Guyss aku bakalan update part selanjutnya kalau kalian udah Follow akun aku sama udah vote cerita part ini, kalau belum follow sama vote dia secara otomatis gak bisa update,wkkwkwkk :>
Jadi buat kalian yang penasaran lanjutan kisahnya, divote terus ya jangan cuman dibaca aja, syukur syukur deh di coment biar kita akrab gituu.
Sebelum lanjut baca, mending;
Divote
Di coment
Difollow
Dishare juga
Maacih zeyenk zeyenk ku
-------------------------------------------------
Pov Billar
"ngapain sih ngumpet ngumpet di samping mobil gini" heran Billar yang dengan pasrah ditarik oleh sahabatnya bersembunyi di balik mobil.
"tadi ada pak bagus lewat, lo mau kita dihukum karna udah ngerjain dia mingu lalu sampai masuk rumah sakit" jelas Rico.
Ingatan Billar melayang pada kelakuan absurdnya dan sahabatnya yang dengan usil memasukkan cicak kedalam baju dosen gundulnya itu, tak luput mengurung seekor kecoa didalam topi sang dosen.
Esok harinya Billar dan sahabatnya mendapat kabar bahwa sang dosen masuk rumah sakit. Sungguh laknat tingkahnya dan sahabatnya batin Billar.
Sekitar 10 menit mereka bersembunyi mereka memutuskan keluar dari persembunyian dan menuju mobil masing masing untuk pulang dari kampus ini. Namun siapa sangka baru sekitar 5 langkah mereka berjalan, ada sebuah sepatu sneakers berwarna putih yang mendarat dengan apik di pipi Billar.
Amarah Billar memuncak ketika berpikir siapa yang berani melemparnya dengan sepatu.
Beberapa detik kemudian, datang seorang gadis yang berjalan hanya dengan satu sepatu. Billar menatapnya dan dalam sedetik dia menyadari siapa perempuan ini.
"ehmmm maaf Ka, saya gak sengaja" cicit gadis Itu.
Billar diam masih menatap perempuan berkemeja putih dengan hijab dan celana kulot berwarna criem.
Billar melempar sembarang sepatu tersebut lalu berjalan tanpa kata meninggalkan Ora.
Ora menatap sahabat sahabat Billar.
"sekali lagi maaf ka, saya gak sengaja" ucap Ora lalu berlari ke arah sepatunya yang tadi dilempar Billar.
----------
Ora mengucapkan beribu syukur pada tuhan karna sudah membuat urusannya dengan para pandawa berakhir tanpa berbuntut panjang. Ora langsung berjalan ke parkiran motor sambil mengatur napasnya yang sedari tdi tak karuan.
Dengan pelan Ora memasang helm lalu menghidupkan motor vespa nya dan langsung meluncur ke cafeo thejora.
Dalam hati Ora sudah memgabsen semua nama binatang, dengan niat tertuju pada Faul.
"dasar Faul si kucing" oceh Ora ketika motornya berhenti lantaran lampu sedang berwarna merah.
--------------------
"Uul dasar kucing lu yak, lu tau gak gua tadi hampir aja masuk kandang buaya tau gak, semua gara gara lu" teriak Ora ketika berada di dalam cafeo thejora beruntung cafeo sedang dalam keadaan sepi hanya ada Faul yang sedang duduk manis di dekat barista cantik guna menggoda sang kasir cafeo.
"apa sih Ra teriak teriak, kan cerita pelan pelan bisa" balas Faul lembut lalu menghampiri Ora yang terduduk di kursi.
"lo tau, gua tadi mau nimpuk lo pakai sepatu karna lo gak nyaut waktu gua teriak, ehh gak taunya tuh sepatunya malah nyasar ke siapa tuh, yang tiap pagi di kerumunin fans nya" bad mood Ora.
KAMU SEDANG MEMBACA
KILAS BALIK ( END )
FanfictionLangsung baca aja dh Penasaran kan....yodahh cus aja baca ceritanya,terus jangan lupa kasih bintang dan difollow juga ya!!!
