MIRROR 30
PECAHAN CERMIN
________________________________________
🎶Melly Goeslaw-Kembalikan Senyum ku
Ghea tidak percaya dengan ucapan Pak Faisal. Ghea sungguh tidak habis pikir jika Zidhan adalah Ayahnya. Itu tidak mungkin bukan? Manda meninggal karena bunuh diri di danau bersama bayi yang ada di kandungannya.
Tetapi kenapa Faisal berkata terlihat serius sekali?
Tangan Ghea bergetar membuka kenop pintu rumahnya. Berjalan masuk. Melewati kedua orang tuanya yang bertengkar batin. Ayahnya duduk membaca koran di sofa. Mamanya duduk di kursi makan merajut sesuatu. Tak ada yang sadar bahwa Ghea sudah pulang. Hingga filing Wati tergerak dengan sendirinya untuk menoleh ke arah tangga.
“Ghea.”
Ghea tertahan tepat ketika kakinya ingin menginjak undakan tangga yang ketiga.
“Makanannya sudah Mama siapkan. Jangan lupa makan dulu.”
Sekelebat perkataan Faisal kembali terputar di benak Ghea. Faisal tidak langsung mengatakan kalau Zidhan ayahnya, tetapi perkataannya itu sangat jelas sekali mengandung arti bahwa Zidhan yang dimaksudnya. Karena Wira—ayahnya Ghea tidak mungkin satu angkatan pada masa itu. Wira tujuh belas tahun lebih tua dari Faisal.
Apa yang harus Ghea katakan sekarang?
Bertanya pada mereka dengan riang bahwa Zidhan adalah Ayahnya.
Yakin tidak akan menimbulkan konflik baru? Terutama bagi Ayahnya.
Ghea takut kembali mendapatkan tamparan itu lagi. Tetapi Ghea lebih takut suasana keluarganya akan semakin keruh.
“Ma, G-Ghea makan nanti aja ya. Ghea capek. G-Ghea mau istirahat.” Batin Ghea capek Ma... Kata suara hati kecil Ghea.
“Eh, um maksud Ghea... Ghea mau mandi dulu baru nanti makan. Ghea ke balkon dulu ya Ma, gerah banget mau mandi.”
Percobaan Ghea memulai pembicaraan yang harusnya menyenangkan sepertinya langsung gagal total karena dia seperti orang amnesia yang lupa dalam kosa kata.
Wati tercekat dan langsung meninggalkan sulaman pada sebuah kain. Berdiri. Menatap heran putrinya yang berkeringat.
Ghea ingin sekali mengadukan semua yang terjadi kepada Mamanya seperti yang sering dilakukannya ketika dia ada masalah. Tetapi kenapa saat ini semua masalah yang menimpanya justru hilang dari perbendaharaan kata yang ada di mulutnya. Lidahnya kelu sekarang.
Seorang Ibu memang memiliki kepekaan yang luar biasa kuat. Wati seakan tahu kenapa Ghea yang mulai sesegukan padahal dia sama sekali belum menangis.
“Ghea, apa yang terjadi? Apa ada yang mengerjai mu di sekolah?”
Dengan hanya melihat gumpalan permen karet yang menempel di sela-sela rambut Ghea, Wati sudah tahu pasti ada sesuatu yang terjadi.
Ghea menggeleng lemah. Tentu bukan dari hal itu mengapa air matanya kini menetes. Dia masih mencoba tidak mempercayai Faisal. Dia masih ingin menolak takdir ini. Enam belas tahun. Mengapa dia harus mengetahuinya sekarang?
Dengan tidak melakukan langsung kontak mata, Ghea membuka mulut sedikit.
“Ma, apa Ghea boleh bicara?” bibir Ghea bergetar mengatakannya. “Apa yang terjadi saat Manda melakukan percobaan bunuh diri? Apa dia benar-benar meninggal?”
"Apa maksud kamu?"
"Pak Faisal..." kata Ghea lagi, "... Guru Ghea keceplosan bilang kalau Ghea ini anak Pak Zidhan. Apa itu benar?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MIRROR
Fiksi RemajaCerita ini tentang Regina Abighea. Gadis yang harus hidup ditengah-tengah kisah perpisahan antara Manda dan juga Zidhan (Sepasang kekasih dimasa lalu). Akankah Ghea dapat membuat keduanya bertemu lagi? Baca selanjutnya disini, -MIRROR "Kelahiran mu...
