"Nin.. itu siapa?? Kamu beli kopi dapet hadiah jodoh ya Nin.. mana sepaket gitu lagi"
Tanpa memikirkan wajah Anindia yang terkadung malu karena ucapan ayahnya itu. Ayah Anindia langsung menyuruh bapak dan anak itu masuk kerumahnya.
"Sini masuk nak.. jangan berdiri aja disitu.. tidak capek apa?" Ujar ayahnya Anindia.
Dengan segera Arkan di turunkan dari gendongan untuk berjalan menuju rumah Anindia.
"Assalammualaikum kakek.." ujar Arkan mengucap salam dengan senyum memperlihatkan giginya.
"Waalaikumsalam.. sini cuuu duduk dekat kakek.."
Anindia melotot mendengar ayahnya memanggil arakan dengan sebutan cucu.
"Cucu dari hongkong sejak kapan aku melahirkan dan menikah.. ngawur ini si ayah.." batinnya Anindia.
"Nin.. buatkan minuman dulu sana.. masa tamu di anggurin terus" ujar Ayahnya Anindia.
"Nak ini siapa ya?? Kok bisa kesini sama anak saya? Ada yang bisa saya bantu"
Ayah Anindia penasaran dengan pria yang duduk di hadapannya itu.
"Maaf pak saya belum memperkenalkan diri..
Saya Bambang Ardi Harsono dan ini anak saya Arkan Pradipta Harsono"
Ujar Ardi engan berwibawa ia memperkenalkan dirinya.
"Duh panjang sekali namanya ya nak.. bapak panggil nak Ardi saja ya.."
"Iya pak terserah bapak saja.."
Tidak berapa lama Anindia membawakan teh dan cemilan roti seadanya dirumahnya.
Ia langsung ikut duduk diperkumpulan orang-orang yang menurutnya aneh ini. Sudah seperti sedang memperkenalkan calon pasangan Anindia saja.
Anindia langsung angkat bicara menceritkan bagaimana awal pertemuannya dengan bapak dan anaknya itu.
Bukan seperti yang di fikirkan ayahnya tadi membeli kopi dapet hadiah jodoh. Kalau begitu pasti uda di serbu sama anak-anak gadis perawan di luaran sana. Habis sudah stok kopi di grosir mana pun.
"Ohh.. seperti itu.."
Ayah Anindia hanya mangguk-mangguk.
Dari situlah Anindia tau nama pria yang ada di hadapannya ini.
Ya.. namanya Ardi..
Setelah berbincang2 lama akhirnya Ardi izin pamit pulang.
Perbincangan mereka pun hanya sebatas perbincangan biasa tidak ada yang begitu spesial.
Kali ini tidak di antarkan oleh Anindia naik motor. Ardi dan Arkan memilih untuk pulang dengan jalan kaki saja.
Jarak rumah Anindia dan rumah yang di tempati Ardi tidak begitu jauh.
Ayah dan anak itu pamit dengan mengucapkan salam pada ayahnya Anindia dan si bocil mulai celoteh lagi.
"Tanteeee.. Arkan pulang ya tante... kapan-kapam kita main lagi.." ujar Arkan sambil nyengir kuda.
Anindia hanya tersenyum menanggapi permintaannya Arkan. Ia sebenarnya tidak enak dengan papanya Arkan karena begitu dekat dengan anaknya. Bagaimana pun Anindia hanya lah orang asing mungkin setelah ini mereka tidak akan bertemu lagi.
Setelah berbincang tadi Anindia mengetahui bahwa Ardi bukanlah asli orang dari kotanya Anindia. Ardi adalah kerabat jauh dari pengantin pria yang Anindia hadiri pesta pernikahannya tadi.
Itu artinya setelah ini mereka akan pulang kembali ke kotanya.
Ada satu hal yang membuat Anindia penasaran dimanakah ibunya Arkan berada. Kenapa sejak tadi ia tidak terlihat bersama dengan Arkan dan Arkan juga tidak pernah menyebutkan soal ibunya sekalipun selama dia disini.
Anindia hanya berfikir mungkin saja ibunya tidak bisa ikut hadir di pesta pernikahan itu.
***
Sebulan setelah pertemuan terakhir itu pun berlalu..
Anindia masih dengan kesibukannya sendiri terkadang dia sedikit merindukan anak kecil yang ia temui sebulan yang lalu.
Anindia yang suka dengan anak kecil, Arkan yang begitu manis dan ramah pasti akan selalu membekas dalam ingatan Anindia.
Tapi dia sadar ia hanya orang asing tidak mungkin Arkan akan memikirkan Anindia lagi. Buktinya setelah sebulan ini tidak pernah terjadi apa-apa kehidupan Anindia kembali seperti biasanya.
Terkadang dalam hati kecilnya dia berfikir ingin sekali berumah tangga mempunyai seorang suami dan seorang anak. Hidup dengan status single seperti ini terkadang membuat Anindia merasa hampa. Ia bingung akan masa depannya sendiri akankah ia memiliki pasangan nantinya yang akan menjalani sisa hidupnya bersama-sama dengannya.
Apalagi dengan banyaknya orang-orang julid yang selalu mempertanyakan Anindia kapan menikah.
Dan di tambah lagi kerabat yang suka menjodoh-jodohkannya dengan pria yang Anindia tidak kenal sekali pun.
Tuntutan untuk menikah hanya akan membuat orang itu menjadi tertekan.
Padahal soal jodoh hanya yang maha kuasa yang mengetahuinya.
Setiap hambanya hanya akan pasrah dengan segala ketentuan-nya.
Belum menikah bukan berarti menjadi suatu hal yang buruk.
Bukan niat hati untuk tidak menikah hanya saja belum menemukan orang yang tepat.
Pada dasarnya menikah itu bukan ajang lomba lari.
Bukan pula siapa cepat dia yang dapat, jangan hanya karena omongan orang kita memilih jalan yang belum tentu kita inginkan.
Banyak di luar sana yang berlomba-lomba ingin menikah cepat.
Setelah pernikahan barulah mereka sadar pernikahan itu tidak selamanya berbunga-bunga..
Pasti akan ada masa nya badai datang menghampiri.
Dan tidak semua pasangan mampu menghadapi badai itu bersama-sama.
Malah banyak dari kejadian yang sudah ada, badai itu hadir karna di bawa oleh pasangannya sendiri.
Bukankah ini alasannya kita harus menikah dengan orang yang tepat??
Anindia yang sibuk dengan lamunannya soal jodoh tersentak kaget mendengar ketukan pintu dari luar.
Siapakah yang datang?
"Assalammualaikum... tanteee Anin..
Tanteeee buka pintunyaaa.. Arkan datang tanteee.."ujar Arkan sambil teriak-teriak histeris.
Anindia langsung terburu-buru lari kedepan setelah mendengar suara anak kecil yang dikenalnya. Saat membuka pintu ia pun kaget dengan Arkan yang sudah berdiri sambil tersenyum kearahnya.
"Arkan??? Kok kamu bisa ada disini?" Ujar Anindia sambil menoleh kesana kemari.
Anindia tidak menyangka dengan apa yang di lihatnya saat ini. Anak kecil yang ia temui sebulan lalu sudah hadir di hadapannya. Meski ia juga merindukannya namun ia tidak menyangka Arkan akan datang lagi kerumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DARI GADIS BIASA [END]
RomansaBukan menjadi satu-satunya yang belum menikah namun Anindia selalu menjadi bahan untuk dipaksa menikah. Selalu di jodoh-jodohkan membuat Anindia muak. Mendadak pak lurah dikampungnya ingin menjodohkan Anindia dengan kerabatnya namun perjodohan kali...
![CINTA DARI GADIS BIASA [END]](https://img.wattpad.com/cover/259735039-64-k553538.jpg)