Thirty Seven

20K 920 26
                                        

Update nya sesuai komen atau mood aku?
Komen dong say

Happy Reading


D

ua pria paruh baya memasuki ruang kepala sekolah. Rama yang sedang duduk di meja kerjanya langsung berdiri dan berjalan ke arah sofa yang tidak jauh.

"Silahkan duduk Pak." Rama mempersilahkan kedua pria paruh baya itu untuk duduk di sofa panjang yang berhadapan langsung dengannya.

"Terima kasih."

"Jadi ada apa Pak Zayn?" Tanya Rama.

Zayn menoleh ke samping kirinya yang terdapat Reynald, kemudian menoleh kembali kepada Rama "Bicarakan tentang Nana dulu saja." Ucapnya.

"Nana?" Beo Rama mengerutkan dahinya tidak mengerti.

Zayn menepuk jidatnya "Ah maksud saya Nadyne."

"Baiklah Pak."

Rama menatap Reynald "Jika Nadyne mendapatkan olimpiadenya nanti, saya akan menawarkan beasiswa untuk anak berprestasi ke Harvard university. Apakah Bapak berkenan untuk mengizinkannya?"

"Saya pribadi ingin sekali Nadyne kuliah di luar negeri, tetapi saya bagaimana anak saya saja. Saya tidak akan memaksa." Ucap Reynald tersenyum ramah.

"Baiklah, saya hanya ingin menyampaikan itu saja." Kata Rama.

"Kalau begitu saya pamit. Ada banyak pekerjaan di kantor." Pamit Reynald.

Zayn yang mendengar itu mendengus, dia langsung menahan Reynald "Kamu lupa siapa yang memiliki perusahaan itu?" Tanyanya ketus.

"Tidak Pak." Ucap Reynald sopan.

"Saya kan sudah bilang tidak usah panggil saya Pak. Panggil nama saja seperti biasanya."

"Baik Zayn."

"Pekerjaan nanti saja, kita berbincang-bincang dulu saja." Ucap Zayn tersenyum senang saat Reynald kembali duduk.

"Oh ya, ada yang ingin saya sampaikan kepada Anda." Ucap Zayn menatap Rama penuh harap.

"Iya Pak, sampaikan saja."

"Jangan pernah bilang saya yang memiliki yayasan sekolah ini."

"Dan jangan bocorkan kalau Genna anak kandung saya."

Mereka tidak mengetahui bahwa seseorang berdiri di depan pintu dengan perasaan yang kecewa. Jadi selama ini ayah kandungnya selalu berkunjung menemuinya, tetapi mengapa harus dirahasiakan?

Hatinya sakit bagai tertusuk anak panah, napasnya tidak beraturan, tubuh yang semula beku sekarang melangkah tak tahu arah. Tangannya mengepal kuat, orang yang selama ini dia percaya, sangat dia hormati telah mengkhianatinya dan membohonginya.

GENNAIOS ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang