42. go to Canada

721 109 120
                                        

Guyss aku bakalan update part selanjutnya kalau kalian udah Follow akun aku sama udah vote cerita part ini, kalau belum follow sama vote dia secara otomatis gak bisa update,wkkwkwkk :>

Jadi buat kalian yang penasaran lanjutan kisahnya, divote terus ya jangan cuman dibaca aja, syukur syukur deh di coment biar kita akrab gituu.

Sebelum lanjut baca, mending;
Divote
Di coment
Difollow
Dishare juga

Maacih zeyenk zeyenk ku

-------------------------------------------------

"ka Ora minta break dulu buat sementara" jelas Ora ketika Billar menemuinya di kamar gadis ini.

Degan wajah pucat serta mata sembab, Ora mengenakan hijab instan serta baju tidur lengan panjang bermotif bunga, Ora duduk di sofa balkon kamarnya.

Sudah 5 hari Ora tak mengangkat telpon Billar, dia juga tidak membalas chat dari dirinya.

"kamu kenapa sih Ra" frustasi Billar

Ora melirik wajah Billar sedikit, lalu membuang muka dengan angkuh.

"kaka gak ngerasa ngelakuin kesalahan" tanya Ora.

Billar menggeleng pelan.

Ora tersenyum pahit melepas cincin pertunangan mereka. Lalu meletakkannya di meja. Saat ini Billar dan orang tuanya mendatangi kediaman Ora dengan alasan silaturrahmi. Kedua orang tua Billar maupun Ora tahu bahwa anak mereka sedang ada masalah. Tapi mereka yakin kejelasan terbaik setelah ini adalah keputusan mereka.

"Ra maksud kamu apa apaan sih, kita udah mau nikah" emosi Billar.

"tinggal  4 bulan lagi kamu lulus kuliah dan kita bisa nikah sayang" lanjut Billar.

"Ora gak nyangka kaka semunafik ini" ucap Ora.

"Ora gak mau ada sesuatu di pernikahan kita nanti, lebih baik putus sekarang daripada cerai nanti ka" ucap Ora masih enggan menatap Billar.

"mungkin berenti sampai disini adalah hal terbaik" ucapnya dengan air mata yang keluar tanpa izin dari mata bulatnya.

Billar terdiam menatap cincin berlian yang dia berikan pada Kejora sekitar satu tahun yang lalu.

Billar memalingkan wajah Ora agar menatap lekat dirinya. Mata Billar pun berkaca kecewa dengan ucapan yang baru saja dilontarkan mantan tunangannya inj, sedangkan Ora  sesegukan menahan tangis yang ingin membuncah dalam dirinya.

"apa yang buat kamu senekat ini" pelan Billar, teramat pelan sampai bumi pun tak mendengarnya.

Ora menggeleng lesu mengartikan dia tak sanggup menceritakan hal itu.

"kenapa" ucap Billar lagi lebih jelas dan dingin.

Ora memejamkan mata tangisnya pecah, tak sanggup lagi dia menahan semua kecewa yang dia rasa.

"kenapa kaka lakuin ini ke Ora" ucapnya.

Billar terheran.

"apa yang udah kaka lakuin sampai kamu senekat itu mutusin hubungan kita" ucap Billar tepat dihadapan wajah Ora.

"kaka SELINGKUH" lemas Ora.

Billar terdiam menatap wajah Ora dengan serius, Mengamati wajah kecewa dari gadis didepannya ini.

"kalau emang ini yang kamu mau, yaudah kita berenti disini. Kita sama sama intropeksi diri, tapi malam ini kaka bilang sama bintang Kejora, kaka masih berharap kamu adalah orang yang ditakdirkan tuhan untuk menjadi pasangan kaka"

"dan satu hal lagi, kaka kecewa karna kepercayaan kamu ke kaka sedangkal itu. Cincin ini kamu simpen baik baik, tapi kalau kamu mau buang silahkan asal jangan dikembaliin" ujar Billar lalu meninggalkan Ora yang terduduk lemas mengingat semua chat, foto bahkan kejadian intim di depan wajahnya sendiri.

KILAS BALIK ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang