Bab 10

4.6K 257 5
                                    

SEHUN POV

Cewek itu masih setia nyender di bahu gue, gue gak mau ambil pusing gue biarin aja dia nyender di bahu gue, "Sehun" kata cewek itu, gue menanggapi dengan deheman kecil "gimana kalo kita nikah 1 bulan lagi"kata dia sambil terkekeh. Gue spontan menoleh dan menatap tajam ke arah dia.

"Hehe gue hanya mau cepet cepet dapetin lo"kata cewek itu lagi, gue hanya memutar bola mata malas. "Lo gak mau gitu nikah sama gue"kata dia sambil memanyunkan bibir nya, gue mendengus dan berkata "stop lo tau gue gak suka yang namanya cewek, dan ini hanya perjodohan gue bisa batalin kapan saja"ujar gue, dia sepertinya kesel mendengar ucapan gue yang bikin orang sakit hati bila mendengarnya.

"Ck silahkan kalo lo batalin, gue juga gak ngelarang sama sekali. Seorang Lalisa Manoban banyak yang suka dan dengan mudahnya gue milih cowok lain"kata dia sembari duduk tegap, "cih murahan"kata gue lirih. "Apa?!"pekik Lisa dan gue dihadiahi dengan pukulan yang sangat keras mendarat di kepala gue. "Yak!apa apaan sih lo!"pekik gue, dia hanya menatap tajam ke gue.

"Lisa"kata seseorang, dia menoleh ke arah orang tersebut dan menautkan kedua alisnya.

LISA POV

'Kayak kenal' batin gue, "ya?"ucap gue dia hanya terkekeh pelan melihat gue yang bingung, "ini gue yang kemarin nolong lo waktu di restoran"kata dia, gue mulai berfikir ah gue tau "jungkook?"ujar gue dia hanya ngangguk dan tersenyum ke arah gue.

"Lo sekolah di sini?"tanya gue, dia hanya mengangguk "lo murid baru ya?soalnya gue belom pernah liat lo ini baru pertama kali"kata dia gue hanya ngangguk. Gue sampai lupa kalo di sebelah gue ada manusia es yang paling paling menyebalkan, suka sakit hati gue kalo bicara sama manusia es.

"Kantin yok"ajak dia, gue hanya ngangguk "lo jalan duluan nanti gue susul"ujar gue dia melangkah pergi dari pandangan gue. "Nanti pulang gak usah jemput gue!"pekik gue, gue berdiri dari duduk gue waktu gue mau melangkah pergi ada seseorang menahan pergelangan tangan gue "tunggu, nanti lo harus pulang sama gue, mamah mau ketemu lo"ujar Sehun, gue menoleh menatap dia "hahaha setelah lo bikin hati gue sakit lo minta gue ikut lo karena mamah"ujar gue sinis.

Sejak kapan gue jadi orang pendendam ya?ah baru kali ini gue mulai jadi orang pendendam karena ulah OH SEHUN. "Lo harus ikut sama gue"kata Sehun dingin, gue hanya berdecak kesal menanggapi ucapan dia "terserah lo sih tapi jangan harap gue mau pulang sama lo, nanti gue pulang sama Jungkook"ujar gue dan mulai menepis tangan Sehun kasar dan meninggalkannya.

AUTHOR POV

Sekarang sudah waktunya istirahat jam ke 2, semua murid yang ada di kelas IPS 2 berhamburan pergi ke kantin berbeda dengan Sehun, dia lebih memilih diam di tempatnya sambil membaca novelnya. Sehun tidak suka membuang buang waktunya untuk pergi ke kantin, karena di sana ada banyak cewek dan kalo dia ke sana yang pasti dia di kerumunin.

Belum sempat Sehun mengeluarkan novelnya ada seseorang masuk ke kelas dan teriak teriak memanggil nama Sehun. "Hun"kata orang tersebut, Sehun hanya menanggapi dengan dehemannya "Lisa Hun, dia pingsan"kata orang tersebut, Sehun menoleh menatap orang tersebut dan mengangkat kedua bahunya "trus urusannya sama gue apa?"ujar Sehun, orang tersebut berdecak kesal mendengar penuturan Sehun yang acuh, "gue tau kali kalo lo tunangan sama Lisa, maka dari itu gue ngabarin lo"ujar orang tersebut "Suho gue gak mau berurusan dengan cewek lagi, semua cewek itu sama di mata gue!"pekik Sehun.

"Hun semua cewek gak sama, mantan lo aja yang terlalu nyia-nyiain lo, Lisa beda dari cewek yang lain, gue tau dia suka sama lo, tapi dia gengi untuk ngungkapin langsung ke lo!"pekik Suho, Sehun hanya berdehem dan melanjutkan membaca novelnya "Hun kalo mamah lo tau, lo cuekin Lisa dan sakitin hati Lisa mamah lo bakal marah besar ama lo"ujar Suho, Sehun tidak menanggapi ucapan Suho.

Suho menarik tangan Sehun, "lepasin gak!"pekik Sehun, Suho hanya menggeleng sebagai jawabannya "LEPAS!"teriak Sehun, Suho hanya menggeleng sekali lagi dan berkata "Hun!lo jangan samain Lisa dengan Mina!dia beda Hun!hati lo aja yang tertutup sama cewek sampai sampai lo gak bisa bedain mana yang setia mana yang ninggalin!"pekik Suho yang mulai emosi. Suho menarik tangan Sehun menuju ke UKS.

SEHUN POV

Gue sekarang udah berada di UKS bersama Suho dan satu cowok lagi, gue memikirkan kata Suho waktu di kelas, benar juga kata Suho gak semua cewek sama, Lisa beda dari cewek yang lain, apa bisa gue mencintai cewek lagi?

Gue mendekati ranjang yang sedang di tiduri Lisa, gue ngelihat cowok itu terus menggenggam tangan Lisa, gue mengabaikan cowok itu dan tetap mendekat ke ranjang UKS tersebut. Gue berdehem cukup keras sehingga cowok itu terlonjak kaget dan memberi jalan gue, "Lis"kata gue sambil menepuk pelan pipinya. "Engghh.."Lisa mulai sadar dari pingsannya dan menatap ke arah gue bingung "lo ngapain?"katanya gue hanya menggeleng sebagai jawabannya, "kok lo bisa pingsan?"tanya gue, dia menghela nafas dan berkata "badan gue kurang enakan"kata Lisa "mau gue anterin pulang?"tawar gue dia hanya menggeleng sebagai jawabannya.

"Lisa mau makan apa?gue beliin"kata cowok tersebut, Lisa menoleh menatap cowok tersebut dan tersenyum manis "eh Jungkook..btw makasih ya udah bawa gue ke sini"kata Lisa, oh jadi yang bawa Lisa ke sini dia, Jungkook hanya ngangguk "gue keluar dulu ya, ada kelas"pamit Jungkook dan mulai pergi meninggalkan UKS, Suho masih setia berada di belakang gue.

"Lis kalo lo mau pulang gue anter"tawar gue sekali lagi, "gak usah g-"belom sempat dia selesaiin ucapannya udah gue potong "gak terima penolakan, Ho izinin pak botak"ujar gue, Suho hanya ngangguk dan tersenyum ke arah gue "ayo"gue narik tangan Lisa, dia hanya menatap tajam gue.

"Berdiri atau gue gendong paksa?"tanya gue, dia hanya mendengus malas "kalo berani"tantang Lisa, gue hanya tersenyum sinis ke arah dia dan mulai menggendongnya. Gue melirik wajahnya yang ada di bawah muka gue, gue terkekeh pelan melihat mukanya yang lucu karena terkejud dengan tindakan gue, dia mulai memukul pelan dada bidang gue, ah gue sampai lupa di belakang gue masih ada Suho.

Gue berbalik dan menatap Suho, Suho seolah tau apa maksut gue dia langsung pergi ada pandangan gue, sepertinya dia mengulas senyum. "Ih kenapa tiba-tiba sih?"rengek Lisa, "kan lo yang nantangin gue"ujar gue sembari tersenyum sinis "gue gak nantangin lo ya, gue hanya.."ujar dia yang menggantungkan kalimatnya "hanya apa?"tanya gue, dia hanya menggeleng dan menyembunyikan mukanya di celah leher gue.

LISA POV

Rasanya begitu nyaman ada di gendongan Sehun, ah gue menikmatinya, tapi kenapa Sehun berubah total?dari yang awalnya cuek ke romantis?dia kesambet apa?

Dia mulai melangkah meninggalkan UKS, untung aja koridor lagi sepi jadi gak ada yang menyaksikan gue dan Sehun, waktu gue mau ke arah parkiran ada kepala sekolah yang memanggil nama Sehun, "ada yang manggil lo"ujar gue, dia memberhentikan jalannya dan berbalik. "Kenapa pak?"tanya Sehun, "kamu sedang apa bersama Lisa?"tanya Kepsek tersebut "ah ini pak, dia gak enak badan, saya izin membawa dia ke rumah"ujar Sehun, gue mengulas senyum ke arah Sehun. "Kok pake gendong gendongan?ini kan sekolah Sehun, kamu tetap menjalankan aturan sekolah kan?"tanya kepsek tersebut, Sehun hanya mengangguk dan berkata "dia gak kuat jalan pak"gue melotot ke arah Sehun, gue berdecak kesal 'apa apaan gue masih kuat kali jalan, gue cuma pusing gak lumpuh sampai sampai di gendong' batin gue.

"Ah yasudah kamu boleh antar Lisa pulang, dan satu lagi besok kamu harus ikut kompetisi dance antar sekolah"kata kepsek, Sehun hanya mengangguk dan mulai meninggalkan kepsek tersebut, tapi apa yang di maksut kompetisi dance?Sehun bisa dance?

"Hun lo bisa dance?"tanya gue, dia hanya ngangguk tanpa mengalihkan pandangannya ke gue, "gue gak nyangka lo bisa dance"ujar gue kagum, dia hanya mendengus malas, dia mulai menurunkan gue di motor miliknya. Dia melemparkan jaket kulitnya ke arah gue dan gue seolah mengerti apa maksutnya, gue menutupi rok gue yang kependekan, Sehun mulai menjalankan motornya.

BERSAMBUNG

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN FOLLOW

Forced Marriage ( Hunlis )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang