Jam menunjukan pukul 06.00 pagi, tetapi lelaki pucat tidak segera bangkit dari tidurnya dia lebih menggulung dirinya ke dalam selimut. "Woi bangun!"pekik seorang gadis dalam balik pintu kamar, tampaknya lelaki itu masih tidak segera bangun dan bergegas ke sekolah. Dia merasa letih dengan tubuhnya, dia ingin tidur seharian ini, tetapi apa boleh buat gadis di balik kamar yang ia tiduri terus berteriak agar dia bangun.
"YAK!OH SEHUN BRAMASTYA BANGUN!"teriak sang gadis, Sehun yang merasa terganggu tidurnya akhirnya bangun dan menghela nafas kasar, Sehun melirik jam dinding dan betapa kagetnya dia, Sehun jarang bangun sepagi ini. Sehun hampir tidak pernah bangun sesiang ini, dia telat ke sekolah bukan karena dia kesiangan bangun tapi karena debat dulu bersama papahnya, kata Sehun papahnya selalu menghancurkan moodnya.
"OH SEHUN BRAMASTYA!"teriak gadis itu lagi, oh betapa malangnya nasib telinga Sehun. Telinganya seakan akan tuli karena teriakan dari gadis di balik pintu itu, sungguh menyebalkan, pagi pagi sudah membuat rusuh, seharusnya kemarin Sehun pulang dan tidak menginap disini, menginap disini membuat telinganya tuli saja. Sehun sangat menyesal.
"Gue udah bangun nyonya Oh!"pekik Sehun, Sehun dapat mendengar dengusan malas dari sang gadis sontak membuatnya terkikik geli, nyonya Oh?panggilan yang bagus!.
"Cepet turun ke bawah lo, udah di tungguin nenek!"pekik gadis itu sekali lagi, setelah mengatakan itu sang gadis langsung saja pergi dari kamar.
Sehun pun otomatis melompat dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi, berusaha mandi secepat mungkin, karena biasanya Sehun mandi 15 menit, itu juga sama keramas, Sehun hampir setiap hari melakukan ritual keramasnya, karena dia tidak mau rambutnya bau dan kusut.
LISA POV
Sekarang gue berada di meja makan, disini sudah ada nenek, dan kakak gue. Kalo kalian bertanya kakek dimana?jawabannya adalah dia sedang bermain di rumah bokap dan nyokap Sehun, entah apa yang mereka diskusikan, tapi yang jelas masalah pernikahan gue dan juga Sehun. Gue rasanya ingin terbang begitu tinggi saat menyadari kalo Sehun adalah jodoh gue, tapi kenapa gue agak cuek ke dia?jawabannya adalah gue gak suka sifat Sehun yang menjadi lemah lembut, gue udah terbiasa dengan sifat juteknya.
Gue menoleh karena mendengar suara langkah kaki dari arah tangga, gue melihat lelaki bertubuh tinggi, berbadan kekar, berkulit putih, rahang tegas, cukup membuat gue terkesima dengan ke tampanannya. Siapa lagi kalau bukan, 'Oh Sehun Bramastya' laki laki yang di kenal super dingin, jutek, dan omongannya pedas.
Gue ngelihat penampilan Sehun dari bawah ke atas, gue tidak dapat mengalihkan pandangan gue darinya, sungguh pemandangan yang indah, tubuhnya yang gagah, idaman!.
Saat Sehun duduk di sebelah gue, sontak membuat gue pangling, gue juga merasa gugup, padahal sudah biasa gue duduk sebelah dia, tapi sekarang rasanya beda banget, apa lagi nanti kalo gue udah nikah sama dia!WOW SUNGGUH TIDAK DI PUNGKIRI KALAU GUE BAHAGIA!.
"Ini sarapanmu Sehun"ujar nenek gue sembari menyodorkan makanan, gue senyum ke arah Sehun, tatapan gue masih belom teralihkan dari dirinya. "Wow saya tidak pernah sarapan di pagi hari, baru kali ini"ucap Sehun, wait...sejak kapan Sehun pake kosa kata 'Saya?' rasanya aneh.
"Sok pake kata saya, cih caper"ujar gue sinis, gue melirik melihat ekspresi Sehun, gue kira dia akan marah atau gak kesel, tapi ternyata dugaan gue salah, muka dia biasa aja, mukanya datar. Dia gak tersinggung sedikit pun apa?manusia aneh, kutub es!.
Kita semua mulai makan dengan keadaan hening tanpa ada yang mau membuka suara, nenek?dia berada di kamarnya, nenek sedang istirahat, kakak?tentu saja dia berangkat kerja, karena gue udah ada yang anter sekolah. Tinggal lah gue dan Sehun, gue menghela nafas dan hendak mengambil minuman, sebelum gue ambil minuman itu udah di ambil sama kutub es, ish menyebalkan!.
"Itu kan minuman gue!"rengek gue, gue memanyunkan bibir dan menatap Sehun dengan tatapan memelas, Sehun yang melirik ke arah gue hanya mendengus malas dan meneguk minuman itu, setelah 1 tegukan dia menyodorkan minuman itu ke gue.
"Itu bekas lo, gak mau gue"ujar gue, Sehun hanya menatap gue dengan tatapan andalannya, kembali lagi sifat juteknya. Huft gue harus sabar menghadapi ini, Sehun nyebelin tapi sayang😆
"Bye gue berangkat"ujarnya sembari melangkah meninggalkan meja makan, gue otomatis berlari menghampiri Sehun yang berjalan mendekati pintu, "Gue ikut"ujar gue, Sehun menoleh dan mengangguk malas.
Belum sempat gue masuk ke mobilnya, ada yang narik tangan gue, otomatis gue jatuh ke belakang, gue merasakan tangan kekar menahan gue, gue mendongak dan menatap orang itu, ternyata.....
BERSAMBUNG
SIDERS HARAP SADAR, DAN BAGI YANG PLAGIAT TOLONG MINGGAT DARI CERITA INI!.
JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAMKU YA '@zahh07_' TUH JANGAN LUPA FOLLOW, SEKIAN TERIMA SEHUN!🙏

KAMU SEDANG MEMBACA
Forced Marriage ( Hunlis )
RandomBercerita tentang perjodohan paksa, yang sama sekali tidak di inginkan keduanya, mereka berdua sama sama tidak menyukai satu sama lain, hingga waktu terus berjalan dan menumbuhkan rasa suka dari keduanya. 22 Mei 2019 - Sekarang