Bab 41

3K 173 0
                                    

Saat ini dirinya tengah bosan, sudah 2 jam lalu suaminya pergi karena urusan bekerja. Lisa menatap sekeliling ruang yang ia tempati sekarang ini, ia berhenti pada sosok lelaki yang saat ini tertidur pulas di sofa dengan ponsel yang berada di genggamannya.

Lisa ingin sekali membangunkan Kris tetapi ia tidak ingin mengganggu waktu tidur Kris. Lisa hendak beranjak berdiri dari ranjang tapi niatnya ia urungkan karena mendengar decitan pintu, ia mengalihkan pandangannya ke arah pintu, seketika senyumnya merekah lebar saat melihat orang yang saat ini ia tunggu tunggu.

"Sehun-ah, kau kembali"cicit Lisa pelan, Sehun berjalan pelan ke arah Lisa sebelum itu ia menutup pintu terlebih dahulu, ia melangkah lebar ke arah ranjang sang istri. Sehun menoleh ke arah sofa lalu menggeleng pelan, "Sayang, kau mau kemana?"tanya Sehun seraya mengusap pelan rambut Lisa.

"Ke toilet, aku sengaja tidak membangunkan Kris oppa, takut mengganggunya"ujar Lisa pelan dengan senyum cerah di bibirnya, Sehun hanya mengangguk menanggapinya, "Ayo aku antar"ucap Sehun seraya mengulurkan tangannya dan di sambut hangat oleh tangan Lisa.

Lisa berdiri dengan bantuan lengan Sehun, setelah itu Sehun berjalan menarik infus itu pelan mengikuti arah Lisa pergi. "Tunggu disini"tutur Lisa pelan sambil mengambil alih infus tadi, Sehun mengangguk kecil, Lisa berjalan memasuki kamar mandi sedangkan Sehun hanya menunggu di luar.

Selang beberapa menit, Lisa keluar dan langsung di bantu oleh Sehun. Lisa kembali merebahkan badannya di ranjang rumah sakit, Sehun? Lelaki itu saat ini duduk di kursi samping ranjang, dengan tangan yang memegang pisau dan buah.

"Kau mau buah apa?"tanya Sehun seraya menyodorkan apel yang barusan ia potong itu, Lisa menerimanya lalu segera melahap habis potongan apel itu. Sehun tersenyum kecil, "Sehun, kau sudah datang?"tanya Kris seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Maaf, aku tadi ketiduran—"Sehun menggeleng kecil, "Tidak perlu minta maaf Hyung, seharusnya aku yang berterima kasih padamu, kau pasti lelah, kau bisa pergi sekarang"ujar Sehun dengan senyum tipis di bibirnya.

Kris mendengus malas mendengarnya, "Kau mengusirku dengan lembut"cicit Kris pelan, Sehun menggeleng cepat, "Tidak, aku sama sekali tidak mengusirmu Hyung, kau juga tidak ada urusan lagi bukan?"ujar Sehun dengan menaikan satu alisnya.

Kris mendengus jengah, "Baiklah aku pergi, ah ya jangan berbuat macam macam, ini rumah sakit"kekeh Kris, Sehun yang mendengarnya spontan menatap tajam, sedangkan Lisa yang tadinya memakan buah seketika tersedak, dan dengan sigap Sehun mengambilkan air mineral untuk istrinya itu.

"Hyung, jaga ucapanmu, lihat istriku sampai tersedak karena ucapanmu"desis Sehun tajam, Kris terkekeh kecil, "Aku hanya bercanda"ucap Kris di sertai tawanya. "Pergilah Hyung, aku akan mentransfer ke rekeningmu nanti"ujar Sehun seraya mengibaskan tangannya pertanda ingin mengusir Kris sekarang ini.

"Aku tidak butuh uangmu, lagi pula aku membantumu dengan ikhlas"ujar Kris, Sehun mengangguk kecil, "Aku harap keluargamu akan baik baik saja, ah ya selalu lindungi keponakanku, dan jika terjadi apa apa dengan keponakanku, kau akan tau akibatnya Sehun!"peringat Kris lalu segera pergi.

Sehun menggeleng pelan, matanya beralih pada sosok wanita yang sangat ia cintai sekarang ini dan untuk selamanya. "Jangan pikirkan ucapannya, sayang"ujar Sehun dengan senyum lebar, Lisa mengangguk patuh, tangannya masih setia mencomot potongan apel tadi.

"Kau mau minum?"tawar Sehun, Lisa mengangguk kecil, Sehun segera menyodorkan sebotol air ke Lisa, membantu istrinya itu minum. Setelah itu Sehun segera meletakkannya kembali, dan matanya menatap lekat istrinya saat ini.

"Berhenti menatapku, apa tidak ada objek lain untuk di tatap huh?!"desis Lisa malas, mulutnya sibuk mengunyah apel. "Kau adalah objek satu satunya, sayang"ujar Sehun tulus, Lisa mendengus malas,  Lisa mulai berhenti mencomot buah apel saat di rasa potongan tadi habis.

Sehun yang mengerti hanya tertawa pelan, "Kau mau lagi?"tanya Sehun, Lisa mengangguk semangat, "Tapi bukan apel, aku mau pisang"ujar Lisa antusias. Sehun terkekeh kecil lalu mulai membuka kulitnya dan menyodorkannya ke Lisa.

"Sehun, kau mau laki laki atau perempuan?"tanya Lisa seraya mengunyah buah pisang, Sehun tersenyum tipis menanggapi pertanyaan sang istri. "Aku ingin laki laki, tapi jika bayinya lahir perempuan tidak masalah, yang terpenting anak kita harus sehat"ujar Sehun seraya mengacak kecil rambut Lisa.

Lisa mengangguk paham, "Ah tapi aku mau anak perempuan"tutur Lisa saat di rasa pisang yang ia makan tadi habis Lisa segera menyodorkan ke Sehun, Sehun mengambilnya lalu membuangnya di tempat sampah sampingnya.

"Jika bayinya laki laki, kita bisa membuatnya lagi"ujar Sehun dengan senyum nakalnya, Lisa mendengus kesal, "Kenapa tidak kau saja yang hamil dan melahirkan huh?!"desis Lisa tajam, Sehun menarik pelan tangan Lisa, menggenggamnya erat.

"Jika itu bisa, maka akanku lakukan"ujar Sehun seraya mengecup sekilas punggung tangan istrinya itu, Lisa mendengus kesal, "Shh.. sudah tidak perlu di pikirkan, biarlah waktu berputar dan menentukan jalan takdir kita"ujar Sehun.

Lisa mengangguk mengerti, Lisa mendudukkan dirinya lalu memeluk erat tubuh suaminya itu, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sehun, menghirup aroma tubuh Sehun yang saat ini memakai minyak wangi berbeda. Dan Lisa sangat menyukainya.

"Jangan pernah meninggalkanku"cicit Lisa pelan, Sehun mengangguk kecil, "Mana mungkin aku meninggalkanmu, kau adalah satu satunya orang yang aku cintai saat ini dan selamanya"ujar Sehun tulus, tangannya terulur untuk mengusap lembut punggung Lisa.

"Aku mencintaimu"bisik Lisa tepat di telinga Sehun, Sehun tersenyum lebar mendengarnya, "Aku juga sangat mencintaimu, Mrs Oh"kekeh Sehun pelan, Lisa ikut terkekeh bersama Sehun, inilah yang mereka harapkan selama ini, dimana mereka sama sama tersenyum bahagia di saat mereka mengungkapkan seluruh isi hatinya pada seseorang yang ia sangat cintai. Dan dimana mereka berdua mengharapkan sesosok malaikat kecil di antara mereka, mengubah kehidupan mereka menjadi lebih bahagia.




































BERSAMBUNG




























See you, ILY❤️

Forced Marriage ( Hunlis )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang