Hai, ges. Balik lagi, yah?😂
Cusss baca
---HAPPY READING---
Lo Mau Apa? 🔆
Semuanya berjalan dengan baik. Masih terus maju meskipun menderita karena rindu. Masih tetap ada rasa meskipun ada sedikit luka.
"Pagi, Sayang," sapa Helena ketika melihat Gina yang baru tiba di ruang makan sambil tersenyum manis. "Tadi Garlan telepon mama, katanya minta restu," imbuh Helena sambil mengoleskan selai ke rotinya.
"Ngapain nelepon? Restu apa, ihhh."
"Elehhh, dia minta restu karena hari ini pengumuman nilai ujiannya. Pede gile jadi bocah," ejek wanita itu.
Terkadang mama yang satu ini memang menyebalkan.
Gina tak menanggapi. Dirinya hanya fokus memakan roti selai cokelatnya dan sesekali meminum susu cokelat. Yah, meskipun hatinya berharap sesuatu pada mantannya itu.
"Nggak boleh gitu, Gin. Ngambeknya hampir setengah tahun, loh. Telepon nggak diangkat, dichat nggak dibales. Kasian tuh Garlannya. Emang nggak mau denger penjelasannya?"
"Nggak minat," sahut Gina tak acuh.
Helena tersenyum. Meskipun dirinya sudah mendengar penjelasan dari Garlan, tetapi dirinya tak berminat untuk menjelaskan kepada putrinya. Dirinya sebagai seorang ibu juga memahami Gina. Dan juga Garlan yang harus menjelaskan kesalah pahaman.
"Udah setengah tahun, loh, Gin." Lagi, Helena mengingatkan Gina yang memilih ikut dengannya ke Bandung dan menjauh dari Garlan.
"Gina tahu mama cantik," balas Gina. "Udah, ah Gina berangkat dulu," pamit Gina kemudian menyalimi tangan sang mama.
Seperti kebanyakan orang tua yang meminta anaknya berhati-hati saat pergi ke mana saja. Dan Helena menghela napasnya dengan menatap Gina yang menjauh dengan tubuh berbalut seragam SMA barunya di Bandung.
Berbeda dengan Gina yang saat tiba di halaman rumah. Tangannya mengecek benda pipih miliknya sambil berjalan ke arah mobil yang sudah ditunggui sang sopir.
Kakak Mantan
Gina. Gue tau chat ini nggak guna
Tapi seenggaknya lo baca
Gue kangen sama lo, i miss you so much my ex
Gue tahu gue salah
Maaf
Rentetan pesan itu dilihatnya. "Mama sih pakek kasih nomer Gina segala. Gina kan juga kangen kalo gini ceritanya," ucap cewek manis itu.
"Eh, harusnya Gina blok, ya biar Gina nggak kangen lagi karena dichat gini terus," oceh cewek itu yang sudah duduk di jok mobil belakang.
"Ihhhh, tapi nggak bisaaaa. Nanti Gina tambah kangeeen."
Sang sopir yang melihat anak majikannya seperti itu hanya mengurut dadanya saja dan menahan tawa. Sabar, Dang. Kamu teh juga pernah muda, batin sopir itu.
🔻🔺️🔻
"Bagus. Papa puas lihat hasilnya, sempurna." Tama memuji putra kebanggaan.
Pria penyayang tetapi mempunyai sifat menyebalkan itu menatap kagum angka di kertas yang ia pegang saat ini. Hari ini memang hari di mana pengumuman nilai ujian diumumkan. Dan Garlan langsung mencari papinya dan mendatangi kantor sang papi. "Nilai paling tinggi beneran 'kan ini? Nggak buatan kamu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kejar Mantan [END]
Roman pour Adolescents[PART LENGKAP] "Di saat orang-orang ngejar masa depan. Eh, lo sendiri yang ngejar masa lalu." Sindiran itu terucapkan untuk seorang pemuda. "Tapi gua ngejar karena ada hal yang memang ngedorong gue buat ngelakuin itu. Perasaan gue yang terlambat. Em...
![Kejar Mantan [END]](https://img.wattpad.com/cover/259154373-64-k646342.jpg)