Hai, ges. Balik lagi, yah?😂
Cusss baca
---HAPPY READING---
🔆 Harapan Tinggi 🔆
Tanpa sengaja Garlan melihat pemandangan begitu romantis.
Lagi dan lagi si kapten basket membuat Gina tertawa. Lihat saja, di pinggir jalan di dekat gerobak penjual es krim. Masing-masing keduanya memakan es krim dengan nikmat. Sesekali mencolekkan ujung es krim itu di muka Yudhis, atau Gina dan menghadirkan tawa dari keduanya.
Simpel, tetapi pernahkah Garlan melakukan hal itu? Pernahkah dirinya menghadirkan tawa dari sang mantan?
Pernah, tapi jarang.
“Kenapa lo harus datang sih, ten. Coba aja kalo nggak ada lo,” ucap Garlan. Dia masih menyebut Yudhis dengan sebutan ‘kapten basket’ dan merasa tidak sudi untuk menyebut nama asli cowok tampan itu.
Namun ingatannya langsung teringat rencana yang dibuatnya. Bibirnya membentuk senyum sinis.
Beberapa saat menatap saksama lagi ke arah Gina dan Yudhis di sana, sebelum dirinya memakai helm. Lantas motornya langsung ia jalankan membelah jalanan ibu kota.
🔻🔺️🔻
“Nanti malam lo sibuk, nggak?”
Gina berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari Yudhis. “Emangnya kenapa?” tanya cewek manis itu malah bertanya balik.
“Gue mau ngajak makan malam bareng lagi. Lo mau?”
“Gina udah ada janji,” jawabnya sambil memakan es krim di tangannya kini.
“Yahhh, abang kecewa, neng dengernya.”
Gina tertawa mendengar ucapan cowok di sampingnya itu. “Abang nggak usah lebai, ya. Neng nggak suka,” ucap Gina dengan mencolekkan ujung es krimnya di hidung Yudhis.
“Pasti neng ada janji sama si mantan, ya?” tanya Yudhis membalas kelakuan Gina tadi.
“Iya, bang. Jan cembukur.”
Tawa kecil pun langsung keluar begitu saja dari mereka. Yang tidak menyadari tatapan tajam Garlan tidak jauh dari tempat Yudhis dan Gina.
🔻🔺️🔻
“Tumben pake mobil,” celetuk Gina menoleh ke arah Garlan.
“Biar lo nyaman. Kasian gaun lo kalo kita naik motor,” jawab cowok itu melirik sebentar ke arah Gina sebelum fokusnya ke depan.
“Kan kakak yang suruh Gina pake gaun.”
“Karena gue mau ajak lo dinner, oke?”
“Di Cafe itu lagi?” Pertanyaan barusan terdengar sebuah sindiran. Garlan pun menghela napasnya sebelum menolehkan kepalanya.
“Emang lo maunya di situ?” godanya berniat jahil.
Gina yang mendengar langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. “No! No! No! Gina nggak mau ke tempat itu lagi,” ucap Gina dengan telunjuknya yang ia goyangkan ke kanan kiri membuat Garlan terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kejar Mantan [END]
Teen Fiction[PART LENGKAP] "Di saat orang-orang ngejar masa depan. Eh, lo sendiri yang ngejar masa lalu." Sindiran itu terucapkan untuk seorang pemuda. "Tapi gua ngejar karena ada hal yang memang ngedorong gue buat ngelakuin itu. Perasaan gue yang terlambat. Em...
![Kejar Mantan [END]](https://img.wattpad.com/cover/259154373-64-k646342.jpg)