- 30 -

5.4K 372 41
                                        

Royal Baby

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Royal Baby

"Ini yang mulia, ikan kesukaanmu..." Gwen menoleh ke arah pelayan yang menyajikan piring berisi ikan bakar. Aromanya langsung menyeruak ke lubang hidung Gwen.

"Oh, terima kasih."

"Ikan ini sangat baik untuk janinmu, kami juga sudah melepaskan duri - durinya untukmu, jadi kau bisa menikmatinya dengan mudah."

Senyum Gwen mengembang makin lebar, "Kalian baik sekali."

"Selamat makan, Ratu Guinevere."

Gwen menatap ikan bakarnya dengan mata berbinar, air liurnya mengalir deras hanya dengan menatap ikan gemuk itu. Ia menoleh ke arah Alaric yang tersenyum ke arahnya, keduanya bertukar senyum.

"Kau suka?" Tanya suaminya pelan.

Gwen tersenyum dan mengangguk cepat, "Mereka sangat baik..." Gwen mengelus perutnya lagi, meskipun belum terlihat bahwa ia hamil, tapi ia senang sekali menyentuh perutnya. "Kau belum ada disini tapi banyak sekali yang sayang padamu."

Alaric menyelipkan jemarinya diantara jemari kecil dan kurus Gwen, lalu meremasnya erat. Perlahan jemari itu bergerak ke atas dan mendarat di bibir Alaric, suaminya itu mengecup punggung tangan Gwen.

Lalu Alaric mengangkat tangannya, memberi tanda pada Finn. Sahabatnya itu langsung menghentakkan tongkatnya, menciptakan suara keras yang menggema ke seluruh ruangan. Seketika Main Hall sunyi sepi.

Alaric bangkit dari kursinya, "Gudang bahan pangan sudah terisi setengahnya oleh gandum. Hewan ternak juga sudah mulai diembelih, beberapa akan langsung diasap dan yang lainnya akan diawetkan. Sapi perah juga akan terus diperah, mereka akan diolah menjadi keju." Alaric menarik nafas, "Tapi tantangan musim dingin bukan hanya soal bahan pangan. Kita tidak boleh melupakan celah perbukitan, aku harap kalian siap untuk menjaga setiap sudut Habsburg."

"Yes, sir." jawab para Ksatria muda itu serentak.

Alaric tersenyum dan kembali duduk, saat ia menyentuh makanannya, para Ksatria juga ikut memulai makan malam mereka.

Selama beberapa bulan terakhir, Alaric menempa para anak muda Habsburg agar lebih kuat. Tak hanya secara fisik, tapi juga mental. Alaric bahkan sudah meminta Greg untuk kembali kesini dan membantunya, tapi ia belum mendengar balasan dari ayah asuhnya itu.

Setelah acara makan malam, Main Hall disemarakkan oleh suara alunan musik. Para ksatria menari bersama, berpegangan tangan dan berputar. membuat Gwen teringat dengan dansa pertamanya dengan Alaric. Tidak seperti yang pernah Gwen bayangkan memang, ia tidak mengenakan gaun mewah, atau berdansa di kastil, atau diiringi irama musik yang merdu dan indah. Tapi ia sangat bersenang - senang malam itu, di pesta dansa pertamanya, bersama orang - orang yang disayanginya. Itu sudah lebih dari cukup baginya

Tarian di tengah ruangan terburai saat tiba - tiba seorang laki - laki yang Gwen kenal bernama Seth datang, ia pengurus rumah bordil, diikuti beberapa gadis muda dengan berbagai jenis warna kulit, warna rambut dan lekuk tubuh. Para wanita itu berbaris di hadapan Gwen.

Yours, Truly.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang