BAB 28

5.3K 356 9
                                        

Anindia saat ini sibuk mempersiapkan acara piknik dadakan dibelakang rumahnya. Semua Asisten Rumah Tangga membantu Anindia dengan mempersiapkan segala kebutuhan yang di butuhkan Anindia.

Makanan, kayu untuk membuat api unggun, tempat pemanggangan, dan segala cemilan dan minuman juga sudah di persiapkan.

Ardi pun sibuk mempersiapkan meja dan kursi bersama pak satpam, sedangkan Arkan hanya sibuk bermain di taman bersama mbak Maya.

Sedangkan mbok Minah saat ini sedang pergi bersama pak Marto untuk membeli beberapa buah, persediaan buah dirumah ternyata sudah habis.

"Mas... mas Haikal kok belom datang ya??" Tanya Anindia pada Ardi.

"Kenapa sih suruh cepat-cepat dia datang,dia gak datang pun gak masalah" ucap Ardi.

"Yaampun mas, gak boleh gitu dong.. kan mas Haikal itu satu-satunya tamu yang kita undang." Anindia pun mencubit perut suaminya itu.

"Aaawwww.. sakit sayang.." teriak Ardi memekik kesakitan.

***

"Mas... ini yang kita bawa cukup mas?" Ucap Aliya pacarnya Haikal. Mereka membawa cake dan beberapa roti.

"Cukup Al .. disana juga pasti banyak makanan kok.." ucap Haikal.
Pasti mas ardi gak beli cake, jadi aku inisiatif beli cake sama roti.

"Tapi aku deg-degan mas jumpa mbak Anindia untuk pertama kali.. kira-kira mbak Anindia orangnya gimana ya mas?" Tanya Aliya.

Aliya pun sedikit kawatir saat harus bertemu untuk pertama kalinya dengan Anindia. Karena saat dulu saat mbak Ranya masih hidup, Aliya sempat bertemu dengan mendiang istrinya Ardi itu. Ranya memiliki sikap yang pendiam juga jarang bicara, sulit untuk dekat dengan orang lain. Aliya pun sangat canggung saat itu.

Aliya sudah lama menjalin hubungan dengan Haikal. Sudah 4 tahun namun hingga saat ini Haikal belum ingin melepas masa lajangnya. Aliya pun tidak mempermasalahkan hal itu,, mungkin Haikal belum siap untuk berumah tangga, maka Aliya akan terus menunggu kapan tiba saatnya Haikal akan melamarnya.

"Tenang sayang.. Anindia itu orangnya baik kok, ramah juga.. cuma kadang tergantung situasi juga.. dia adalah orang yang kalo disaat harus baik dia pasti jd orang paling baik. Kayak sekarang ini dia bikin acara piknik buat dinikmati sama semua orang yang ada dirumah mereka. Dan di saat situasi tertentu yang gak mengharuskan jadi baik, ya maka dia bakal jadi orang yang cukup kejam juga.ckckckck" ujar Haikal.lalu Haikal pun mengingat kejadian yang terjadi dikantornya Ardi.

"Ohh gitu mas.. tp aku kan baik hati mas.. jadi mbak Anindia pasti bakal baik juga sama aku kan..hehehe" ucap Aliya manja.

"Iya dong sayang.. pacar aku ini memang paling baik.. muahhh" Haikal mencium tangan Aliya.

Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah Ardi. Setelah sampai pak satpam pun membuka pintu gerbang namun sesaat Haikal melihat sebuah mobil terparkir di ujung jalan.

"Mobil siapa itu? Kenapa seperti sedang menguntit." Batin Haikal.
namun Haikal menepis fikiran negatifnya itu.

Mereka pun turun dari mobil lalu berjalan menuju halaman belakang rumah. Mereka melihat semuanya sudah tersedia, api unggun pun sudah dinyalakan. Untungnya rumah Ardi memiliki halaman belakang yang luas tidak kalah dengan halaman depan. Jadi disaat seperti ini akan sangat berguna jika ingin membuat sebuah acara kecil.

"Dek .. Haikal uda datang itu sama pacarnya.." ucap Ardi.

"Mana mas.." Anindia pun menoleh mencari keberadaan Haikal dan pacarnya.
Saat mereka sudah terlihat Anindia pun menghampiri.

CINTA DARI GADIS BIASA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang