PART 15
YAYASAN MENTARI HATI
________________________________________
🎶Andmesh-Hanya Rindu
Hari libur, Ghea meminta izin kepada Mama untuk pergi mengerjakan tugas dengan teman-temannya. Manda seperti biasa ikut di belakang. Jangan mengira kalau ucapan Ghea itu benar, karena mereka tidak pergi menemui Arin, Sammy ataupun Regan. Melainkan pergi ke sesuatu tempat yang jaraknya satu kilometer dari rumah Ghea.
Ghea memandang pagar dan tulisan Yayasan 'Mentari Hati' di sana dan gantian ke arah ponsel seolah mencocokkan nama alamat dengan peta. Ia juga melihat banyak orang berlalu lalang di halaman sana dengan pakaian serba putih.
“Lo yakin ini tempatnya?” ucap Ghea seraya menoleh ke samping.
Manda menganggukkan kepala. “Iya. Aku yakin sekali, aku masih ingat kok nama yayasannya Mentari Hati.”
“Kalau kita salah tempat gimana? Siapa tahu, kan nama yayasannya sama, tapi tempatnya berbeda.”
“Benar kok ini tempatnya. Aku masih ingat bentuk bangunan kokohnya.”
Ghea dan Manda pun tanpa ragu masuk ke sana. Bertemu orang-orang dengan interaksi yang aneh. Ada yang main boneka, lari-larian, menangis, mengobrol dengan teman khayalan, bahkan ada juga yang sedang dibujuk suster untuk makan. Setelah masuk, Ghea mengarahkan kakinya menuju meja resepsionis.
“Pagi, ada yang bisa saya bantu?” sapa Resepsionis itu dengan ramah kepada Ghea.
Ghea memegangi tali tas selempang yang dibawanya. Entah perasaan apa, tapi Ghea semakin gugup saat Manda membisikkan sesuatu di telinganya.
“Cepat tanyakan apa pasien yang bernama Wening masih di sini?”
Ghea mengangguk kecil. “Apa pasien yang bernama Ibu Wening masih di sini?” ia mengulang kalimat Manda.
“Maaf, Mba ini siapanya ya? Setahu saya Ibu Wening sudah tidak lagi memiliki keluarga mengingat tak ada yang berkunjung ke sini menjenguknya.”
“Katakan kalau Ghea anak tiri,” perintah Manda lagi.
Ghea sontak menoleh kaget. Anak tiri? Itu berarti Manda?
Ragu-ragu Ghea menjawabnya, “Sa-saya anak tirinya Bu Wening Sus. Saya ke sini ingin menjenguk.”
“Oh, baik. Mari saya antar.”
Ghea kembali melirik Manda yang diam. Ia menarik nafas saat mereka sampai di depan pintu sebuah ruang. Seperti kontrakan, ruangan itu ada ruang tamu dengan sofa dan meja. Bahkan ada televisi. Ada juga ruang tidur di bagian dalam. Tetapi yang menjadi objek Manda tentu saja seorang wanita yang sedang duduk di depan televisi sambil tertawa-tawa menonton tayangan kartun anak.
Manda dan Ghea saling bertatapan seolah sedang bertelepati. Lalu Manda mengangguk pelan sambil memegang tangan Ghea. Saat itu Ghea tidak sadar lagi.
Kini, hanya ada Manda dengan nafas yang seakan semakin sesak menuju wanita itu.
“Ma-Mama,” panggil Manda dengan nada getir.
KAMU SEDANG MEMBACA
MIRROR
Teen FictionCerita ini tentang Regina Abighea. Gadis yang harus hidup ditengah-tengah kisah perpisahan antara Manda dan juga Zidhan (Sepasang kekasih dimasa lalu). Akankah Ghea dapat membuat keduanya bertemu lagi? Baca selanjutnya disini, -MIRROR "Kelahiran mu...
