Thirty Eight

19.3K 859 12
                                        

Malamnya mereka berkumpul di rumah sakit tanpa seorang Nishad

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malamnya mereka berkumpul di rumah sakit tanpa seorang Nishad. Genna masih sama, dia masih diam. Walaupun sekarang ada seorang gadis berwajah Eropa yang duduk disampingnya.

Genna butuh menenangkan pikirannya, tapi gadis ini terus saja memaksa. Diantar ke mall, jalan-jalan, dan lain sebagainya. Dia selalu bilang 'kalau nanti hari Sabtu aku udah ke London kan susah buat ketemu kamu' atau 'kalau aja bang Genta masih ada pasti aku kemana-mana sama dia'

Cukup! Genna lelah dengan semuanya. Jika boleh bunuh saja dia sekarang.

Rully melirik Bianca "Pulang gih." Percayalah Rully pun sangat menyayangi Bianca sebagai adiknya sama seperti Genna. Ingat! adik, tidak lebih.

"Masih mau sama Genna." Ucap Bianca manja.

"Nanti Lo sakit." Ujar Rully perhatian.

"Kalau Genta masih ada, dia pasti sedih liat Lo sakit." Lanjut Rully, dia sedang mencari cara agar Bianca tidak terlalu dekat dengan Genna. Dia takut kejadian yang sudah, terjadi lagi, terlebih sekarang Genna memiliki seorang kekasih.

Bianca mengerucutkan bibirnya "Tapi dianterin Genna kan?" Tanyanya masih dengan nada manjanya.

"Gue aja." Tawar Rully.

"Gak mau."

Sedangkan Singgih yang berbaring dan Aileen yang duduk di kursi samping hospital bed menatap Bianca tidak suka.

Sifat manja yang sangat keterlaluan, perempuan yang sering bergelayut manja di tangan kekar Genna. Membuat Singgih dan Aileen menahan muntahannya.

Singgih yang notabenenya playboy, suka dengan perempuan. Tapi jika perempuannya model begini dia juga risih.

"ANNYEONG." Teriak seseorang membuka pintu kemudian masuk tanpa permisi.

"Sakit lama-lama telinga gue sat." Geram Singgih mengusap-usap telinganya.

Tidak bisakah membuka pintu dan permisi dengan baik-baik. Suaranya sangat membuat telinga tidak sehat.

Nishad hanya menyengir lebar, dia mengangkat lima paper bag yang dia bawa. Dia berjalan ke sofa menghampiri Genna dengan senyum yang merekah.

"Hp Lo rusak, jadi gue beliin. Nih." Kata Nishad menyodorkan satu paper bag.

Genna hanya melirik paper bag yang disodorkan oleh Nishad dan Nishad bergantian "Gak usah." Tolaknya.

"Sia-sia banget gue ngelangkahin kaki gue ke mall buat beli kalian hp."

"Gak sia-sia kok." Aileen merebut salah satu paper bag yang dipegang Nishad.

Tidak tahu sejak kapan Aileen berada di dekatnya.

"Aileen! Ambilin punya gue dong." Teriak Singgih meminta tolong.

GENNAIOS ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang