🐝 Kangen

161K 18.2K 755
                                        

21. Kangen

.

Sejak kejadian seminggu yang lalu, hubungan Arsean dan Zara semakin menjauh. Keduanya tak saling tegur. Bahkan saat berpapasan pun, Arsean pasti selalu buang muka. Sama halnya dengan Zara. Ia seakan tak mau kalah dari Arsean.

Sebenarnya, mereka bisa saja baikan andai tak ada tembok gengsi yang menghalangi. Arsean tak mau menegur duluan. Tentunya karena dia rasa bahwa Zara lah yang harus menegurnya lebih dulu. Tapi disisi lain, Zara juga tak ingin menegur. Padahal Zara sudah mengatakan bahwa ia tak punya hubungan apa-apa dengan Kevin. Zara tak habis pikir, bisa-bisanya Arsean marah hanya karena masalah sepele. Hal itu tentu membuat Zara ikut tak mau menegur Arsean. Ia juga berfikir karena dirinya adalah seorang wanita. Bukankah seharusnya pria yang harus mengalah? Huh!

Disaat sepasang kekasih itu saling menjauh, berbeda dengan Angga dan Syifa yang sudah menjalin hubungan sejak seminggu yang lalu. Keduanya terlihat semakin akrab. Entah jenis pelet apa yang Angga gunakan hingga Syifa mau kembali padanya.

"Sayang, nanti malam aku mau ajak kamu dinner. Mau nggak?" Tanya Angga yang kini duduk di kursi kelas. Tepatnya disamping tempat duduk Syifa.

Syifa hendak menjawab namun matanya melirik keluar saat tak sengaja melihat Zara lewat di depan kelasnya.

"ZARA!!" Teriak Syifa memanggil.

Zara sontak menoleh lalu melambaikan tangannya pada Syifa sambil tersenyum lebar.

"Sini!!"

Zara pun segera berjalan masuk ke kelas Syifa.

Senyumnya seketika menghilang saat melihat Arsean duduk di belakang kursi Syifa. Ia terlihat sedang menelungkupkan kepalanya di atas meja. Entah lelaki itu sedang tidur atau melamun, Zara tak peduli.

"Apa?"

"Lo mau ikut gue sama Angga makan malam gak?" Tanya Syifa semangat empat lima.

Oh, ternyata semangatnya malah membuat Angga hilang nafsu makan bak anak kena penyakit cacingan.

"Gakpapa kan, sayang?" Kini tatapan Syifa beralih pada Angga.

Angga berusaha tersenyum walah terlihat masam "Iya, terserah kamu aja."

Zara mengerutkan keningnya. "Kalian mau dinner berdua ya berdua aja kali. Ngapain ngajak gue?"

"Yah.. kita kan udah lama gak main keluar malam-malam. Ikut aja deh!! Temenin gue, ya? Please.." Bujuk Syifa pada Zara.

"Terus gue nanti ngapain disana? Jadi nyamuk kalian berdua?"

"Yaudah kita ajak Arsean aja. Biar gak bertiga doang."

Angga setuju dengan ide Syifa. Setidaknya ia memiliki teman. Yakali dia cowok sendirian terus dinner bareng dua cewek? Mau di cap apa dia nantinya?

"Arsean ikut yuk!!" Ajak Syifa namun Arsean masih tak bergerak dari posisinya.

Angga mendekat pada Arsean lalu berbisik, "Ikut aja dah. Lo gak kasihan sama gue?"

Angga dan Syifa sibuk membujuk Arsean sampai tak ingat bahwa ada Zara disana. Zara mendengus kesal karena tidak di hiraukan.

"Ekhem!! Gue ke kelas du-"

"Gue ikut!" Sergah Arsean mengangkat kepalanya dari meja.

Zara memutar bola matanya malas kemudian berbalik badan. "Gue cabut."

"Ehhh, jangan dulu!!" Syifa berhasil menahan tangan Zara untuk tidak pergi.

"Lo ikut dong, Ra!!" Syifa membujuk lagi tapi Zara tetap menolak.

Bayi Dingin [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang