[21+]
"Terima kasih sudah datang menyelamatkanku..." Ujar Gwen sambil perlahan menengadahkan wajahnya dan menatap wajah Alaric.
Aku siap menebas leher siapapun yang berani mengikatmu seperti tadi, Gwen. Ujar Alaric dalam diam.
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Vowed to Avenge.
Gwen terkesiap saat mendengar ketukan di pintu, ia menatap ke sisi lain kasur dan hanya menemukan bantal Alaric tanpa pemiliknya. Gwen menarik selimut dan memeluk bantal Alaric ke arahnya, menghirup aroma suaminya yang tertinggal disana. Tadi pagi - pagi sekali Alaric sudah bangun dan pamit karena ada urusan yang harus ia kerjakan.
Terdengar lagi ketukan di pintu.
"Yeah, masuklah." Jawab Gwen setelah mengenakan kimono satin yang menjuntai di atas kursi rias.
Seseorang membuka pintu, Jeschke membungkuk sedikit, "Selamat pagi My Queen. Apa tidurmu nyenyak?"
"Tidak bisa lebih baik lagi." Jawab Gwen, "Aku tau Alaric raja kalian, tapi selama ia belum dilantik, aku harap kalian nemanggilku dengan Lady saja."
"Baik, My Lady."
Aku menatap keluar jendela yang menghadap ke halaman belakang istana. Matahari sudah naik dari cakrawala dan ia bisa melihat Alaric bersama anak - anak muda lainnya sedang berlatih, "Jadi, apa yang harus aku lakukan hari ini Jeschke?" Tanya Gwen penuh senyum.
"Kita bisa mulai dengan berganti pakaian, aku sudah menyiapkan air hangat di kamar sebelah."
"Baiklah." Balas Gwen seraya berjalan ke pintu yang membawanya ke kamar lain, disana sudah ada bak kayu berukuran sedang dan handuk kecil di sampingnya. "Jadi, Jeschke, ceritakan padaku soal dirimu. Kau sudah lama bekerja disini?"
"Baru beberapa tahun terakhir, tapi aku tumbuh di istana, aku sering membantu ibuku di dapur. Ia dulu membantu juru masak istana."
"Wah, itu lama sekali. Berarti kau mengenal semua keluarga Alaric?"
Jeschke mengangguk, "Betul sekali My Lady. Keluarga kerajaan Habsburg sangat baik, itu lah mengapa kami sangat terkejut saat mendengar berita bahwa seluruh anggota kerajaan dibunuh."
Gwen mematung di dalam bak air, "Dimana Alaric saat itu terjadi?" Jeschke menggosok tubuh Calon ratunya itu dengan perlahan dan lembut.
"Ia tidak tinggal di istana. Sejak kecil Lord Alaric tinggal di Menara"
"Oh," Jawab Gwen pendek, teringat soal yang Alaric ucapkan kemarin soal kamarnya di menara.
"Anda boleh berdiri My Lady." Gwen mengikuti permintaan pelayannya dan berdiri. Ia mengangkat tangannya agar Jeschke bisa menyeka tubuhnya dengan mudah. Gwen juga diberikan handuk kecil untuk menyeka wajahnya dan berjalan kembali ke kamarnya.
"Aku sudah menyiapkan beberapa gaun untukmu di sebelah sini, kau bisa memilih gaun mana saja yang kau ingin kenakan."
Gwen berjalan ke bilik ganti, ada tiga jenis gaun yang ada disana dan semuanya terbuat dari velvet halus, tampak lebih halus dan lebih cantik dari yang biasa ia kenakan di kampung halamannya.