AUTHOR POV
Semua siswa dan siswi udah berhamburan keluar kelas dan menuju ke parkiran, karena sudah menunjukan waktu pulang, berbeda dengan Lisa, gadis itu lebih memilih diam di mejanya sambil bermain hp.
"Lis lo gak pulang?"tanya salah satu siswi. Lisa hanya menggeleng pelan dan menatap siswi itu sambil tersenyum. "Lo juga kenapa belom pulang Rose?"tanya Lisa, "ini mau balik, lo kenapa masih setia sih berkutat dengan hp lo?"tanya Rose yang udah kesel, "Gpp"jawab gue cuek "lo pulang sana, lagian gue mau nunggu kakak gue jemput"kata Lisa, dia hanya mengangguk dan melangkah pergi meninggalkan Lisa.
LISA POV
Gue masih sibuk main hp sampai sampai gak menyadari ada orang selain gue di kelas, gue baru sadar saat orang itu berdehem cukup keras, gue menoleh ke arah suara itu, gue kaget bukan main, ah ternyata itu adalah 'OH SEHUN'. Ngapain dia masih di kelas?.
"Em lo gak balik?"tanya gue ke Sehun, dia cuma melirik sekilas dan menatap kembali ponselnya, ingin sekali gue uyel uyel mukanya tapi gue gak tega😣muka dia terlalu tampan bagi gue, ingin sekali gue miliki dia-,
Gue lihat dia berdiri dan berjalan pergi keluar kelas, gue berlari menghampiri dia, gue menahan lengan dia "Em gue nebeng lo ya, kakak gue ban mobilnya bocor"kata gue sambil memasang muka melas ke dia, dia hanya menatap mata gue dengan pandangan sayu, gue baru menyadari kalo wajah dia lagi pucat.
"Lo gpp kan?muka lo pucet banget, lo tadi istirahat kan?pasti lo belom makan sama sekali kan?astaga kenapa sih gak makan dulu"kata gue panjang lebar, dia hanya menatap gue dengan tatapan datarnya, "lo bisa gak sih diem!"pekik dia, gue terkejut, baru kali ini gue di bentak cowok, seumur hidup gue gak pernah di bentak cowok, kakek, nenek dan kakak gue gak pernah bentak bentak gue.
"Jangan nambahin pikiran gue!"kata dia sekali lagi, gue membeku, dia ngebentak gue yang ke dua kalinya, ah salah ke tiga waktu di parkiran juga, "em maaf"kata gue sambil menundukan kepala, dia hanya menarik tangan gue, gue kaget kenapa dia narik tangan gue?dia mau bawa gue kemana?.
"Mau kemana?"tanya gue, gue masih menundukan kepala, gue takut ngelihat wajah dia kalo lagi marah, gue takut di bentak lagi, "katanya mau pulang"dia mulai berhenti jalan dan berbalik menghadap gue, gue gak berani natap wajahnya.
"Gue gak suka waktu gue ajak ngomong orang, orang itu gak natep gue"kata dia dingin, gue pelan pelan natap wajah dia, ternyata dia udah gak marah lagi, wajahnya gak merah lagi, tapi wajahnya semakin pucat, perasaan tadi waktu istirahat dia gpp deh, tapi kenapa sekarang wajah dia pucat?
"Ada masalah sama lo?tadi waktu istirahat wajah lo gpp"gue memberanikan diri bertanya sama dia, dia hanya diam membisu, gue gak tau jelas dia kenapa?.
SEHUN POV
"Gak usah urusin urusan gue, toh yang pucet gue bukan lo"jawab gue ketus, gue lihat pandangan dia mulai sayu, gue juga ngelihat dia netesin air mata, ternyata dia nangis, emang cewek kalo gak nangis ya nyakitin.
"Ck gak usah sok sedih muka lo, muak gue, setiap hari di kumpuli oleh cewek cewek gak jelas terutama lo, mimpi apa gue semalem"jawab gue dingin, wajah gue natap dia sedatar mungkin, dia hanya diam membisu dan dia lagi lagi menundukan kepalanya.
Gue lihat dia mulai melepas genggaman gue, dia berjalan meninggalkan gue, baguslah kalo gitu gue gak perlu nganter dia toh dia yang ninggalin gue, tapi saat dia pergi menjauh dari pandangan gue hujan mulai melanda.
"Aih kenapa pake hujan segala sih?!"ucap gue frustasi, gue paling benci sama hujan, karena saat cewek itu mutusin gue di saat hujan deras dan sampai sekarang gue benci hujan, hujan mengingatkan gue tentang dia.
Gue berlalu pergi meninggalkan koridor, gue jalan cepat menuju parkiran, gue mulai masuk mobil dan mengemudi, saat gue keluar dari parkiran gue ngelihat cewek tadi sedang menunggu di halte bus dengan pakaian yang basah kuyup, gue sebernya bodo amat mau dia basah, sakit atau apalah, tapi hati gue memilih untuk menolong dia.
Gue membuka sedikit kaca mobil dan mulai berteriak "woi mau bareng gak?!"teriak gue, dia hanya natap ke arah mobil gue dan menggeleng pelan, pasti dia ngambek tapi baguslah, gue melajukan kembali mobil gue, tapi pada saat gue udah mulai menjauh gue lihat di spion ada 2 cowok berandalan yang deket deket ke arah cewek tadi.
Gue paling benci kalo ngelihat cowok gak bener ngegoda cewek, gue mulai turun sambil memegang payung, gue lihat dia mundur beberapa langkah sampai dia mundur mengenai badan gue, gue megang bahunya, tapi dia memberontak dan mulai memukul pelan dada gue, "ini gue"kata gue, dia membuka mata dan meluk gue erat banget, gue awalnya terkejut dan ingin melepaskan pelukan dia tapi gue gak tega karena tubuh cewek itu bergetar hebat 'sepertinya dia ketakutan' batin gue.
"Tenang lo sama gue"kata gue dan dia ngelepas pelukannya. Gue megang pundak dia dan natap dia sambil tersenyum tipis, "pake payung gue, takutnya lo sakit"kata gue, dia megang payung gue dan gue berjalan ke arah cowok berandalan tadi "mau apa lo?"tanya gue.
"Hei anak kecil jangan ikut campur dalam urusan kami, mending kamu serahkan cewek tadi dan pergi ninggalin kami"kata cowok berandalan tadi "udah sana pergi pergi, lo belom tau kita siapa?"tanya cowok satunya, gue hanya mengangkat kedua bahu gue. Gue lihat wajah mereka merah padam, rupanya dia mulai emosi.
Salah satu cowok tadi mulai menghajar gue, gue menghindar dan menonjok muka dia, tepat sasaran, cowok satunya gak terima dan mulai nendang kaki kiri gue, ternyata dia menguji kemampuan gue, gue meringin pelan kaki gue kena tendang keras sama dia, gue mulai menendang perut dia, gue lihat mereka mulai lari meninggalkan gue dan dia.
"Makasih"kata dia, gue hanya mengangguk dan berjalan ke arahnya, dia menyodorkan payung gue, "buat lo"kata gue. Sepertinya dia malu malu tapi bodo amat "ayo gue anter, di sini banyak preman"kata gue dan dia hanya mengangguk dan berjalan mengikuti gue.
☆BERSAMBUNG☆

KAMU SEDANG MEMBACA
Forced Marriage ( Hunlis )
De TodoBercerita tentang perjodohan paksa, yang sama sekali tidak di inginkan keduanya, mereka berdua sama sama tidak menyukai satu sama lain, hingga waktu terus berjalan dan menumbuhkan rasa suka dari keduanya. 22 Mei 2019 - Sekarang