- 37 -

5.7K 443 39
                                        

Anniversary party

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Anniversary party.

"Kau terlihat menawan Yang Mulia."

"Benarkah?"

Jeschke mengangguk cepat. Gwen mengenakan gaun sutra berwarna lavender yang lembut, dengan hiasan sulaman bergambar bunga oleh benang emas. Gaunnya tidak terlalu lebar jadi menunjukkan  perut bulat Gwen yang mulai turun, menandakan hari kelahiran putra mahkota semakin dekat.

Jeschke berlutut dan membantu Gwen mengenakan sepatunya. "Apa cukuo nyaman?"

"Ya, terima kasih Jeschke."

Jeschke tersenyum, "Dan... Anda selesai."

"Kereta kudanya sudah siap?"

"Sudah."

"Kau menyiapkan berapa kereta?"

Jeschke menunduk, "Satu, yang mulia."

Gwen menghela nafas, "Baiklah, ayo turun."

Jeschke berjalan cepat menuju pintu dan membukakannya. Disaat yang bersamaaan, Alaric keluar dari ruang baca bersama Finn. Mengenakan stelan dengan warna yang senada dengan Gwen.

"Yang Mulia." Sapa Gwen lembut, menundukan wajahnya saat memberi hormat. Menghindari tatapan Alaric dan langsung menuruni tangga.

Alaric mengikuti Gwen menuruni tangga tak jauh dibelakangnya, tetapi tidak berniat untuk mengejarnya. Ia tertahan oleh egonya sendiri meski ia merasa sangat bersalah atas apa yang telah ia ucapkan kemarin malam.

Jarak kastil Habsurg ke kastil Viscount Josef tidak lah jauh. Tapi dengan keheningan yang mengitari Alaric dan Gwen, perjalanan itu terasa lebih panjang dari seharusnya. Gwen dan Alaric duduk berhadapan di dalam kereta, Alaric yang masuk terakhir ke dalam kereta tidak memilih duduk di sisi Gwen, karena ia pikir akan canggung sekali duduk bersisian tapi tidak bicara. Ternyata, duduk di hadapan Gwen malah terasa lebih canggung.

Alaric langsung teringat yang Amè ucapkan malam sebelumnya.

"Gadis itu nyaris pergi karena tidak mau menyakitimu, tapi aku memaksanya tinggal."

Ada rasa sakit di dadanya saat mendengar itu, dan tetap sakit saat kalimat itu berulang di dalam kepalanya.

Ia adalah salah satu alasanku ingin kembali ke sini. Apa yang bisa aku lakukan tanpanya?

"Alaric? Alaric?"

"Y-ya." Jawab Alaric saat terbangun dari lamunannya.

"Kita sampai, kau baik - baik saja?" Tanya Gwen khawatir.

Yours, Truly.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang