Hai, ges. Balik lagi, yah?😂
Cusss baca
---HAPPY READING---
🔆 Lebih Menyakitkan 🔆
Masa bodo dengan ocehan Garlan sepanjang jalan. Gina masih kesal, dan memilih diam sepanjang dia dan Garlan menuju sekolah mereka.
Berbeda dengan Garlan yang terlihat sumringah ditambah dengan ocehannya. Mengingat Gina yang tadi menjawab keluhannya dengan sebutan 'sayang' membuat Garlan berpikir sang mantan masih ada rasa. Cih, baperan!
"Beneran nggak mau mampir dulu? Nggak kangen apa makan buburnya Pak Jimin sama gue?"
"Nggak."
Lain di mulut lain di hati. Sebenarnya, sedikit ada keinginan untuk dirinya sarapan dengan Garlan. Tetapi lagi-lagi akalnya selalu menang, mengingat rasa sakit yang kemarin datang.
"Makasih," ucap Gina, meletakkan helm yang tadi ia pakai di spion motor milik Garlan setelah sampai di parkiran.
Dirinya langsung berlari kecil, menjauhi Garlan yang kini menatapnya dari parkiran siswa. Lagi-lagi Garlan harus menghela napasnya. Sadar, bahwa kejadian minggu lalu dirinyalah yang salah.
"Sorry, lagi-lagi gue jadi yang terburuk buat lo," ucap cowok itu yang kemudian melepas helm full face miliknya. "Tapi gue bersumpah! Bahwa lo akan kembali dan akan jadi milik gue, Garlan Brastian." Senyuman miring pun tercipta dengan keyakinan yang Garlan miliki.
"Ceileeehhh, bulshit lo ciptain, faktanya lo sering nyakitin," cerca suara yang tiba-tiba datang.
Garlan menoleh, menatap jengah saat melihat orang itu. Siapa lagi kalau bukan sahabatnya, cowok tampang pas-pasan dengan gebetan segudang.
"Masih usaha?" tanya Arlan dengan mendududki jok motor di samping Garlan.
Garlan tak menyahut. Mendengar nada ejekan dan sindiran sahabatnya rasanya membuat tangannya ingin menggampar mulut itu.
Lagian kenapa cowok itu harus tau? Salahkan saja dirinya yang bercerita kepada Arlan.
"Woi!" Arlan menepuk pundak Garlan membuat cowok itu berdecak kesal.
Tanpa basa-basi ketua OSIS itu langsung berjalan meninggalkan Arlan di parkiran.
"DASAR GALON!" teriak Arlan dan langsung menyusul langkah Garlan.
Dirinya tertinggal beberapa langkah dengan Garlan. Sampai Garlan mencegah langkah Arlan dengan tangannya. "Apaan?" tanya Arlan sedikit bingung.
Garlan menunjukkan ke arah seseorang dengan dagunya. Yudhis Ariando, si kapten basket itu tengah berbicara lewat telepon.
"Papa tenang aja. Nanti Yudhis bakal usahain akan bantu cari cara untuk masalah yang ada di kantor," ucap Yudhis.
Sedikit tentang Yudhis, selain Kapten basket SMA Tirta. Cowok itu adalah salah satu murid berprestasi di jurusan IPS. Terbukti dengan peringkat satu paralel dari seluruh murid jurusan IPS selama 2 tahun ini. Dan juga di usia yang masih sangat muda, dirinya mampu belajar bisnis dengan bantuan Papanya dan juga otaknya yang cerdas itu. Bahkan, seperti yang tadi dirinya ucapkan, Yudhis mampu untuk membantu sang Papa ketika ada masalah perusahaan milik keluarganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kejar Mantan [END]
Teen Fiction[PART LENGKAP] "Di saat orang-orang ngejar masa depan. Eh, lo sendiri yang ngejar masa lalu." Sindiran itu terucapkan untuk seorang pemuda. "Tapi gua ngejar karena ada hal yang memang ngedorong gue buat ngelakuin itu. Perasaan gue yang terlambat. Em...
![Kejar Mantan [END]](https://img.wattpad.com/cover/259154373-64-k646342.jpg)