- 14 -

7.3K 564 20
                                        

Party for Peasants

Main Hall tampak lebih lengang dari biasanya. Meja tidak ditata berbaris seperti malam perjamuan, melainkan hanya diletakkan di sisi ruangan. Kursi hanya di sediakan di panggung kecil, tempat para Keluarga kerajaan duduk. Mereka sudah berkumpul disana, menikmati makanan di meja sambil menikmati musik. Ditengah ruangan terdapat beberapa orang memainkan alat musik masing - masing, Harpa, drum, seruling, gitar, semuanya berpadu menghasilkan suara yang harmonis bertempo cepat. Beberapa orang bahkan sudah membuat lingkaran dan berdansa.

Alaric melirik ke arah Gwen yang tampak terpana dengan keramaian yang ada disana.

"Ayo kita cari bir." bisik Alaric, ia langsung menarik tangan Gwen dan berjalan ke sudut ruangan. Ia mengisi gelas besar berisi bir dan memberikannya pada Gwen. Tanpa ragu, gadis itu meneguknya sampai habis. "Lihat, itu Nina dan Finn..." tunjuk Alaric ke tengah ruangan.

Gwen berjinjit, tapi hanya dapat melihat wajah keduanya. "Bisa bawa aku ke depan?"

Alaric langsung menarik tangan Gwen, menyelinap diantara orang - orang yang bertepuk tangan dan bergoyang. Keduanya berhenti di baris kedua, Alaric berdiri di belakang Gwen, berjaga jika ada orang yang berniat mengganggu Gwen.

"Haii!" Nina melambai pada Gwen tanpa suara, ia terlalu sibuk menikmati dansanya sambil berpegangan pada Finn.

Gwen menatap Nina yang bergerak mengikuti hentakan drum. Sebelah tangannya berpegangan pada Finn, sementara tangan yang lain dihempaskan ke udara, begitu gemulai. Bibirnya tersenyum lebar, membuat lesung pipinya terlihat semakin dalam.

"Heii, minggir!" seseorang berteriak di ujung barisan, lalu orang yang berbaris mulai berjatuhan bagai domino.

Alaric dengan cepat merapatkan tubuh Gwen ke arahnya, Gwen yang kaget langsung berpegangan pada lengan Alaric yang melintang di depan tubuhnya. Alaric berhasil menahan domino manusia yang hampir menimpa Gwen. Riuh suara tawa langsung terdengar di dalam ruangan saat melihat sekumpulan orang terjatuh saling menimpa.

"Kau baik - baik saja?" Bisik Alaric, terasa sangat dekat sampai Gwen bisa merasakan nafas dan bibir Alaric bergerak di telinganya.

Gwen berpegangan pada tangan Alaric dan mengangguk kaku, "Ya, terima kasih..."

"Biasa terjadi saat perayaan, orang - orang mulai mabuk dan, Whoaa..." gelombang domino kedua datang, orang - orang berteriak kaget lalu tertawa saat tubuh mereka terdorong kesana kemari. "Kau mau keluar dari sini?" Alaric menempelkan pipinya ke sisi wajah Gwen, membuat seluruh tubuh Gwen seperti dialiri arus listrik ringan.

Ya ampun, kau membuat kakiku lemas!

Belum sempat Gwen menjawab, Nina sudah menarik tangannya. Membawa Gwen ke dalam lingkaran dansa.

"Ikuti kakiku!" Pekik Nina, Gwen memandangi kaki ramping Nina yang bergerak lincah dan mengikuti kecepatannya.

Di pinggir lingkaran, Alaric memandangi Gwen yang bergandengan dengan Nina, gadis itu tertawa lebar, matanya berbinar, sebelah tangannya ikut mengayun ke udara mengikuti Nina.

Yours, Truly.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang