(FOLLOW DULU SEBELUM BACA!)
Hargai Author yuk!
Gennaios Ippotis Xendrick, si Ksatria Pemberani sesuai dengan nama yang diambil dari bahasa Yunani.
Skliros geng motor yang diketuai Genna.
Kehidupan Genna yang penuh dengan teka-teki menarik Nadyne Sha...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malamnya mereka berkumpul di rumah sakit tanpa seorang Nishad. Genna masih sama, dia masih diam. Walaupun sekarang ada seorang gadis berwajah Eropa yang duduk disampingnya.
Genna butuh menenangkan pikirannya, tapi gadis ini terus saja memaksa. Diantar ke mall, jalan-jalan, dan lain sebagainya. Dia selalu bilang 'kalau nanti hari Sabtu aku udah ke London kan susah buat ketemu kamu' atau 'kalau aja bang Genta masih ada pasti aku kemana-mana sama dia'
Cukup! Genna lelah dengan semuanya. Jika boleh bunuh saja dia sekarang.
Rully melirik Bianca "Pulang gih." Percayalah Rully pun sangat menyayangi Bianca sebagai adiknya sama seperti Genna. Ingat! adik, tidak lebih.
"Masih mau sama Genna." Ucap Bianca manja.
"Nanti Lo sakit." Ujar Rully perhatian.
"Kalau Genta masih ada, dia pasti sedih liat Lo sakit." Lanjut Rully, dia sedang mencari cara agar Bianca tidak terlalu dekat dengan Genna. Dia takut kejadian yang sudah, terjadi lagi, terlebih sekarang Genna memiliki seorang kekasih.
Bianca mengerucutkan bibirnya "Tapi dianterin Genna kan?" Tanyanya masih dengan nada manjanya.
"Gue aja." Tawar Rully.
"Gak mau."
Sedangkan Singgih yang berbaring dan Aileen yang duduk di kursi samping hospital bed menatap Bianca tidak suka.
Sifat manja yang sangat keterlaluan, perempuan yang sering bergelayut manja di tangan kekar Genna. Membuat Singgih dan Aileen menahan muntahannya.
Singgih yang notabenenya playboy, suka dengan perempuan. Tapi jika perempuannya model begini dia juga risih.
"ANNYEONG." Teriak seseorang membuka pintu kemudian masuk tanpa permisi.