[21+]
"Terima kasih sudah datang menyelamatkanku..." Ujar Gwen sambil perlahan menengadahkan wajahnya dan menatap wajah Alaric.
Aku siap menebas leher siapapun yang berani mengikatmu seperti tadi, Gwen. Ujar Alaric dalam diam.
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Promise
Alaric tengah melatih kemampuan pedangnya saat matanya tak dapat menemukan Gwen di tempat semula gadis itu duduk. Ia berhenti dan menatap ke sekeliling, tak ada Gwen dimana - mana. Tentu ada beberapa wanita yang menonton mereka latihan, tapi tidak sulit membedakan Gwen karena posturnya yang kecil dibandingkan wanita lainnya yang ada disini.
"Alaric, ada apa?" Tanya Finn yang melihat temannya kebingungan.
"Gwen, aku tidak dapat menemukannya"
"Mungkin ia berjalan jalan ke pasar atau kembali kerumah"
Alaric masih menatap sekelilingnya, matanya menyusuri area perlahan. Finn benar, itu mungkin saja. Tapi ia masih tetap tidak merasa tenang. Membayangkan Gwen yang polos berjalan sendirian di desa ini sungguh membuatnya merasa tak nyaman.
"Aku akan mencarinya..." ujar Alaric keluar dari area latihan.
"Ya ampun, Alaric... Hei, tunggu. Aku ikut!" Finn memasukkan panah ke sakunya dan menenteng busurnya, ia berjalan cepat mengikuti Alaric.
Keduanya langsung memasuki area pasar, area pasar ini cukup luas dan ramai, tapi Alaric sudah tinggal cukup lama di Frisia untuk tau mengenai seluk beluk kota ini, tidak akan sulit menemukan Gwen. Tapi setelah beberapa kali memutari pasar dan menyusuri setiap belokan, ia tak dapat menemukan Gwen dimana pun.
"Aku akan kembali ke rumah" Ujar Alaric, jantungnya berdegup semakin cepat.
"Aku akan bertanya pada orang - orang di sekitar sini..." Balas Finn.
Mereka pun berpisah, saat Alaric tengah berlari kembali kerumah ia bisa mendengar suara yang memanggilnya. Seketika langkah cepat dna besar itu berhenti, lelaki itu menoleh.
"Your Majesty..." Sapa Alaric cepat, nafasnya tersengal. Kedua kakinya ingin ia terus bergerak karena belum menemukan keberadaan Gwen, tapi ia tak mau bersikap tak sopan pada Ratu-nya.
"Kami baru saja dari area latihan dan tak menemukanmu disana..."
"Yeah... Aku sedang ada urusan" balas Alaric cepat.
"Oh, Clementine disini datang untuk menemuimu..." Ujar Ratu lagi.
"Dan aku senang sekali bertemu denganmu lagi Clementine, tapi aku sedang sangat terburu - buru, maafkan aku, permisi..." Ujar Alaric cepat, tak lupa menyajikan senyum asimetris mempesonanya dan segera pergi dari sana.
Alaric terus berlari dan mendorong pintu rumahnya, rasa tidak tenang terus bertambah saat tak menemukan Gwen disana. Tak lama terdengar langkah kaki cepat yang memasuki rumahnya, Alaric menoleh dan berharap itu Gwen, tapi bukan.
Rowan muncul di pintu dengan nafas menderu dan wajah penuh peluh.