Bab 44

3.3K 189 6
                                    

Pagi harinya, terlihat pria sedang duduk di taman belakang rumahnya dengan laptop yang berada di pangkuannya. Dia adalah Oh Sehun Bramastya, seorang CEO dari grub OH SHN.

Sebuah tangan mengalung sempurna di leher Sehun, Sehun yang semula menatap lurus ke arah laptopnya seketika berhenti lalu menoleh sekilas. "Kau sibuk?"tanya Lisa, Sehun mengangguk kecil.

"Kau butuh sesuatu?"tanya Sehun.

"Tidak.. hanya ingin melihat wajahmu saja"ujar Lisa.

Sehun yang mendengar itu terkekeh kecil, "Kau mau apa humm?"tanya Sehun seraya mengusap lembut tangan Lisa yang masih berada di lehernya.

"Chicken!"seru Lisa, Sehun menghela nafas sejenak lalu berkata "Kemarin kau sudah memakan chicken 4, dan sekarang kau ingin memakan chicken lagi umm?"

Lisa mengangguk, "Kau tidak ingin membelikannya?"tanya Lisa sedih, Sehun menghela nafas lalu berdehem singkat.

"Kau tidak ingin membelikannya untukku? Benar benar menyebalkan! Aku membencimu!"tukas Lisa seraya menarik tangannya, tapi sebelum itu Sehun lebih dulu membawa tubuh mungil itu ke dalam pangkuannya, laptop tadi ia singkirkan ke samping.

"Hei, kau merajuk padaku humm?"tanya Sehun.

"Tidak"

"Kau benar benar merajuk padaku, sayang"

"Tidak"

"Jadi kau merajuk padaku?"

"Tidak!"

"Aku tau, kau akan menjadi seperti ini jika tidak ku turuti. Baiklah, aku akan memesankan untukmu, tapi.."

"Hanya 1 tidak lebih"

Lisa mengangguk setuju, "Sebagai gantinya kiss"ujar Sehun seraya menunjukkan bibirnya, dengan gerakan cepat Lisa mengecup sekilas bibir Sehun lalu menyengir.

Sehun tersenyum kecil melihatnya, Sehun mengambil ponselnya yang berada di sampingnya tadi, mengetik sesuatu di sana lalu menempelkannya di telinga.

Beberapa menit kemudian, Sehun meletakkan kembali ponselnya.

"Sambil menunggu pesananmu tiba, aku minta kau sayang untuk membuatkan ku kopi"pinta Sehun dengan senyum tipis yang tercetak di bibirnya.

Lisa mendengus malas, "Aku lelah, ingin tidur"ujar Lisa, Sehun menghela nafas, "Baiklah kau tidur saja, nanti aku bangunkan"ujar Sehun.

Lisa mengangguk semangat, ia beranjak berdiri dari pangkuan Sehun, berjalan pergi dengan membawa ponsel milik Sehun.

"Kau membawa ponselku!"pekik Sehun, Lisa yang masih di pintu membalikkan badannya. "Aku pinjam sebentar untuk main game!"seru Lisa lalu berjalan pergi. Sehun hanya menggeleng kecil.


















"Sayang, pesananmu sudah datang 5 menit yang lalu hmm"ujar Sehun pelan seraya mengusap lembut pipi istrinya itu.

Lisa membuka matanya perlahan lalu mengalungkan tangannya di leher Sehun, "Gendong"manja Lisa. Sehun terkekeh kecil, membawa tubuh mungil yang berbadan dua itu ke meja makan.

Sehun mendudukkan Lisa di salah satu kursi di sana, dan dirinya segera menyusul duduk di samping istrinya itu.

Lisa tersenyum senang saat dirinya mendapatkan beberapa potong chicken di meja. Ternyata Sehun memesankan beberapa chicken dan bukan 1 potong.

"Semuanya untukku?"tanya Lisa dengan pandangan berbinar cerah, Sehun menggeleng kecil, "Kau hanya boleh memakan 1 saja"ujar Sehun dengar seringai usilnya.

Lisa menatap kecewa yang membuat Sehun gemas sendiri, "Kau boleh mengambil sesuka hatimu, sayang"ujar Sehun, "Tapi tidak semuanya, karna aku juga sangat lapar"lanjut Sehun dengan senyum tipisnya.

Lisa mengangguk cepat, ia langsung saja mengambil beberapa potong chicken tadi lalu meletakkannya di piring untuk dirinya. Sehun yang melihat itu hanya menggeleng, hanya sebuah chicken sudah bisa membahagiakan istrinya itu.


























Sore berganti malam, tampak seorang pria sedang duduk di balkon kamarnya, ia sendirian di sana, menikmati sayup-sayup angin malam yang menusuk kulitnya.

Sehun tersenyum tipis saat mengingat dulu dirinya dan Lisa menikah, dari dia dan Lisa yang tidak saling menyukai hingga saling menyukai bahkan mencintai satu sama lain.

Sehun berjanji pada dirinya sendiri untuk membahagiakan Lisa meski berbagai rintangan yang ia hadapi. Ia akan bersikeras untuk menjaga Lisa bahkan sampai kehilangan nyawa ia akan selalu menjaga wanita itu.

"Sehun"panggil seseorang dari arah belakang Sehun, Sehun menoleh lalu memeluk pinggang wanita itu. Sehun berjongkok sebentar, menempelkan bibirnya di perut Lisa, mengecupnya sebentar lalu mengusapnya.

Sehun kembali berdiri, menatap mata Lisa lekat. Perlahan Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Lisa, mempertemukan bibir mereka, mengecup, lalu melumat lembut.

Sehun terlebih dahulu menarik dirinya, Sehun menempelkan dahinya di dahi Lisa, menatap wanitanya dari dekat, ia tersenyum kecil lalu mengecupnya sekilas.

"I love you"ujar Sehun masih dengan senyumnya yang tak luntur sedikitpun.

"I love you too, husband".






















BERSAMBUNG














Btw Happy Eid Mubarak!! Maap telat hehe🥰🙌


















See you, ILY❤️

Forced Marriage ( Hunlis )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang