DUA BELAS

675 58 10
                                        

Hai, ges. Balik lagi, yah?😂

Cusss baca

---HAPPY READING---

🔆 Usaha 🔆

Pantulan bola oranye terlihat di permukaan lapangan yang berada di dalam gedung olahraga yang amat besar milik SMA Tirta. Dribbling yang dilakukan oleh sang kapten itu sangat sempurna, ditambah ia melakukan teknik pivot yang sangat tepat untuk mencegah jangkauan lawan dari bola.

Yudhis, cowok itu kembali menggiring bolanya menuju ke arah ring lawan.

“DHIS!”

Teriakan salah satu cowok yang merupakan satu tim dengan Yudhis, yang posisinya tak jauh dari ring lawan mereka, membuat Yudhis langsung melakukan overhead pass. Tepat sasaran, bola oranye itu di tangkap oleh cowok yang berteriak tadi

Dan detik berikutnya bola tersebut berhasil masuk ke dalam ring lawan dan mencetak poin untuk ke sekian lainnya.

“LIMA MENIT LAGI KITA ISTIRAHAT. SEMANGAT!” Yudhis berteriak menginterupsi.

Latihan yang dilakukan tim basket SMA Tirta pun berlanjut. Tanpa adanya pelatih seperti biasanya, membuat Yudhis sebagai kapten sesekali memberitahu temannya saat melakukan sebuah kesalahan.

Bugh!

“Awww!”

Salah sasaran. Bola yang seharusnya di terima temannya, tetapi malah menghantam seorang cewek yang ada di dekat lapangan tempat mereka berlatih.

“GINA!”

Teriak Yudhis ketika melihat siapa yang terkena hantaman bola itu. Beberapa dari temannya termasuk Yudhis berlari ke arah cewek yang saat ini terduduk dengan memegang kepalanya.

Dan Yudhis langsung mengangkat tubuh mungil itu. Membaringkan Gina dengan pahanya sebagai bantalan saat mereka berada di tribune paling bawah.

“Mana yang sakit? Pusing nggak?” tanya Yudhis dengan nada khawatir.

Gina hanya tersenyum, hendak bangkit untuk duduk tetapi dicegah oleh Yudhis. “Udah santai aja. Kepala lo pasti pusing.”

Sorry, ya. Tadi gue nggak sengaja,” ucap seorang cowok yang tadi tak sengaja melempari Gina bola.

“Hmm... nggak papa, Kak.” Gina tersenyum manis yang dibalas anggukan cowok itu.

Sorry, Dhis. Gue tadi kurang fokus.”

“Oke, jangan ulangi lagi. Kalian semua istirahat dulu, ganti baju terus balik ke kelas masing-masing setelah bel istirahat berakhir nanti.” Yudhis memberi arahan kepada beberapa teman yang ada di hadapannya. “Berhubung banyak yang ada urusan pulang sekolah nanti, latihan cukup sampek sini.”

Kelima teman yang ada di hadapan Yudhis mengangguk. Bertos dengan gerakan ciri khas mereka sebelum mereka kembali ke lapangan yang hanya berjarak beberapa meter dari mereka.

“Masih pusing?”

“Masih.”

Yudhis mengelus kepala Gina yang masih tiduran di atas pahanya. Menatap cewek manis di pangkuannya yang kini juga menatapnya. Sama-sama terdiam, hanya tatapan dan senyuman Yudhis yang terlihat manis.

“Kak,” panggil Gina.

“Hmmm?”

“Gina malu,” cicit Gina yang langsung menutup wajahnya membuat tawa kecil Yudhis keluar.

Kejar Mantan [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang