Ardi terus menerus memandang Anindia yang sedang asyik makan rujaknya. Ia merasa kenyang hanya dengan melihat Anindia makan dengan lahapnya.
"Mas.. kok liatin aku terus sih.. rujaknya malah gak di makan.." tanya Anindia
"Ngeliat kamu makan aja mas uda kenyang.." Ardi ngegombal.
"Yauda kalo gitu mulai hari ini gak ada jatah makan buat mas ya.. lumayan hemat beras.." ucap Anindia tanpa fikir panjang.
"Bwahahahaha gak gitu juga kali Nin.. kamu mau bikin mas kurang gizi ya.." Ardi tak sanggup menahan gelak tawanya.
"Abis mas bilang liatin aku makan mas uda kenyang.. ya jadi mas gausah makan lagi aja.." jawab Anindia santai
Malas mendengar omelan anindia lagi, ardi memilih untuk melanjutkan makan rujaknya. Rujak yang mereka beli hingga 25 jumlahnya seperti biasa di bagikan kepada pekerja dirumah mereka.
Semenjak menikah dengan Anindia, ardi lebih sering mengeluarkan uang untuk orang lain. Sebenarnya Ardi juga orang yang dermawan, hanya saja ia selalu menyerahkan segala urusan kegiatan beramal di urus oleh Haikal.
Ardi jarang terjun langsung untuk memberi dengan tangannya sendiri. Sekarang semua berubah semenjak kehadiran anindia, untuk pertama kalinya ardi memberi kepada orang yang membutuhkan dengan tangannya sendiri. Ternyata rasanya itu sangat berbeda, ada kepuasan batin tersendiri saat melihat orang yang kita beri bantuan tersenyum dan mengatakan terima kasihnya.
Meski hanya sedikit yang bisa kita berikan tapi dianggap banyak oleh orang yang kita beri.
"Mas.. gimana kalo hari ini kita ajakin jalan-jalan Arkan ke mall.. kita kan jarang keluar mas.." ujar Anindia memohon.
"Emmm.. gimana ya.. emmm okeee... sekalian kita liat-liat perlengkapan bayi ya.." usul Ardi.
"Iya mas.. aku lupa perlengkapan bayinya.. untung mas ingetin.." jawab Anindia semangat.
"Arkan anak bunda... sini nak.." panggil Anindia memanggil Arkan yang sedang sibuk main lego.
"Iya bunda sebentar.." Arkan pun langsung berlari menuju ke tempat bundanya berada.
"Nanti sore mau ikut bunda sama papa jalan-jalan ke mall gak?" Tanya Anindia
"Mauuu bunda mauu.. nanti di mall beliin Arkan mainan baru ya bunda.." pinta Arkan.
"Iya sayang.. tapi sekarang arkan bobo siang dulu ya.. biar nanti gak ngantuk.. oke.." ujar Anindia.
Arkan langsung pergi menuju kamarnya untuk tidur siang. Arkan sangat patuh pada Anindia, Anindia pun heran kenapa ia sangat patuh. Tapi bagi Anindia itu adalah hal yang harus disyukurinya. Mendapatkan suami yang baik dan anak yang baik adalah impian semua wanita.
Tiba-tiba Anindia mendekat ke arah ardi, ia mengapit lengan Ardi dan bermanja-manja. Semenjak hamil Anindia terus menerus lengket dengan Ardi. Makanya sekarang Ardi lebih banyak dirumah dari pada di kantornya. Ia pun bekerja dari rumah, jika perlu tanda tangannya Haikal hanya perlu datang kerumahnya.
Bos mah bebas.
"Mas.. bobo siang yukk.." ajakan Anindia pada ardi.
"Cuma mau bobo aja? Gak ada yang lain??" Goda Ardi sambil memeluk Anindia
"Ishhh mas ini kenapa mesum banget ih.." ujar Anindia kesal.
"Mas becanda sayang.. yauda yuk ah kita bobo siang.."
Mereka beranjak dari duduknya sesudah membereskan bungkusan rujak di meja makan.
Ardi memegang erat lengan Anindia ketika naik tangga. Ardi tidak pernah membiarkan Anindia turun tangga sendirian.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DARI GADIS BIASA [END]
RomantikBukan menjadi satu-satunya yang belum menikah namun Anindia selalu menjadi bahan untuk dipaksa menikah. Selalu di jodoh-jodohkan membuat Anindia muak. Mendadak pak lurah dikampungnya ingin menjodohkan Anindia dengan kerabatnya namun perjodohan kali...
![CINTA DARI GADIS BIASA [END]](https://img.wattpad.com/cover/259735039-64-k553538.jpg)