24. Faul

698 113 15
                                        

Guyss aku bakalan update part selanjutnya kalau kalian udah Follow akun aku sama udah vote cerita part ini, kalau belum follow sama vote dia secara otomatis gak bisa update,wkkwkwkk :>

Jadi buat kalian yang penasaran lanjutan kisahnya, divote terus ya jangan cuman dibaca aja, syukur syukur deh di coment biar kita akrab gituu.

Sebelum lanjut baca, mending;
Divote
Di coment
Difollow
Dishare juga

Maacih zeyenk zeyenk ku

-------------------------------------------------

Sekarang Ora sudah berada di teras kamarnya, menatap kepergian Billar yang telah diinterogasi oleh sang Ayah dan Bundanya, tak luput Billar mendapat bogeman dari sang abang.

Bagaimana tidak orang rumah kalang kabut bak orang kesetanan mencari Ora di tengah derasnya hujan dan pekatnya malam.

Ora merasa bersalah, padahal Billar sudah berbaik hati menolongnya. Tapi dia malah mendapat memar disudut bibirnya, serta lontaran banyak pertanyaan dari sang ayah pada Billar. Ora belum mengatakan pada ayah bundanya tentang kenyataan apa yang dia ketahui.

Ora teringat pada Faul, mungkin Faul bisa membantunya berterima kasih dan meminta maaf pada kakak tingkat sekaligus most wanted kampusnya itu.

Ora segera mengambil handphonenya  lalu menekan logo telpon pada kontak yang bertuliskan

'Uul bes plen muach 😘'.

"uul, lagi sibuk gak" tanya Ora ketika telpon sudah terhubung.

"emmmh gak sih" jawab Faul santay.

"gua mau cerita" kata Ora.

"yaudah cerita, nih gua kasih kuping buat dengerin keluh kesah lu" ucap Faul.

"tapi gua gak mau cerita di telpon, mau ketemu langsung"kata Ora.

"lahh yaudah datengin kerumah gua, males gua ke rumah elu" jawab Faul.

"ehhh waitt ketemu di cafe lo aja gimana" ajak Faul.

"gak mau uul, disana nanti juga banyak yang denger, ini tuh secret rahasia paham kan lu" pekik Ora dari telpon.

"yaudah lu ke rumah gua,, gua males ke rumah lu, entar gua ketemu anjing tetangga lu lagi" kata Faul sambil teringat pada kali pertama dia berkunjung ke rumah Ora.

Saat itu Faul turun dari mobil tiba tiba saja dia mendengar nyaring gonggongan anjing dari seberang rumah Ora. Refleks Faul masuk kembali ke dalam mobil, setelah berfikir tenang Faul memberanikan diri turun dan berjalan cepat ke dalam rumah Ora ditambah anjing itu juga tidak akan bisa melompati pagar sepinggang itu, pikir Faul.

Namun memang hari itu naas baginya, satpam rumah Ora tak kunjung membukakan pagar, sedangkan dari sudut matanya dia melihat anjing diseberang sana tengah terbang melompat melewati pagar pembatas yang hanya setinggi pinggang.

Spontan Faul yang notebened nya tidak pernah memanjat, langsung saja naik memanjat pagar rumah Ora yang memang tinggi. Sialnya lagi anjing laknat itu tetap menggonggong dibawahnya, beberapa detik kemudian Faul merasakan basah pada celana kainnya. Faul sadar dia terkencing dengan keadaan yang sangat estetik, bayangkan badang yang bergelantung dan kaki yang mengangkang di pagar rumah Ora.

Anjing itu kembali menggonggong keras mengagetkan Faul, Faul terlonjak kaget dan disaat yang bersamaan bunyi celana robekpun timbul. Dalam hatinya ini adalah kejadian yang sangat memalukan.

Faul tidak pernah seperti ini, Faul adalah orang yang bersih, rapi dan glowing, namun tiba tiba saja dia berubah sangat memalukan seperti saat ini.

KILAS BALIK ( END )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang