LISA POV
Sekarang gue udah ada di rumah Sehun, ternyata rumahnya besar juga, mewah, gue berada di ruang tamu bersama mamahnya, papahnya, kakek, nenek dan kakak. Gue bingung kenapa semua di panggil?ada perlu apa?
"Jadi gini Lisa, papah mau minggu depan kalian berdua nikah"ujar papah Sehun, gue terkejud bukan main tapi di dalam lubuk jantung eh salah hati yang paling dalam gue merasa bahagia, gue natap muka Sehun yang kelihatannya gak suka.
"Pah Sehunkan masih sekolah"ujar Sehun, papahnya hanya mengangguk dan berkata "kamu masih bisa sekolah setelah nikah, papah dan mamah gak ngelarang kalian sekolah, papah cuma mau yang terbaik buat kamu Sehun"kata papah panjang lebar, Sehun sepertinya menghela nafas kasar, dia gak suka nikah sama gue?apa dia gak mau nikah sama gue?atau juga dia gak mau hidup bersama gue?
"Papah anggap kalian setuju, bagaimana kek?"tanya papah, kakek hanya mengangguk semangat sebagai jawabannya. Gue senyum manis ke arah mereka, gue melirik Sehun yang terlihat bad mood, gue senyum tipis.
"Acaranya bagaimana kek?"tanya gue, kakek yang semula ngobrol dengan papah Sehun seketika menoleh menatap gue "kita gak pake acara besar besaran cukup mengundang keluarga dan teman dekat kalian, pestanya setelah kalian lulus sekolah"ucap kakek, gue hanya ngangguk.
"Kek kapan aku boleh nikah?"tanya kakak gue Yoona, kakek senyum jail ke arah kak Yoona "kakek izinin tapi pacar kamu belum mau melamar gitu"ujar kakek gue, seketika raut muka wajah kak Yoona menjadi manyun. "Kakek mah, salahin Mino tuh dia gak cepet cepet ngelamar aku"kata kakak gue sembari memanyunkan bibirnya, "Mino pasti berfikir dia mau melanjutkan ke jenjang yang serius atau mempertahankan hubungan kalian yang sekarang"ujar kakek gue, "ngapain di fikir fikir?aku udah siap juga palingan dia juga udah siap"ujar kakak gue.
"Mino juga pasti sudah siap, tapi..kamu tunggu dia ngelamar aja"ucap kakek sembari terkekeh, gue seketika ketawa, kasian banget nasib kakak gue, "sabar ya kak, nanti kalo gue ketemu kak Mino gue suruh cepet cepet lamar lo"ujar gue sembari ketawa mengejek, "Lisa😣"panggil kakak gue dan berlari ke arah gue, memeluk gue erat, "suruh dia cepet ngelamar gue kalo dia gak serius sama hubungan gue bilang aja gue mau di jodohin"kata kakak gue.
"Boleh, tapi ada satu syarat😆"kata gue, kakak gue langsung melepaskan pelukannya dan natap gue dengan tatapan serius "syarat?"tanya kakak gue, gue ngangguk dan berkata "beliin gue mobil"ujar gue sembari tersenyum "mobil?bayaran gue aja gak cukup, lo mintanya mobil, yang lain aja"ucap kakak gue, gue menggeleng.
"Gimana nih?mau gak?"tanya gue sembari menaik turunkan alis kanan gue, kakak gue mendengus malas "ya ya, tapi setelah gue di lamar sama Mino"ujar kakak gue, gue ngangguk semangat "gampang kalo itu mah"
BERSAMBUNG

KAMU SEDANG MEMBACA
Forced Marriage ( Hunlis )
RandomBercerita tentang perjodohan paksa, yang sama sekali tidak di inginkan keduanya, mereka berdua sama sama tidak menyukai satu sama lain, hingga waktu terus berjalan dan menumbuhkan rasa suka dari keduanya. 22 Mei 2019 - Sekarang