Bab 7

4.7K 282 1
                                    

LISA POV

"Eh lo gpp?"tanya cowok yang nolongin gue, gue ngelihat cowok yang nolongin gue tadi, gue geleng geleng, "makasih ya"kata gue sambil berdiri, "kenalin nama gue Jungkok, nama lo siapa?"tanya dia, "Lisa"jawab gue sambil tersenyum ke arah dia.

"Lisa, ayo balik"kata kakak gue Yoona, sampai lupa sekarang gue ada di mana, "iya kak"kata gue, "em gue pergi dulu ya"kata gue ke dia. Dia hanya ngangguk, "hun gue pergi ya, besok gue tunggu"kata gue sambil tersenyum hangat ke arah Sehun dan di hadiahi anggukan oleh dia. "Eh ini Sehun kan?"tanya kakak gue, Sehun hanya mengangguk, "wah akhirnya kita ketemu"kata kakak gue sambil mendekat ke arah Sehun dan memeluknya, kakak gue enak banget ya meluk meluk-,

"Kak"kata gue sambil ngerengek, kakak gue melepaskan pelukannya dan menatap gue dengan mata berbinar "ternyata lo udah kenal sama Sehun gue kira gak, ini Sehun tunangan lo"kata kakak gue sambil berbisik ke gue.

Gue kaget, sejak kapan gue tunangan sama Sehun?kenal aja barusan tiba tiba udah tunangan, "kak serius ih"kata gue, kakak gue natap dengan mata berbinar "serius gue dek, lo sih gak mau kalo ketemu dia, tapi dianya juga belom tau siapa tunangannya, dia juga gak nolak perjodohannya"kata kakak gue.

"Em hun boleh bicara sebentar"kata gue, Sehun menoleh ke arah gue sambil berdiri, dia jalan duluan dan di susul dengan gue. Setelah jauh dari kerumunan dia berhenti dan berbalik natap gue, "ada apa?"kata dia cuek, gue menghembuskan nafas terlebih dahulu "lo tunangan kan sama seseorang?"tanya gue, dia hanya ngangguk, "lo tau dari mana?"tanya dia dingin, "gue tunangan lo"kata gue sambil menunjukan wajah seneng.

Gue lihat dia kaget tapi wajahnya tetep datar kayak jalan aspal. "Gak mungkin kan?"kata dia, gue juga gak percaya kalo lo tunangan gue, awalnya gue mau gagalin perjodohan yang di buat kakek gue, tapi setelah ketemu sama orangnya gue setuju😆

"Nama bokap lo Reno kan?"kata gue, dia hanya mengangguk acuh tak acuh, "tadi setelah pulang sekolah gue lihat bokap dan nyokap lo sedang berbincang masalah perjodohan itu"kata gue, "hmm"dia hanya berdehem, "lo gak berniat gagalin kan?"kata gue, dia hanya mengangkat kedua bahunya "hun jangan batalin pliss"kata gue memohon, "lo suka sama gue?"kata dia, gue hanya senyum senyum malu😌

"Jangan berniat batalin ya"kata gue memelas, "percuma gue batalin toh bokap gue maksa"kata dia cuek, gue hanya senyum senyum gak jelas, gue lihat dia mulai pergi menjauh dari gue, gue ngekor di belakang dia.

"Lama lo dek"kata kakak gue, gue hanya senyum, "cih udah kayak orang jatuh cinta"kata kakak gue sambil memutar bola matanya, "Lis besok gue jemput ke rumah lo ya?"kata Lay, gue yang semula natap kakak gue tajam seketika mengalihkan pandangan gue ke Lay, "em maaf Lay, gue bareng sama Sehun"kata gue sambil melirik ke arah Sehun. Gue lihat Sehun asik sendiri sama ponselnya, gue lihat wajah Lay yang semula senyum seketika luntur, "besok malam bisa gak jalan sama gue"kata Lay lagi, gue hanya ngangguk "lihat aja besok ya"kata gue sembari tersenyum ke arah Lay.

"Ayo pulang"kata kakak gue sambil narik tangan gue, "Hun besok lo harus mampir ke rumah"kata kakak gue, Sehun melirik ke arah kakak gue dan menganggukan kepalanya, gue senyum ngelihat dia yang mau mampir ke rumah, setelah itu kakak gue narik gue sampai keluar restoran bersama kak Mino.

AUTHOR POV

Sekarang udah pukul 06.28, dan ya kalian tau kalo itu udah pagi, ya kali masih malam-,

Sekarang Lisa sedang berada di meja makan bersama kakak dan neneknya. Lisa mendengan suara mobil, "nek Lisa berangkat dulu ya, kak"kata Lisa sambil mencium pipi nenek dan kakaknya. "Bilang ke Sehun nenek titip salam"kata nenek Lisa sambil tersenyum, Lisa nganguk, Lisa berjalan menuju depan rumah, di sana udah ada motor dan sang pengendara.

LISA POV

"Sehun!"pekik gue, gue langsung lari kecil ke arahnya, sang pemilik motor menoleh ke arah gue dan memasang wajah datarnya, ya dugaan gue benar dia adalah OH SEHUN. Sehun melihat penampilan gue dari atas sampai bawah, dia berhenti menatap di rok gue, ada yang salah?

Dia melempar jaket kulit yang dia pake ke arah gue, gue bingung ini untuk apa?. Waktu gue mau nanya dia udah nunjuk ke arah rok gue, gue ngelihat, ah ternyata rok gue kependekan dan dia ngasih untuk nutupin, gue berusaha mengikat jaket ke pinggang gue tapi gak sampe sampe. Sehun mendekat ke arah gue dan..

Semakin dekat..

Dekat..

Semakinn dekat..

Dan gue udah mulai menutup mata

1 detik

2 detik

3 detik

Kok gak ada pertanda sih?gue buka aja mata gue, ternyata dia cuma bantu ngiket jaket, ahh betapa bodohnya gue, kenapa gue nutup mata sih?kan jadi malu, Sehun juga menautkan alisnya pertanda kalo dia bingung kenapa pipi gue merah?

Tapi baguslah kalo dia gak tau, jadi gue gak akan semalu ini, gue naik ke motor dia sambil meluk dia dari belakang "gak usah modus"kata Sehun cuek, gue cuma berdecak dan gue tetep meluk dia, dia mulai menjalankan motornya. Gue semakin mempererat pelukan gue, takutnya jatuh, gimana gak jatuh orang dia bawa motornya ngebut, sampai orang yang ada di depannya di salip-,

☆BERSAMBUNG☆

Forced Marriage ( Hunlis )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang