sebuah keputusan

20.9K 926 216
                                        

Plak

Suara tamparan tersebut membuat semua orang yang ada disana terkejut apalagi Rigel yang melihat Luna menampar Rea dengan keras.

"Rea lo nggak papa?" Tanya Bumi dan Rigel bersamaan membuat Rea menggelengkan kepalanya lalu Rea melihat kearah Luna yang menatapnya dengan tajam.

"Kenapa lo nampar gue Lun?" Tanya Rea yang malah tersenyum.

"Gue benci sama lo Re!!" Teriak Luna didepan semua orang.

"Kenapa lo benci sama Rea?" Tanya Sasha yang menatap Luna.

"Lo nggak tau Sha, dia kesini mau ngambil Kak Rigel dari gue, gue nggak suka liat dia balik lagi, gara-gara dia pertunangan gue sama Kak Rigel jadi terhenti" perkataan Luna membuat Sasha terkejut.

"Lo ngomong kalau Rea balik karna mau ngambil Rigel dari lo? Bukannya kebalik ya, Lo yang ngambil Rigel" ucapan Sasha membuat Luna membulatkan matanya terkejut.

"Lo belain dia? Lo malah belain dia dari pada gue? Gue sahabat lama lo Sha" ucap Luna menatap Sasha.

"Gue belain Rea karena dia benar, emang salah kalau dia balik? Disini ada rumahnya, ada keluarganya, dia kesini juga mau ngucapin selamat sama lo dan Kak Rigel, tapi kenapa lo malah gini? Lo nggak kangen sama Rea?" Tanya Sasha membuat Luna semakin marah.

"Gue nggak kangen sama dia, gue malah bersyukur kalau dia nggak disini, gue malah berdo'a supaya dia koma" ucap Luna membuat Rea terkejut.

"Luna, lo kenapa jadi gini? Gue salah kalau gue mau hadir dipertunangan sahabat gue?" Lirih Rea, ia bahkan mengeluarkan air mata kembali.

"Salah Re, salah besar, lo kenapa harus balik diwaktu pertunangan gue Re? Seharusnya lo nggak usah kesini, seharusnya lo masih di Amerika, seharusnya lo masih koma, gue bahkan berdo'a supaya lo mati Re!! Gue pengen lo mati!! Seharusnya dua tahun yang lalu lo langsung mati Rea!! Kenapa lo harus hidup sih? Gue seneng waktu lo dibawa ke Amerika dan ninggalin Indonesia, karena dengan begitu gue bisa dapetin Kak Rigel, tapi apa? Setiap gue sama Kak Rigel, Kak Rigel selalu inget tentang lo, selalu bercerita tentang lo, sampe gue muak dengernya, gue kira setelah tunangan gue bisa buat Kak Rigel buka hati buat gue, tapi apa...tapi lo malah balik dan hancurin semuanya" Luna membentak Rea, dan perkataan Luna membuat semua orang terkejut, bagaimana bisa seorang sahabat malah mendoakan sahabatnya untuk mati.

"Lo udah gila Lun!"teriak Sasha ia terkejut dengan perkataan Luna yang malah mendoakan Rea untuk mati.

"Iya gue gila!! Gue nggak mau kehilangan orang yang gue cinta!! Gue nggak mau kejadian dimasa lalu kembali lagi!! Gue trauma!! Gue takut Kak Rigel ninggalin gue dan malah milih Rea" teriak Luna lalu ia menjambak rambutnya sendiri membuat penampilan Luna menjadi berantakan.

"Luna Stop" ucap Mama Luna ia menangis melihat Anaknya seperti sekarang.

"Luna takut Ma, Luna takut kalau Kak Rigel ninggalin Luna" lirih Luna yang sekarang malah terduduk dan menangis.

"Luna dengerin gue, gue nggak akan ambil Kak Rigel dari Lo, gue kesini juga mau pamitan buat terakhir kalinya, karena gue nggak akan balik lagi" ucap Rea menghampiri Luna yang duduk.

"Gue nggak percaya, lo pasti mau ngambil Kak Rigel kan" ucap Luna sinis menatap Rea.

"Setelah gue tau kalian mau tunangan, gue udah nggak suka lagi sama Kak Rigel, karena sekarang gue mau buka hati buat seseorang" ucap Rea seraya menatap Bumi dan tersenyum.

"Maksud lo apa Re? Lo udah nggak cinta sama gue?" Tanya Rigel yang langsung membuat Rea menggeleng.

"Maaf Kak, gue udah mulai buka hati buat Bumi, karena dia pantas dapetin cinta gue, dan Kak Rigel juga harus buka hati buat Luna" ucap Rea membuat Rigel menggeleng.

"Enggak Re, nggak bisa, gue cinta sama lo, dan lo juga cinta sama gue apa nggak bisa kita kayak dulu lagi?" Lirih Rigel membuat Rea menggelengkan kepalanya.

"Gue masih suka sama Kakak, tapi kita nggak bisa bersatu lagi," ucap Rea membuat Rigel menggelengkan kepala.

"Nggak Re, nggak bisa, gue mau sama lo, gue cinta sama lo" ucap Rigel

"Gue juga cinta sama lo Kak, tapi sayangnya kita nggak akan bisa bersatu, lo udah punya Luna dan gue udah punya Bumi, dua bulan lagi gue sama Bumi akan tunangan di Amerika" ucap Rea membuat Rigel terkejut.

"Gue nggak setuju" ucap Rigel setelah mendengar pengakuan Rea

"Gue nggak butuh persetujuan lo Kak, lo tunangan sama Luna aja gue malah restuin kalian berdua" ucap Rea seraya tersenyum.

"Kalau gitu gue bisa batalin pertunangan ini" ucap Rigel membuat Rea terkejut.

"Jangan ambil keputusan yang gegabah Kak, nanti lo malah nyesel, kasian Luna Kak, walaupun Luna doain gue mati, tapi dia tetep sahabat terbaik gue" ucap Rea membuat Rigel menggeleng.

"Gue batalin pertunangan ini!!" Teriak Rigel lantang membuat Luna menangis, dan langsung berteriak.

"Nggak bisa!! gue nggak mau!!" Teriak Luna dan menangis semakin kencang.

"Gara-gara lo balik pertunangan gue jadi kacau, pergi lo dari sini!! Gue muak liat muka lo!!" Teriak Luna dan menunjuk Rea.

"Kak, lo nggak bisa batalin pertunangan ini" ucap Rea menatap Rigel

"Gue nggak mau tunangan sama Luna, gue mau tunangan sama lo" ucap Rigel dan mengambil cincin yang tadi terjatuh lalu ingin memasangkannya dijari manis Rea, namun dengan cepat Rea menarik tangannya.

"Gue nggak mau, gue udah punya Bumi, sekarang gue pamit, dan mungkin ini terakhir kalinya kita ketemu" ucap Rea membuat Rigel menggeleng.

"Nggak lo nggak bisa pergi" Rigel melarang Rea namun Rea segera menepis tangan Rigel yang menahan tangannya.

"Gue harus pergi, karena gue pertunangan lo sama Luna jadi batal, gue minta maaf, dan buat lo Luna, gue minta maaf" ucap Rea.

"Bumi, ayo kita pergi" ajak Rea yang dengan segera Bumi mendorong kursi Roda Rea meninggalkan gedung pertunangan Rigel yang sudah berantakan.

"Kamu nggak Papa Re?" Tanya Bumi Membuat Rea tersenyum.

"Aku nggak Papa Bumi" ucap Rea.

"Kalau kamu mau sama Rigel, aku nggak papa kok Re"

"Gue nggak mau sama dia, dia terlalu egois, mending sama kamu aja" ucap Rea sambil tersenyum senang.

"Semuanya udah berakhir, sekarang aku bisa tenang jalani hari-hari aku sama kamu" ucap Rea

"Makasi Re, kamu mau buka hati kamu buat aku" ucap Bumi membuat Rea tersenyum.

"Aku seneng karena mulai sekarang aku bisa mencintai kamu" ucap Rea membuat Bumi mengehentikan kursi roda tersebut dan memeluk Rea membuat Rea membalas pelukan Bumi

...

Up lagi🥳🥳
Disini siapa yang mau Rea sama Bumi?
Satu part lagi ceritanya udah tamat ya🤗🤗
Nggak kerasa udah dua Minggu buat cerita ini🤗🤗
Jangan lupa vote dan komen

Salam manis dari Author 🤗🤗

Rea's Story (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang