7| Perhatian Kecil

1.5K 103 27
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

...

"Ketika takdir sudah mempersatukan, di saat itulah rasa mulai berperan. Bagaimanapun ujungnya, jika didasari iman pasti akan berakhir kebahagiaan."

-Addar Zayn Quthni-

...
🐳

"Kaki aku sakit ... aku nggak bisa ngejar kamu," lirihnya dengan suara sangat pelan, tapi masih tetap bisa tembus ke telinga Zay.

Laki-laki itu menarik napasnya, kemudian berjalan ke arah perempuan yang baru saja menjadi pelengkap puzzle hidupnya.

Zay tidak bersuara, dia malah langsung duduk membelakangi Bunga. "Ayo!" titahnya.

Sosok yang dimaksud itu mendongakkan kepalanya. Lantas kemudian mengerutkan kening  sedikit bingung melihat posisi Zay yang seperti itu.

"Apa?" tanya Bunga akhirnya.

"Naik. Kakinya sakit, kan? Ayo, biar gue gendong," balas Zay menepuk pundaknya.

Bunga menggeleng dan mencoba untuk berdiri. "Tidak usah."

"Ayo, Bunga. Kalau gue biarin lo jalan, kita bakal Isya' nyampe rumahnya."

Bunga masih diam. Ia merasa tidak enak jika Zay harus menggendong tubuhnya yang mungkin jauh dari kata ringan.

Melihat sikap Bunga seperti itu, Zay mendengus. "Oke, gue itung sampe tiga. Kalau masih nggak mau naik, gue tinggal."

Perempuan itu bergeming. Hal tersebut membuat Zay terpaksa mencari ide lain.

"Di tempat ini, kalau udah menjelang Maghrib biasanya sepi dan suasananya agak horor." Zay mencoba menakut-nakuti Bunga. "Ayo, Bun."

"Satu." Zay mulai menghitung.

"Dua."

Bunga masih berpikir. Ia tidak ingin merepotkan Zay, tapi kalau tidak menurut ia akan sendirian di tempat yang pertama kali didatanginya.

"Tig-"

Tap!

Bunga langsung naik ke punggung Zay. Melihat tangan Bunga yang sudah melingkar di lehernya, Zay tersenyum. Usahanya menakut-nakuti Bunga akhirnya berhasil. Setelah itu, mereka pun pulang karena hawanya sudah mulai dingin.

Di sepertiga perjalanan, keduanya masih diam. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Mereka masih fokus membiarkan angin sore itu memainkan rambut dan hijabnya.

Zawjaty [NEW VERSION]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang