Hai, ges. Balik lagi, yah?😂
Cusss baca
---HAPPY READING---
🔆 Playboy Budiman 🔆
Rutinitas tebar pesona dengan mengeluarkan jurus andalannya untuk para ciwi tak pernah absen dari tingkah Arlan. Waktu jam istirahat telah tiba, sekarang cowok tidak tampan tetapi playboy itu menuju kelas IPS seangkatannya.
"Kelas 10 sama 11 udah, tinggal kelas 12 yang belum. Sekarang mancing ke IPS dulu, baru besok mancing ke kelas IPA," oceh Arlan menuruni tangga karena deretan kelas IPS yang memang ada di lantai bawah.
Senyumannya sudah tercetak. Tampang jelek dikit, tapi karisma playboy setinggi langit. Mantaplah!
Baru saja dirinya mendekati tiga cewek yang sedang mengobrol di ambang pintu kelasnya. Tetapi dirinya urungkan saat salah satu dari cewek itu membicarakan seorang Yudhis Ariando.
"Iya, makanya tadi itu dia nggak masuk. Kata Bu Yeni tadi dia ditelpon sama bapaknya Yudhis kalau dia kecelakaan pagi tadi."
"Busyet, dah. Mukanya kena aspal nggak? Sayang banget tuh muka kalo lecet dikit," sahut salah satu ketiga cewek itu.
"Gue juga nggak tau. Tapi gue denger, sih kakinya yang agak parah soalnya ketimpa motornya. Lo tau lah motor si Yudhis gedenya itu gimana."
"Yah... kasian banget. Terus kalo main basket gimana itu," ucap cewek yang sedari tadi diam.
Arlan langsung mengurungkan niatnya setelah mendengar obrolan ketiga cewek itu.
Dirinya langsung mencari sahabatnya setelah mendengar berita soal Yudhis. Tetapi dari kantin, kelasnya, sampai toilet orang itu tidak ada. Kemudian dirinya langsung mengingat sesuatu dan berjalan kembali melanjutkan pencariannya.
Setibanya di ambang pintu sebuah kelas dirinya mengembuskan napas lelahnya. Arlan langsung masuk ke kelas Gina, menemui orang yang sejak tadi dirinya cari.
"Bangke lo, Gar ternyata lo di sini lagi ngapel. Gue capek-capek nyariin lo."
"Siapa suruh nyari gue," sahut Garlan.
Tahan Arlan! Mohon bersabar, ada hal yang lebih penting lo omongin sama sahabat laknat lo ini.
"Tadi pas gue nyari ikan di kelas IPS---"
"Kuping gue nggak terima omongan lo yang lagi cari mangsa, Monyet," potong Garlan.
Plak!
"Gue belum selesai ngomong," kesal Arlan menampol pundak sahabatnya. "Ini soal musuh lo itu. Gue denger dia kecelakaan," lanjut Arlan.
Garlan langsung menoleh ke arah Arlan. "Yudhis? Bukan musuh gue, tapi dia saingan gue."
"Sama aja o'on. Gue tadi denger dari cewek kelas IPS kalo tuh anak di rumah sakit karena kecelakaan."
"Siapa yang kecelakaan?"
Gina tiba-tiba datang di saat Garlan ingin membuka mulutnya.
🔻🔺️🔻
"Gar," panggil Arlan melihat sahabatnya dari kaca spion mobil bagian depan.
Garlan yang duduk di jok belakang menjawab dengan deheman.
Saat ini, Garlan, Arlan, dan Gina berniat untuk melihat kondisi Yudhis ke rumah sakit setelah jam pulang sekolah. Awalnya Garlan menolak ajakan Gina, tetapi sahabatnya malah menawarkan diri untuk menghantar cewek itu. Jadilah dia ikut dengan menjadikan Arlan sebagai sopir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kejar Mantan [END]
Teen Fiction[PART LENGKAP] "Di saat orang-orang ngejar masa depan. Eh, lo sendiri yang ngejar masa lalu." Sindiran itu terucapkan untuk seorang pemuda. "Tapi gua ngejar karena ada hal yang memang ngedorong gue buat ngelakuin itu. Perasaan gue yang terlambat. Em...
![Kejar Mantan [END]](https://img.wattpad.com/cover/259154373-64-k646342.jpg)