Twenty Three

36.1K 1.5K 34
                                        

Pagi yang cerah, cahaya matahari sudah mulai terang memasuki kamar seorang gadis cantik yang sudah memakai seragam sekolahnya.

Wajahnya memancarkan kegembiraan. Seperti halnya orang lain, dia pun menunggu hari bahagia ini.

Dia mengambil tasnya kemudian menggendongnya. Menuruni satu persatu anak tangga, sedikit berjalan menuju ruang makan untuk sarapan.

"Pagi Ayah." Sapanya mencium pipi sang Ayah

"Senangnya anak Ayah." Ujar sang Ayah

"Hehe."

"Ibu sama adek mana?" Tanyanya, matanya menjelajahi setiap arah yang menghubungkan dengan ruangan lain seperti dapur dan ruang tamu.

Terdengar samar-samar suara hentakan kaki dari arah dapur, matanya menyipit melihat siapa yang datang dari arah dapur.

Seseorang wanita paruh baya dengan seorang anak laki-laki yang membawa kue datang ke arahnya.

"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you." Suara nyanyian yang dinyanyikan oleh mereka terdengar memenuhi ruangan, bahkan ayahnya pun sudah berdiri dan ikut bernyanyi.

"Happy birthday Kak Nadyne." Ucap Satria mendekat ke arah Nadyne dan menyodorkan kue yang terdapat lilin yang masih menyala.

Yap, Nadyne berulang tahun hari ini. Dia merasa bahagia sekali.

"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juuugaaa, sekaraaang jugaaa."

Nadyne memejamkan matanya, memanjatkan doa kemudian meniup lilin yang berbentuk angka tujuh belas.

🐼🐼🐼

Gadis itu berjalan di koridor sekolah dengan senyum yang merekah tanda dia sedang bahagia. Kekasihnya tidak bisa menjemputnya dengan alasan ada urusan penting. Gadis itu tidak bertanya apa urusan yang penting itu, dia lebih memilih pergi ke sekolah dengan sang ayah.

Dia jadi teringat bahwa dia harus dispensasi selama beberapa Minggu ini, tapi dia harus belajar dimana? Sepertinya perpustakaan adalah tempat yang paling pas untuk belajar.

Ting!

TAHUN INI BANYAK PIALA

Rully telah menambahkan anda

+628***
Belajar di perpustakaan!

Setelah melihat pesan itu, dia mengurungkan niatnya memasuki kelas. Gadis itu berbelok ke kiri menuju perpustakaan, baru saja beberapa langkah, dia sudah dikagetkan oleh seseorang perempuan yang memanggil namanya.

"Dyn." Panggil perempuan itu

"Ada apa Fan?" Berbalik menghadap Perempuan yang memanggilnya. Perempuan itu adalah Tiffany teman sekelas Nadyne

"Kenapa mau belok?" Tanya Tiffany

Nadyne mendengus kesal, padahal dirinya kan sudah memberi tahu kepada Tiffany, dia akan dispensasi beberapa Minggu ini "Mau ke perpustakaan, belajar disana."

Tiffany mengangguk "Ohh yaudah, gue ke kelas. Bye." Melambaikan tangannya menjauh dari tempatnya tadi.

Tiffany berbalik menghadap Nadyne kembali "Eh bentar! Lo gak upacara?" Tanya Tiffany

"Mau, nyimpen tas dulu di perpus." Jawab Nadyne tersenyum manis

"Nanti tunggu gue disini, Lo baris bareng gue!"

GENNAIOS ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang