- 4 -

8.1K 598 21
                                        

Good Luck

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Good Luck

Alaric tengah mengelap pedangnya saat Finn dan Ansel masuk lewat pintu kayu, keduanya sudah melepas pakaian perang mereka dan berganti dengan tunik berbahan linen, celana dan alas kaki dari kulit yang melapisi seluruh kaki sampai pergelangan kaki mereka.

"Hei, sedang apa kau? Katanya kau mau memilih wanita? Ayo cepat." Ujar Ansel memburu Alaric.

"Kalian duluan saja, aku sedang membersihkan pedangku."

"Astaga, aku sungguh kasihan dengan calon istrimu nanti. Kau pasti akan lebih sering menyentuh pedangmu ini dari pada dirinya"

"Justru kau salah..." Alaric mencelupkan ujung jarinya pada minyak lalu mengolesi ke batang hingga ujung pedangnya, "Menurutmu bagaimana aku akan memperlakukan istriku jika aku memperlakukan pedangku sebaik ini, huh?" Alaric mengangkat pedang besarnya, memantulkannya pada cahaya dan kali ini puas dengan hasilnya. Tidak butuh gosokkan lagi.

"Sudah, hentikan teori anehmu. Ayo kau mau pergi atau tidak?"

Alaric menganggukkan kepalanya, "Sebentar..." Alaric bangkit dan memasukkan pedang itu ke sarung yang terikat di pinggangnya. "Oke, aku siap..."

"Astaga Alaric, kau akan bertemu wanita bukan Ogre. Bersantailah sedikit..."

"Psst, diam kalian berdua. Ayo pergi dan bersenang senang!" Ujar Finn menengahi keduanya dengan merangkul dan menyeret kedua temannya itu keluar dari rumah Alaric.

Perayaan pesta kemenangan diadakan di dua tempat berbeda, untuk orang - orang penting dengan jabatan yang cukup tinggi akan diajak makan di Kastil dan dihibur oleh penari dan gadis - gadis pilihan. Sementara Ksatria sekelas Alaric dan teman - temannya hanya merayakan di bar, dan meski hanya bar biasa tanpa makanan yang dimasak juru masak khusus, tempat itu tetap menarik perhatian karena banyak wanita muda didatangkan dari rumah bordil disebelahnya untuk menghibur mereka.

Sesampainya di bar, mereka langsung disambut oleh para wanita yang berjalan keliling ruangan. Finn menemukan tempat kosong dan mereka langsung duduk disana.

"Lihat, mereka sudah mulai berkeliling" Ujar Ansel cepat, memandangi para wanita yang berpakaian seksi itu.

"Nina is so pretty, isn't she?" Gumam Finn sambil memandangi seorang gadis berwajah eksotis dengan hidung mancung, tulang pipi tinggi, kulit kecoklatan dan rambut hitam panjang. Finn sudah lama ingin menyewa gadis itu tapi terlalu malu untuk mendekatinya.

"She is also really good at riding." Balas Ansel, kedua matanya mengikuti kearah gadis yang bernama Nina itu pergi "Aku akan menyewanya malam ini."

Finn menertawakan ironi dan mengangkat tangannya, "Bir 3..." teriaknya pada seorang pegawai bar.

"Nina dan Aaliz akan pulang denganku. Kalian tidak akan dapatkan gadis terbaiknya." teriak Ansel semangat.

Yours, Truly.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang