tak biasanya Lisa bersikap seperti ini, apa yang sedang terjadi?ia sama sekali tidak tau.
























































Jam menunjukan pukul 8 pagi, Sehun berjalan mendekati Lisa yang sibuk mengeringkan rambutnya yang basah. Saat sudah berada di belakang istrinya ini, Sehun mengambil alih hair dryer. "Ada apa dengan sikapmu kali ini hmm?"tanya Sehun.

Lisa menatap suaminya itu melewati pantulan kaca di depannya, "Kenapa dengan sikapku?kau tidak menyukainya?"tanya Lisa kesal, wajahnya yang semula senang seketika menjadi kesal. "Tidak, aku hanya penasaran, kau kenapa?katakan padaku"balas Sehun.

"Aku tidak tau, aku juga tidak merasakan perubahan dengan sikapku, itu hanya perasaanmu saja"ujar Lisa sedikit kesal, Sehun lebih memilih diam, ia tidak ingin berdebat dengan Lisa karena masalah kecil, mungkin saja bila ia membalas perkataan istrinya masalah bisa saja membesar.

"Sudah selesai, aku akan menunggu di bawah"ujar Sehun, sebelum melangkahkan kakinya, pergelangan tangannya di tahan oleh Lisa.

"Tunggu di sini, aku mau berganti pakaian"ujar Lisa, Lisa menyuruh suaminya itu untuk duduk di sofa yang ada di kamarnya, sedangkan dia sedang memilih baju.

Selesai berganti pakaian, mereka berdua memilih untuk pergi dengan menaiki motor, Lisa meminta Sehun agar pergi dengan motor bukan mobil. Lisa memeluk Sehun erat, tangannya sesekali mengusap lembut perut Sehun seperti sekarang ini.

"Sayang, turunkan tanganmu itu, aku tidak fokus mengendarai"ujar Sehun sedikit keras, Lisa mendengus kesal lalu menarik tangannya. Sehun yang mengerti jika istrinya itu kesal terhadap dirinya ia hanya terkikik geli, tangan satunya ia gunakan untuk menarik tangan Lisa supaya memeluk perutnya kembali.

Tangannya mengusap lembut tangan Lisa, "Berbahaya, kau bisa jatuh sayang"tutur Sehun, Lisa mengerucutkan bibirnya. Sehun yang melihat Lisa dari kaca spion hanya terkekeh, "Yakk!kau menertawaiku huh?!"pekik Lisa kesal.

Forced Marriage ( Hunlis )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang