Hai, ges. Balik lagi, yah?😂
Cusss baca
---HAPPY READING---
🔆 Namanya Juga Cinta 🔆
"Lan," panggil Garlan hanya dibalas gumaman sahabatnya itu.
Bel sekolah berdering sepuluh menit lalu. Tinggal anak kelas 12 yang saat ini masih di sekolah, menunggu waktu untuk les tambahan nanti. Dan saat ini dua cowok itu sedang mengobrol di anak tangga menuju kelas mereka dengan permen kaki di mulut masing-masing.
"Cincinnya bagus, kan?"
Pertanyaan itu membuat Arlan menoleh. Memperhatikan sepasang cincin di dalam kotak hitam yang dipegang Garlan. "Nyolong dari mana lo?"
Tuk!
Bukan Arlan namanya kalau tidak mengesalkan.
Mendapat jitakan di kepalanya malah membuat cowok itu tertawa, terlalu menyenangkan untuk menjahili seseorang.
"Gue serius nanya. Ini cicin pertunangan gue sama Gina dulu."
"Terus?"
"Gue pengin kasih lagi ke dia. Mumpung hubungan kita ada kemajuan, gue balikin cicin ini ke pemilik yang seharusnya."
Arlan tersenyum mendengar penuturan sahabatnya. "Ternyata udah insaf sahabat gue yang satu ini." Celetuknya dengan terkekeh. Sudah pasti Arlan tahu tentang hal itu.
"Bagus," ucap Arlan lagi. "Udah lo pikirin, kan? Jangan sampek lo ngulang kesalahan lagi. Lo bahagia? Lo nggak akan menyesal, kan?"
Garlan menggeleng. "Emang ini yang gue mau." Jawabnya.
Arlan tersenyum lagi. Dulu juga dirinya ikut andil soal putusnya Garlan dan Gina. Mengingat sahabatnya yang terus mengeluh membuat dirinya menyarankan untuk memutuskan pertunangan itu. Tetapi juga ada niat membuat Garlan tidak menyakiti Gina lebih dalam lagi.
"Lo nggak salah pilih," ucap Arlan menerawang ke depan sana. "Gina itu baik, cantik, imut lagi." Lanjutnya langsung dengan tersenyum.
"Lo suka?"
Arlan tidak menjawab, malah tersenyum miring sebelum kabur menaiki anak tangga satu persatu.
Garlan yang merupakan type orang sensian langsung berteriak. "AWAS LO! GUE GIBENG KALO LO BENERAN SUKA!"
Adysti yang tak jauh dari sana mendengar dan melihat semua yang terjadi. " Lo enak, Gar." Tawanya terdengar getir.
Dia masih mengingat, dan menganggap Garlan adalah perusak hubungannya dengan Arlan. Membuatnya harus melihat sang mantan bergandeng tangan dengan deretan pacaranya.
Memang, sekarang berbeda, Arlan mengakui dan ingin memperbaiki antara dirinya dan cowok itu. Tetapi lagi-lagi dirinya terpaksa mengungkit masalah itu di saat sang papa memberinya tiga pilihan. Dijodohkan dengan Arlan, Garlan, atau anak teman papanya yang mungkin bisa membuat Adysti sering menemui ibu sambungnya.
Adysti tidak mau.
Jika saja hubungannya dengan Arlan masih terjalin, sudah pasti cowok itu yang ia pilih.
Jika saja hubungannya dengan Arlan masih terjalin. Kalaupun cowok itu bukan masuk dalam pilihan sang papa, pasti dirinya mampu untuk keluar dari pilihan dengan tarikan Arlan.
Dan jika saja hubungannya dengan Arlan masih utuh. Pasti ada yang menyembunyikan wajahnya yang berhias air mata.
Seperti sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kejar Mantan [END]
Ficção Adolescente[PART LENGKAP] "Di saat orang-orang ngejar masa depan. Eh, lo sendiri yang ngejar masa lalu." Sindiran itu terucapkan untuk seorang pemuda. "Tapi gua ngejar karena ada hal yang memang ngedorong gue buat ngelakuin itu. Perasaan gue yang terlambat. Em...
![Kejar Mantan [END]](https://img.wattpad.com/cover/259154373-64-k646342.jpg)