Bab 34

3.2K 190 5
                                    

Jam dinding menunjukan pukul 9 malam, terlihat sepasang suami-istri sedang tertidur di ranjang mereka, mungkin mereka capek?entahlah.

Salah satu dari mereka terbangun karena ponselnya yang berbunyi, Lisa mengucek matanya, tangannya mencari cari asal dari suara itu, dapat.

Lisa segera menempelkannya di telinga, "Sehun-ah ini aku Suzy, kau apa kabar selama ini?" tanya seseorang di sebrang sana, Lisa spontan menutup mulutnya rapat rapat, "Ughhh.. siapa sayang?"tanya Sehun yang baru saja membuka matanya.

Tak buang waktu Lisa segera menyodorkan ponsel Sehun ke pemiliknya, ia segera berlari ke arah kamar mandi entah untuk apa, mungkin menangis?

Sehun mengeryit heran melihat tingkah Lisa, ia segera menempelkan ponselnya di telinga. "Halo"sapa Sehun pelan, terdengar suara decakan kesal di sebrang sana, "Kau siapa?"tanya Sehun, "Aku sudah mengatakannya tadi Sehun-ah, aku Suzy, mantan kekasihmu dulu" ujarnya.

Sehun melotot tak percaya, "D-dari mana kau mendapatkan nomorku?!"tanya Sehun tergesa gesa, Suzy menghela nafas sejenak lalu mengatakan. "Kau pasti tau, aku mempunyai banyak koneksi di luaran sana, oh ya bagaimana kabarmu baby?" tanya Suzy sedikit centil, Sehun menghela nafas kasar, ia pastikan jika Lisa marah terhadapnya.

"Suzy-ya, berhenti memanggilku seperti itu, kita sudah berakhir 10 tahun lalu, kau tidak berhak memanggilku seperti itu lagi, dan asal kau tau, aku sudah memiliki keluarga kecilku"ujar Sehun sedikit kesal, Suzy tertawa terbahak bahak di sebrang sana.

"Apa kau pikir aku percaya begitu saja huh?"

"Kenapa kau tidak tanyakan pada koneksimu itu, dia pasti tau, sudah cukup basa nasinya Suzy-ya, aku harap kau tidak mengganggu keluargaku, jika aku tau kau mengganggu istriku, aku tidak akan tinggal diam!ingat baik baik kataku, sampai jumpa Suzy"ujar Sehun dan segera menutup panggilannya sepihak.

Sehun menghela nafas pelan lalu beralih menatap pintu kamar mandi, perlahan Sehun berjalan ke arah kamar mandi, Sehun mengetuk pintu itu pelan. "Sayang, aku jelaskan dulu, dia.."

"Siapa dia?!"teriak Lisa dari dalam kamar mandi, Sehun menghela nafas lagi, "D-dia mantan kekasihku, aku dan dia s.."

"Begitu, apa dia memohon padamu untuk meminta menjadi kekasihmu lagi huh!"teriak Lisa kesal, Sehun menggeleng kuat, "Tidak, hatiku hanya padamu Lisa-ya, aku tidak berniat selingkuh sedikitpun"ujar Sehun.

Lisa tertawa di dalam sana, "Jadi, jika kau ada niatan untuk menyelingkuhi ku kau akan melakukannya huh!aku membencimu Oh Sehun Bramasta!!"teriak Lisa lebih keras. Sehun menggeleng kuat, "Tidak, Lisa buka pintunya!"pekik Sehun seraya menggedor pintu kamar mandi, "Lisa kumohon buka"ujar Sehun lagi.

"Lisa, dia hanya masa laluku, seperti yang kau bilang di mobil siang tadi, masa lalu hanya masa lalu, aku hanya milikmu"ujar Sehun, tangannya masih setia menggedor gedor pintu. "Lisa, tolong buka pintunya, kumohon, aku.. aku akan menuruti semua perintahmu tapi buka pintunya dan berbicaralah padaku"ujar Sehun lagi.

Pintu terbuka menampil Lisa yang sedang berdiri tegak dengan mata yang sedikit sembab, tangan kirinya mengepal kuat, "L-lisa, ak.. aku minta maaf"ujar Sehun pelan, Lisa berlari memeluk tubuh Sehun, ia menangis sekencang kencangnya, Sehun menghela nafas lega.

Tangan Sehun terulur untuk mengusap punggung Lisa, "Shhh.. maaf, maaf aku tidak memberitahumu soal ini"ujar Sehun lemah, "Kau jahat Sehun! aku membencimu"kata Lisa sesegukan. Sehun mengangguk pelan, tangannya masih setia berada di punggung Lisa.

Setelah perdebatan kecil itu, Sehun dan juga Lisa berada di ruang tengah, mereka berdua duduk di karpet, dengan posisi Sehun yang menyender di sofa dan Lisa yang duduk di antara kaki Sehun. Lisa menyenderkan punggungnya di dada bidang Sehun.

Mereka berdua sedang menikmati acara televisi, Lisa membalikkan badannya menghadap Sehun, Sehun menghiraukannya, ia terus menatap televisi itu. Lisa mengerucutkan bibirnya kesal, lalu jari telunjuknya menari nari di dada bidang Sehun.

Sehun menundukkan sedikit pandangannya lalu terkekeh pelan, "Kenapa?kau ingin sesuatu humm?"tanya Sehun sembari mengusap lembut rambut Lisa, Lisa menggeleng pelan, "Lalu?"tanya Sehun heran.

Lisa menunjukan bibir pucatnya, Sehun terkikik geli melihat tingkah Lisa, Sehun mengecup singkat bibir Lisa. Lisa tersenyum senang, "Apa besok kau bekerja?"tanya Lisa, tangannya masih setia berada di dada bidang lelaki itu. Sehun mengangguk.

"Tentu, ada apa?"tanya Sehun, Lisa terlihat kecewa, "Jangan pergi, aku mau kau disini bersamaku"kata Lisa, Sehun mengerutkan keningnya heran, "Tak biasanya kau manja begini, ada apa?apa ada sesuatu yang mengganggu dirimu?"tanya Sehun, Lisa menggeleng.

"Tidak, aku hanya mau menikmati waktu lebih lama bersama suamiku"ujar Lisa senang, Sehun terkekeh pelan, "Bukankah kita sudah menikmati waktu lebih lama"ujar Sehun seraya mencubit pelan pipi Lisa.

"Ishh tidak mengerti sama sekali!"ujar Lisa kesal, tangannya memukul pelan dada Sehun membuat Sehun tertawa melihat tingkah kekanakan istrinya ini. "Begini, perusahaan sedang membutuhkanku saat ini, aku tidak bisa meninggalkannya meskipun satu haripun"ujar Sehun dengan senyum kecil di bibirnya.

Lisa menatap manik mata Sehun, "Baiklah, aku akan pulang 2 jam"ujar Sehun, Lisa mengangguk semangat, Sehun terkikik geli lalu mencubit kecil hidung Lisa, "Kau senang?"tanya Sehun. Lisa mengangguk semangat lalu mengecup bibir Sehun.

Sehun terkekeh lalu mengusap rambut Lisa lembut, "Kau mau makan apa humm?"tanya Sehun, Lisa menggeleng, "Tidak lapar, apa mungkin kau yang lapar?"tanya Lisa sinis, Sehun menggeleng.

"Tidak, aku tidak lapar sama sekali, ah sebaiknya kau tidur sekarang"ujar Sehun dengan menggendong Lisa ala bridal style, Sehun berjalan ke arah kamarnya lalu menaruh Lisa di ranjang. "Kau tidak tidur?"tanya Lisa, Sehun menggeleng pelan.

"Aku masih mau mengurus beberapa dokumen, kau tidurlah duluan nanti aku menyusul okeh?"ucap Sehun dengan senyum di bibirnya, Lisa menarik tangan Sehun, "Aku tidak mau tidur"tolak Lisa.

"Kenapa?"tanya Sehun, Lisa menggeleng, "Aku mau tidur bersamamu!"ujar Lisa matang matang, Sehun menghembuskan nafas lelah, "Sayang, kau harus tidur, ini sudah malam, kau butuh istirahat"kata Sehun.

Lisa tetap menggeleng, ia ingin tidur bersama suaminya. "Baiklah, kau mau tidur denganku bukan?ayo sini"kata Sehun seraya merebahkan badannya di ranjang, Lisa menaiki ranjang lalu membaringkan tubuhnya di samping Sehun, tangan Sehun ia gunakan untuk bantal.

Lisa memeluk Sehun begitu erat, "Kau kenapa?"tanya Sehun penasaran, Lisa mengerutkan keningnya heran, "Kenapa kau tiba tiba menjadi manja begini?apa terjadi sesuatu padamu humm?"tanya Sehun lagi, Lisa menggeleng pelan.

"Ada yang aneh dengan diriku?"tanya Lisa pada Sehun, Sehun segera menggeleng, ia ingin segera menidurkan istrinya ini lalu bergegas kerja di ruang tengah. Lisa mengerucutkan bibirnya membuat Sehun tidak tahan untuk melahap bibir ranum Lisa.

Lidah mereka membelit satu sama lain, hingga akhirnya kamar mereka hanya terdengar suara erangan nikmat dari kegiatan yang mereka lakukan.








































BERSAMBUNG






HAPPY BIRTHDAY BUAT JONG-IN!!!





See you, ily❤️

Forced Marriage ( Hunlis )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang