Bab 50

1.3K 98 5
                                    

"kita mau kemana?"tanya Lisa seraya memasang sabuk pengaman, setelah itu tangannya merogoh ke arah belakang dan mengambil beberapa makanan ringan yang tersedia disana.

"bukankah kau yang ingin pergi berlibur?"tukas Sehun seraya menyalakan mesin mobil, mendiamkan mesin itu sebentar lalu mulai menjalankannya dengan kecepatan standar.

"aku tau, kau ingin mengajakku pergi berlibur kemana?"tanya Lisa setelah mengunyah biskuit.

"kau ingin kemana?"tanya Sehun balik, pandangannya melirik ke arah Lisa sebentar lalu kembali menatap jalanan di depannya.

"kemana saja.."tukas Lisa girang.

"kalau begitu.. kita pulang"ujar Sehun.

Lisa berdecak sebal, "bukan di rumah!aku mau berlibur.."ujarnya, bibirnya mengerucut. "kau tidak ingin menyenangkan hati anak kita apa?!"

"kau ingin berlibur kemana, Lalisa?"tanya Sehun mengabaikan perkataan istrinya itu.

"kemana saja.. asal bukan di rumah!"ujarnya seraya menatap tajam wajah datar suaminya itu.

Sedangkan yang di tatap, ia tidak memperdulikan tatapan istrinya. Ia hanya fokus menyetir, dan tidak ingin terjadi sesuatu yang membahayakan bagi Lisa dan anaknya.

"Sehun-ah, aku ingin menanyakan sesuatu padamu, apa boleh?"tanya Lisa meminta izin.

Sehun menganggukkan kepalanya tanpa menatap Lisa. Setelah mendapat persetujuan dari Sehun, Lisa berniat membuka bibirnya tapi ia urungkan karna terdengar suara telepon dari ponsel suaminya itu.

"tolong tangani pekerjaanku selama aku cuti.."ujar Sehun dengan seseorang yang tadi menghubunginya. "baiklah, akan ku hubungi nanti, terima kasih"lanjutnya setelah itu segera meletakkan ponselnya kembali.

"maaf, aku memaksamu untuk cuti.."sesal Lisa, kepalanya menunduk, matanya menatap biskuit tadi yang ia genggam.

Sehun yang mendengar kalimat itu, ia segera memberhentikan laju mobilnya dan menatap istrinya itu. "hei, itu bukan salahmu. Aku yang menyetujuinya, kau tidak memaksa.. ini semua aku lakukan untuk kau dan bayi kita"tukas Sehun seraya memeluk tubuh Lisa. Mengusap kepalanya dengan penuh kelembutan lalu menciumnya sebentar.

"kau tidak perlu khawatir mengenai pekerjaanku, masalah pekerjaan itu urusanku kau tidak perlu memikirkannya, kau hanya boleh memikirkan bayi kita, kau hanya boleh memikirkannya, paham?"

Lisa mengangguk patuh, Sehun yang melihat itu tersenyum lebar lalu mengacak rambut Lisa dan setelah itu merapikannya kembali. Tangan Sehun meraba perut Lisa lalu mulai mengusapnya lembut, "baik baik disana, daddy tidak sabar menantikanmu lahir"



























BERSAMBUNG















See you, ILY❤️

Forced Marriage ( Hunlis )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang