Setelah kepulangan mereka dari kediaman Alisa malam itu. Hubungan Ardi dan Anindia seperti memiliki jarak. Ardi yang menyibukkan dirinya di kantor hingga malam. Sedangkan Anindia pun sibuk mengurus Arkan yang sedang sakit. Beberapa hari ini Arkan demam, mungkin karena terlalu banyak main. Anak kecil memang gampang sekali sakit, hanya saja Arkan demam biasa jadi tidak perlu membawanya kerumah sakit.
Ardi pun sedikit lega karena sudah ada Anindia saat ini. Sebelumnya jika Arkan sakit Ardi harus libur ke kantor.
"Mas.. mas hari ini lembur lagi?" Tanya Anindia.
"Iya.."
"Jangan sampe lupa makan malam ya mas.. jaga kesehatan." Anindia pun kawatir dengan keadaan suaminya. Bukan hanya soal suaminya yang kerap lembur bekerja namun ia sadar sikap suaminya seakan berubah dingin dengannya. Terkadang Anindia menangis sendirian dikamar, namun saat tiba-tiba Ardi masuk ke kamar ia berpura-pura tidur.
"Mas kamu kenapa sih mas, apa salah aku sama kamu mas? Jika ini di karenakan mas Rangga. Harusnya dia bukan jadi masalah untuk kita mas. Aku ini istrimu mas. Dia hanya masa laluku." Batin Anindia.
Beberapa hari setelah hari itu Ardi memberanikan diri untuk bertanya soal apa hubungan Anindia dan Rangga. Anindia pun menjawab dengan jujur dan sebenar-benarnya. Namun Ardi menganggap Anindia menutupi perihal hubungannya dengan Rangga dulu. Padahal selama ini Anindia pun sama sekali tidak mengetahui soal Rangga itu bersahabat dengan Ardi. Bahkan kehidupan pribadi yang Anindia ketahui soal Rangga, hanyalah Rangga yang tinggal bersama neneknya di kota Anindia dulu.
Anindia telah menjelaskan semuanya namun Ardi masih saja bersikap dingin dengannya. Ardi menganggap mustahil bagi Anindia tidak mengetahui soal pacarnya.
Anindia pun tidak ingin sampai ribut besar dengan Ardi, dia pun banyak diam dan memendam semua yang ada di dalam hatinya.
Ardi pun berangkat ke kantor seperti biasa, Anindia pun tidak lupa mencium tangan suaminya. Ardi pun tidak lupa mencium kening istrinya, hanya sikap Ardi yang begitu dingin. Namun hal-hal yang biasa seperti mencium tangan dan kening masih dilakukan saat mengantar kepergian Ardi ke kantor.
Saat hendak kembali kerumah, tiba-tiba Anindia merasakan pusing dikepalanya. Pak Marto yang sadar akan hal itu. Langsung lari untuk membantu nona nya itu.
"Non gapapa non?" Tanya pak Marto
"Iya gapapa pak.. tolong bawa saya ke sofa ruang tamu ya pak." Pinta Anindia.
Anindia pun di papah menuju sofa ruang tamu. Ia duduk bersandar disana, ia pun meminta mbok Minah untuk membuatkannya teh hangat. Mungkin dapat meredakan pusing dan rasa lemasnya. Mbok Minah pun panik ingin menelfon Ardi, namun di cegah oleh Anindia.
"Gausah mbok.. jangan telfon mas Ardi, aku cuma pusing aja kok mbok.. mungkin kecapean karena jagain Arkan sakit.. mungkin aku cuma kekurangan gula aja mbok" ucap Anindia menenangkan mbok Minah yang panik.
"Iya non ini diminum dulu teh nya biar enakan." Ujar Mbok Minah
Mbok Minah pun meminjit lengan dan pundak Anindia, Anindia sempat menolak namun mbok aminah tetap melakukannya. Mbok Minah mengganggap Anindia seperti putrinya, jadi saat seperti ini adalah perhatian seorang ibu melihat anaknya yang sakit.
"Makasi ya mbok.. aku uda enakan kok.. aku mau ke kamar dulu ya mbok" ujar Anindia.
"Iya non.. nanti kalo butuh apa-apa panggil mbok aja ya non."
Anindia pun beranjak dari sofa menuju kamarnya. Ia pun memilih untuk tidur, agar tubuhnya kembali fit dan segar.
Anindia pun bangun dari tidurnya ia melihat jam dikamar menunjukkan pukul satu siang. Ia ingin beranjak menuju ke kamar mandi untuk mengambil wudhu karena sudah dalam waktu dhuhur. Saat ia berjalan tubuhnya semakin lemas dengan pusing yang semakin hebat. Anindia pun oleng hingga terduduk, ia mengambil handphone di atas meja untuk menelfon Ardi. Namun handphonenya tidak aktif, akhirnyaAnindia memaksakan diri untuk keluar kamar. Saat sudah keluar kamar, Anindia langsung pingsan. Mbok Minah yang yang sedang menaiki tangga dengan nampan ditangannya langsung kaget melihat nona nya jatuh pingsan.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DARI GADIS BIASA [END]
RomanceBukan menjadi satu-satunya yang belum menikah namun Anindia selalu menjadi bahan untuk dipaksa menikah. Selalu di jodoh-jodohkan membuat Anindia muak. Mendadak pak lurah dikampungnya ingin menjodohkan Anindia dengan kerabatnya namun perjodohan kali...
![CINTA DARI GADIS BIASA [END]](https://img.wattpad.com/cover/259735039-64-k553538.jpg)