Jam menunjukan pukul 2 pagi, Lisa terpaksa membuka matanya lebar lebar saat dirinya merasa kehausan, Lisa mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum melepaskan pelukan dari suaminya tersebut.
Lisa mengusap lembut pipi Sehun berharap suaminya itu terbangun dan mengambilkan minum untuknya, tapi itu sia sia, Sehun bahkan tidak terusik sama sekali, ia makin mempererat pelukannya pada Lisa. Lisa mendengus kesal, tangan Sehun ia singkirkan dari pinggangnya dengan kasar.
Sehun tersentak saat Lisa menghempaskan tangannya itu, ia terpaksa membuka matanya melihat Lisa. Sehun menatap Lisa penuh tanda tanya, sedangkan Lisa ia hanya menatap Sehun malas.
"Kenapa kau terbangun humm?"tanya Sehun seraya menarik tubuh Lisa supaya menempel padanya, sebelum itu Lisa mendorong pelan tubuh Sehun supaya menjauh darinya. "Ambilkan aku minum"tutur Lisa pada Sehun.
Sehun tersenyum kecil mendengarnya, "Ah kau terbangun karena kehausan hmm?"tebak Sehun dengan benar, Lisa mengangguk kecil, Sehun segera beranjak berdiri dari ranjang. "Sehun-ah, aku ingin nasi Padang"ujar Lisa pelan, Sehun menatap Lisa tak percaya.
"Sayang, tidak ada nasi Padang di pukul 2 pagi, besok akanku belikan untukmu"ujar Sehun, Lisa menggeleng cepat, "Tidak aku ingin sekarang!"tegas Lisa, Sehun menghela nafas, "Nasi Padang di jam segini mustahil menemukannya, tak seperti biasanya kau begini"ujar Sehun heran.
Lisa menatap Sehun tajam, "Aku ingin nasi Padang sekarang!!"pekik Lisa kesal, Sehun mengangguk pelan, "Aku akan membawakannya untukmu, tapi.. aku tidak berjanji jika ada yang menjualnya di jam seperti ini, aku akan membawakan makanan apa adanya saat nasi Padang tidak ada"cicit Sehun. Setelah itu Sehun segera mengganti pakaiannya dan berjalan pergi dari kamar.
Sehun berjalan pelan menghampiri Lisa yang saat ini tertidur pulas dengan posisi membelakangi pintu. Sehun menghela nafas panjang, Sehun meletakkan kantung plastik itu di meja samping ranjang. Sehun melirik sekilas jam dinding di sana, dan ini pukul 4 pagi, jadi ia menghabiskan waktu 2 jam untuk mencari nasi padang.
Sehun mengecup pipi Lisa dan segera membaringkan tubuhnya di samping sang istri. Belum sempat Sehun memejamkan matanya Lisa memanggilnya, "Sehun-ah, mana nasi Padang ku?"tanya Lisa, matanya terbuka sedikit untuk sekedar melihat wajah suaminya itu.
"Kau mau makan sekarang?"tanya Sehun, Lisa menggeleng, "Itu untukmu"ujar Lisa pelan, Lisa kembali menutup matanya saat di rasa dirinya sudah tidak kuat menahan matanya ini. Sehun mengerjapkan matanya beberapa kali, oh astaga bahkan dirinya sudah bersusah payah keliling kemana kemari tapi usahanya sia sia, ia bahkan tidak menyukai nasi Padang.
Sehun menghela nafas jengah, ia berusaha menahan kekesalannya pada sang istri. Memeluk pinggang Lisa adalah hal yang pertama ia lakukan, bibirnya menyentuh lembut dahi Lisa, mengecupnya sekilas lalu segera menyusul istrinya itu ke alam mimpi.
Sehun mengerjapkan matanya saat sinar matahari tidak sengaja mengenai dirinya, Sehun menoleh ke samping untuk mencari keberadaan Lisa tapi mustahil, istrinya itu tidak ada di sini.
"Lalisa!"pekik Sehun, ia segera berlari ke bawah untuk mengecek apakah Lisa ada di sana. Dugaan Sehun benar, istrinya itu sekarang tengah berada di meja makan dengan nasi Padang yang ia beli tadi. Sehun menghela nafas lega.
"Kau menyukainya?"tanya Sehun seraya mengusap lembut rambut Lisa, Lisa mengangguk kecil menanggapi ucapan Sehun. "Sehun-ah, maaf tadi aku merepotkanmu"ujar Lisa pelan.
Sehun terkekeh kecil, "Apapun untukmu akanku lakukan"balas Sehun seraya mengecup sekilas bibir ranum istrinya itu, Lisa mendengus malas melihatnya, "Mandilah kau mau makan apa?"tanya Lisa seraya mengusap lembut kedua rahang tegas suaminya itu.
Sehun tampak berpikir beberapa detik, "Apapun yang kau masak aku akan memakannya habis"ujar Sehun dengan senyum di bibirnya, Lisa mengangguk mengerti, ia beralih pada bungkusan tadi, "Buangkan ini"pinta Lisa.
Sehun menurut, ia segera mengambil lalu berjalan ke arah dapur membuangnya di tempat sampah. Sehun kembali ke meja makan untuk bertemu istrinya itu, "Akhhh!! Sehun-ah tolong!!"pekik Lisa.
Sehun yang mendengar suara Lisa spontan berlari cepat, Sehun terkejut saat melihat Lisa terjatuh ke lantai, ia segera berlari lalu membantu istrinya bangun, belum sempat menapakkan kakinya di lantai Lisa sudah oleng, dengan sigap Sehun menangkap tubuh Lisa, menggendongnya menuju mobil adalah tujuannya.
Disinilah Sehun berada, di sebuah rumah sakit yang tak jauh dari rumahnya, saat ini Sehun tengah menunggu dokter keluar, Sehun berjalan kesana kemari untuk mengurangi rasa khawatirnya itu, tapi nihil itu sama sekali tidak bisa mengurangi kekhawatirannya saat ini. Ia benar benar khawatir dengan keadaan Lisa sekarang, ia ingin melihat istrinya itu sekarang.
Dokter keluar dari ruang itu, Sehun segera menghampirinya dengan langkah lebar, "Dok, bagaimana kabar istri saya?"tanya Sehun khawatir, tangannya bergetar kecil menunggu respon dokter itu. Dokter tersebut tersenyum hangat ke arah Sehun, "Istri anda baik, janinnya juga baik. Hanya saja istri anda harus menjaga pola makannya, tidak boleh makan makanan berlemak, dan selalu rutin meminum susu ibu hamil"balasnya.
Tunggu, Sehun masih mencerna setiap perkataan dokter tersebut, Sehun seketika tertegun, "I-istri saya hamil? Berapa Minggu?"tanya Sehun, "1 Minggu lebih, dan saya harap anda menjaga pola makan istri anda jika tidak ingin kandungannya terganggu, saya permisi"ujarnya lalu segera pergi meninggalkan Sehun sendiri.
Tak buang waktu lama, ia segera berlari memasuki ruang ICU, mencari keberadaan istrinya itu, ia dapat melihat istrinya itu terbaring lemah di temani oleh suster di sampingnya yang sedang mengurus infusnya. Sehun berjalan perlahan ke arah Lisa, tangannya terulur untuk mengusap lembut pipi istrinya itu.
"Sayang"panggil Sehun pelan, Lisa yang mendengar suara suaminya itu otomatis membuka matanya, menatap suaminya itu lemah seperti tidak ada tenaga apapun. Sehun tersenyum bahagia, tangannya bahkan mengusap lembut perut Lisa yang terbungkus baju rumah sakit.
Sebelum mengusap perut istrinya itu, ia sempat melirik suster tadi untuk menyuruhnya keluar.
Lisa menatap suaminya itu bingung, "Ada apa dengan wajahmu itu? Kau senang aku terbaring sakit seperti ini?"tanya Lisa kesal, Sehun menggeleng cepat, "Tidak sama sekali, aku senang karena.. aku akan segera menjadi ayah"balas Sehun masih dengan senyum di bibirnya.
"Hha? A-aku.. hamil?"tanya Lisa gugup, Sehun mengangguk semangat menanggapi ucapan Lisa, Lisa menatap suaminya itu dengan raut wajah yang tidak bisa di tebak. "Kau tidak menyukainya?"tanya Sehun sedikit kecewa, Lisa menggeleng, "Tentu saja aku menyukainya, ini adalah anak pertama kita bagaimana bisa aku tidak menyukainya"balas Lisa bahagia.
Sehun kembali mengusap lembut perut Lisa, "Aku hanya minta pada Tuhan agar selalu di beri kesehatan baik kau maupun kandunganmu, dan aku juga meminta pada Tuhan agar kita tidak terpisah suatu saat nanti, kita akan selalu bersama seumur hidup, aku tidak akan membiarkanmu pergi dari hidupku"ujar Sehun, "I love you Mrs. Oh"ujar Sehun seraya mencium lembut bibir ranum istrinya itu.
BERSAMBUNG
Jaga kesehatan ya semuaaa❤️🥰
See you, ILY❤️❤️

KAMU SEDANG MEMBACA
Forced Marriage ( Hunlis )
RandomBercerita tentang perjodohan paksa, yang sama sekali tidak di inginkan keduanya, mereka berdua sama sama tidak menyukai satu sama lain, hingga waktu terus berjalan dan menumbuhkan rasa suka dari keduanya. 22 Mei 2019 - Sekarang